Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Akting Kai


__ADS_3

Saat ini semua bungsu Owen berada di mansion Kai yang lama, satu-satunya tempat yang tidak diketahui oleh para tetua dan kakak mereka. Dan aman dari pelacakan karena Kai memasang pengacau sinyal di kediamannya itu.


"Kai......!"terdengar seorang pengawal menyapa dan menunduk hormat pada Kai.


"Hmmmm mansion aman, Bang??"tanya Kai.


"Aman, Kai."sahut pengawal itu.


"Mereka semua adalah saudara gue, Bang. Jadi kalau suatu saat salah satu diantara mereka ada yang datang ke sini biarkan masuk!"titah Kai.


"Baik, Kai."sahutnya sambil menunduk hormat.


"Yok Bang!!"ajak Kai pada Kakak-kakaknya.


"Ini beneran mansion pribadimu, Baby??"tanya Chayton terperangah dengan kemegahan dan kemewahan mansion milik sang adik.


"Iya, di sini dulu Kai dan Mama Silvia tinggal sebelum menjadi bagian dari the Owen."jawab Kai.


"Lalu, jika punya mansion sebesar dan semewah ini, kenapa kamu bekerja di cafe, Baby??"tanya Alden.


"Mencari informasi mengenai kematian Daddy Ian, Bang!!"sahut Kai.


"Ayo masuk, Bang!!"ujar Kai pada Kakak-kakaknya.


Mereka mengekori langkah sang adik. Sesampai di dalam tempat yang Kai sebut "rumah" itu terlihat sangat mewah, elegan dan wahhhh.


"Bang Shoren........!!"teriak Kai.


"Eh... Kai ada apa??"tanya laki-laki yang mungkin seusia Xander itu.


"Tolong masak ya Bang, buat kami. Mereka saudara-saudaranya Kai."kata Kai.


"Sure, Princess!!"ujar menunduk lalu melangkah menuju dapur.


"Jadi......!!"ujar Alden.


"Kita akan berangkat ke Kalkota tiga hari lagi. Kita akan merencanakan semuanya dengan matang di sini.!!"ujar Kai.


"Lanjut.......!!"titah Alden.


"Untuk tim eksekutor ada Kai, Bang Alden, dan Bang Melvin. Untuk tim IT Bang Jo, Bang Chayden dan Bang Rey, lalu back up Bang Alan, Bang Chayton dan Kak Daichi. Dan tim pengintai Bang Jackson, Kak Benjiro yang akan mengawasi pergerakan sekitar secara langsung!!"jelas Kai.


"Ok, finally we get fun!!"heboh Jo.


"Pedang yang akan kita curi memakai sistem keamanan ganda. Sinar infra red, lalu sesuatu yang berbentuk semacam pengimbang."ujar Kai.


"Maksudnya??"tanya Melvin tidak paham.


"Jadi begini, penyangga pedang ini memiliki semacam tuas, di mana jika pedang ini diangkat dari tempatnya lebih dari 20 detik maka alarm bahaya akan berbunyi dan kita akan terkepung dari segala penjuru. Nah, tugas kita mendapatkan pedang yang sama, bobot yang sama untuk menggantikan pedang yang asli!!"jelas Kai.


"Ini tidak mungkin Baby, ini sulit apa tidak ada benda yang lain untuk kita curi??"keluh Alan.


"Makanya di saat pameran nanti kita harus berada di sana dan mendapatkan apa yang kita mau!!"ujar Kai.


Para kakak-kakak ngelag nggak paham, tapi sekarang iyain aja dulu. Itu pemikiran mereka.


Tak lama Shoren memanggil para bungsu untuk makan segera makan siang.


Mereka segera menuju ruang makan untuk makan siang.


Saat keberangkatan......


"Baby, apa kalian akan berangkat semuanya??"tanya Mami Harlin yang sedikit sedih jika harus jauh dari mereka semua.


