
Kai segera membersihkan diri karena kelelahan akhirnya ia pun ketiduran.
Sedangkan para tetua dan kakak tertuanya saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Jadi, dimana kalian bertemu dengan adik kalian??"tanya Papa Jacob yang baru saja pulang dari kantor dan mendengar sang putri kembali membuat ulah.
"Sebenarnya tadi kami bertemu dengan Baby di garasi mansion. Kami tadi bertemu dengan teman-teman Baby yang ikut bolos dengannya dan mengatakan kalau mereka akan pulang ke rumah masing-masing. Jadi kami memutuskan untuk pulang ke mansion, Pa!!"jelas Alden pada Papa Jacob.
"Tapi kenapa Baby tiba-tiba seperti ini??'kata Daddy Aldric merasakan ada hal aneh dengan sang putri.
"Ntahlah, Kak Silvia apa Baby sering seperti ini sebelumnya.??"tanya Mommy Fanny.
"Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Apa sebaiknya kita tanya Bryan atau William saja??"tanya Mama Silvia.
"Sepertinya itu ide yang bagus, jangan sampai hal buruk terjadi pada Baby nanti!!"tukas Papa Jacob.
Daddy Aldric segera menghubungi William. Panggilan pun tersambung.
".............."
"Will, ada yang Daddy tanyakan mengenai adikmu!!"
"............."
"Tadi dia bolos sekolah, tapi anehnya keberadaannya hilang begitu saja di sebuah tempat dan handphonenya tidak bisa dihubungi sama sekali."
"..........."
"Dia baru saja pulang, Will"
"............"
Daddy Aldric pun menyalakan loud speaker handphone miliknya.
"Kalau dia seperti itu Dad, berarti dia dalam keadaan kacau. Itu adalah bagian lain dari dirinya. Jika hatinya merasa kacau secara tiba-tiba dia akan uring-uringan namun dia tidak akan pernah menceritakan apa yang ia rasakan pada kita Dad. Dia akan pergi ke suatu tempat untuk menenangkan pikirannya. Kami pun tidak mengetahui di mana tempat yang sering ia datangi itu Dad. Bahkan Kim pun tidak mampu menembus sistem keamanan tempat itu."
"Lalu kami harus bagaimana, Will. Daddy takut jika terjadi hal buruk pada adikmu jika ia berada di luar jangkauan kita!!"
"Daddy tenang saja tempat itu pasti aman"
"Kau tau jika adikmu membuat murid dua sekolah bolos bersama??"
"Jangan ragukan itu, Dad. Semua pasti akan mengikuti perintah iblis gemoy itu!!"
"Baiklah, maaf Daddy sudah mengganggumu."
__ADS_1
"Tak apa, Dad. Kabari kami jika terjadi sesuatu!!"
"Baiklah, Daddy tutup dulu"
"Sekarang aku sudah paham kondisinya. Kita harus membuat Baby nyaman bersama kita. Karena menurutku, selama ini ia tidak ingin bercerita mungkin karena ia sudah terbiasa menghadapi semua masalah seorang diri. Hingga ia jenuh karena menyimpan terlalu banyak masalah di kepalanya. Contohnya saja ketika ia tertembak ketika menjalankan misi di Brazil. Dia diam jika waktu itu dia tidak didorong oleh keturunan Alexander maka kita tidak akan tau kalau dia sedang terluka."papar Papa Jacob.
"Kau benar Kak, apalagi sekarang Baby memiliki tanggung jawab mengurus perusahaannya. Pasti untuk anak seumuran Baby itu sangat membosankan. Alden dan Alan saja tidak mau ikut mengurus perusahaan ku dengan berbagai alasan."kata Daddy Aldric.
"Tapi mana Baby, kenapa dia belum juga turun ini sudah waktunya makan malam!!"kata Opa Matius.
"Aku akan melihatnya Opa!!"ujar Chayton mencuri start dari saudara-saudara nya yang lain.
"Ck, si pirang itu!!"keluh Jo kesal.
"Kau pun sama Dude!!"goda Daichi.
"Aish, diam kau Daichi!!"kesal Jo.
Mansion Owen benar-benar sangat ramai sejak kedatangan Kai ditambah dengan duo Yamaguchi. Keributan cek Cok kecil dan teriakan si bungsu meramaikan suasana mansion yang dulu sepi karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Sejak ada Kai semuanya selalu berusaha untuk bisa pulang lebih awal ke mansion.
Chayton sudah sampai di kamar Kai. Melihat adiknya tertidur pulas Chayton sebenarnya tidak tega untuk membangunkannya. Namun jika tidak dibangunkan Kai akan melewatkan makan malamnya dan seharian tadi belum tentu sang adik makan dengan baik. Pikir Chayton.
"Baby.......wake up now!!"kata Chayton menepuk pelan wajah sang adik.
"Hmmmmmm..mm sebentar lagi Bang, Kai masih mengantuk!!"kata Kai semakin masukkan tubuhnya ke dalam selimut.
"Eughhhhhhh....."Kai mengucek matanya.
"Jangan dikucek ntar semakin merah. Ayo cuci muka sekarang!!"kata Chayton.
"Gendong!!"rengek Kai merentangkan kedua tangannya.
Chayton segera menggendong sang adik menuju kamar adik dan mencuci wajahnya. Lalu kedua turun ke bawah dengan posisi Kai masih berada di gendongan sang kakak.
"Ting......."
Suara kotak besi itu terbuka. Semua mata melihat ke arah asal suara dan melihat Kai masih setengah bangun di gendongan Chayton.
"Baby, kenapa??' tanya Papi Jason.
"Mode manja on!!"jawab Chayton.
Chayton meletakan sang adik di atas pangkuannya dan mendapat tatapan permusuhan dari semua saudaranya. Si pelaku cuek bebek dan melanjutkan aktifitasnya.
Semua makan malam dengan tenang.
__ADS_1
Usai makan seluruh keluarga akan melakukan sidang pada tersangka