"Mi, pembagian tugasnya udah diberikan oleh Baby, jadi kita tinggal eksekusi. Lagian kalau perginya rame kan urusannya bakalan sepat selesai!!"ujar Jo.

__ADS_1


"Boys, jaga adik kalian dengan baik!!"titah Opa Lucifer dengan nafas berat.


"Jadi misi kalian sekarang di mana??"tanya Papa Jacob.


"Di Spanyol, Pa!!"jawab Kai.


"Baiklah, kalian hati-hati!! Dan saling jaga!!"ujar Opa Matius.


"Kami pergi dulu, semuanya!!"kata Alden mewakili saudara-saudaranya.


Mereka pun melangkah ke garasi untuk mengambil motor masing-masing. Di garasi Frank sudah menunggu mereka semua.


"Pa, kami pergi dulu!!"pamit Melvin.


"Hati-hatilah, jaga adik kalian!!"ujar Frank.


"Baik Pa/Uncle!!"jawab mereka serentak.


Mereka segera berangkat meninggalkan Secret Palace, dan menuju bandara.


"Baby, kenapa kita tidak memakai pesawat pribadi saja??"tanya Chayton pada sang adik.


"Bang, ini salah satu cara agar kita aman dan ini paspor kalian masing-masing!!"ujar Kai membagikan satu persatu paspor itu pada kakaknya.


Mereka segera masuk ke pesawat dan semuanya menggunakan masker sejak berangkat dari Secret Palace tadi. Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang enam jam mereka mendarat di bandara internasional Kalkota. Kai telah menyiapkan sebuah villa untuk tempat mereka menginap selama di sana.


"Uuuuuufff lelahnya!!"keluh Daichi menghempaskan tubuh di ranjang.


"Pegal sekali!!"ujar Jackson yang belum pernah menempuh perjalanan lama dengan pesawat.


Ke sebelas manusia itu tertidur karena kelelahan di perjalanan. Jika di jet pribadi mereka bisa tidur sepuasnya, tapi ini pesawat komersil kelas ekonomi pula.


Waktu telah berganti posisi, sekarang malam sudah menggantikan siang. Kepala pelayan membangunkan Kai dan para abangnya untuk makan malam.


"Kai.......bangun, ini sudah malam."panggil kepala pelayan itu.


Melvin yang ikut mendengar panggilan itu akhirnya membuka pintu kamar.


"Maaf Tuan Muda, makam malam telah tersedia, sebaiknya Anda dan yang lain makan dulu."ujar kepala pelayan itu menunduk hormat.


"Baik, aku akan membangunkan saudaraku dulu!!"ujar Melvin. Kepala pelayan itu pun meninggalkan kamar para bungsu itu.


"Alden.......bangun....Jo...Jo...bangun. Dek........dek......ayo bangun!!"kata Melvin membangunkan saudaranya.


"Apa an, Vin. Berisik Lo ah!"gerutu Jo.


"Bangun ini sudah malam, apa kalian tidak lapar??"tanya Melvin.


"Hahhhh malam...!!"beo mereka, pantas saja perut mereka berkonser ria.


Lantas semuanya turun untuk makan malam.


Eksecution Time..........


Siang ini Kai, Alden dan Melvin yang akan beraksi terlebih dahulu. Mereka bertiga mengikuti pameran pedang yang sudah berusia ratusan tahun itu. Penjagaannya terlihat sangat ketat, penjaga belum lagi tambahan keamanan lainnya.


Alden mendekati salah seorang penjaga.


"Permisi, bolehkah saya minta tolong!!"tanya Alden sopan.


"Ada apa, Tuan??"tanya penjaga itu.


"Hmmmmm begini adik saya sedang hamil dia ingin sekali bisa memegang pedang itu, bolehkah??"tanya Alden.


"Maaf Tuan tidak bisa, nanti kami bisa dipecat oleh atasan kami!!"ujar penjaga itu.

__ADS_1


Lalu Kai dan Melvin ikut mendekat pada Alden.


"Bagaimana Kak??"tanya Kai mengelus perut buncitnya........ha..ha..ha....idenya ada-ada ae guys......


"Maaf, Dek nggak boleh!!"jawab Alden tertunduk sedih.


Mata Kai mulai berkaca-kaca, pipi dan hidungnya pun sudah memerah menahan tangisnya agar tidak pecah.


"Sayang, sudahlah minta yang lain saja ya!!"ujar Melvin mengelus punggung sang istri.....ceritanya.....


"Tapi, ingin itu Yang.......!!"rengek Kai membuat Kakak, suami dan penjaga itu kelabakan.


"Adek, nggak boleh nanti mereka dimarahi."ujar Alden.


"Percuma kita jauh-jauh dari New York ke sini tapi nggak bisa pegang ini doang!!"ujar Kai semakin kencang dengan tangisnya.


Penjaga itu merasa kasihan melihat Kai yang sudah sesenggukan apalagi mereka bertiga datang jauh-jauh dari New York.


"Tunggu, tolong berhenti menangis saya akan hubungi atasan saya!!"ujar pengawal itu.


"Hmmm terima kasih!!"sahut Kai girang. Bisa ae Lo Kai.


Tak lama pimpinan pengawal itu datang menemui Alden, Kai dan Melvin.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan??"tanya laki-laki itu hormat.


"Begini Tuan, istri saya memaksa kami datang ke sini karena ingin sekali bisa memegang pedang itu karena itu keinginan bayinya. Apa bisa diberi kesempatan sebenta..ar saja!! Nggak sampai satu menit yang penting dia bisa memegangnya itu sudah cukup!!"pinta Melvin memelas.


"Hufff baiklah, hanya satu menit dan itu harus dikelilingi para pengawal saya tidak ingin mengambil resiko!!"ujarnya.


"Terima kasih, Uncle!!"ujar Kai mengelus perutnya seolah "bayinya" yang bicara.


Kai tersenyum smirk, melangkah ke arah pedang itu dan memindainya dengan sarung tangan transparan yang telah ia pakai sejak dari villa tadi.


Tidak sampai satu menit, Kai kembali meletakkan pedang itu ke tempatnya.


"Hanya itu??"tanya kepala pengawal tadi.


"Sudah, Uncle kami senang sekali!!"ujar Kai lagi mengelus perutnya.


"Oooo mereka kembar ya??"tanya kepala pengawal itu.


"Iya, dan jika lancar satu bulan lagi mereka akan segera lahir. Terima kasih telah mewujudkan keinginan istri saya, Tuan."kata Melvin menunduk hormat.


"Tidak masalah, saya juga ikut senang apalagi kalian datang dari negara yang jauh hanya untuk melihat pedang ini!!"ujar kepala pengawal itu.


"Sekali lagi terima kasih atas bantuannya unyuk adik saya!!"ujar Alden tulus. Tulus matamu......


"Saya harus kembali bertugas, silakan nikmati kunjungan Anda sekeluarga!!"ujar kepala pengawal itu lalu pergi meninggalkan Kai dan kedua kakaknya.


"Bagaimana Bang Jo??"tanya Kai menekan earphone di telinganya.


"Done!!"sahut Jo.


"Good!!"sahut Kai.


"Ayo pulang, Adek!!"ujar Alden.


Ke tiganya meninggalkan museum lalu masuk ke mobil dan kembali ke villa. Sepanjang perjalanan Melvin tidak bisa menahan tawanya mengingat akting sang adik tadi.


"Kau kenapa, Vin??"tanya Alden.


"Tidak, hanya saja lucu mengingat akting Adek tadi!!"ujarnya sambil terus tertawa Alden pun jadi ikut tertawa, benar tadi sangat lucu.


Kai yang kesal mengeluarkan buntalan dari dalam perutnya lalu memukulkannya pada kedua kakak lucknut nya itu.

__ADS_1


"Ampun Baby/ Adek!!"sahut keduanya namun tetap tertawa cekikikan.


__ADS_2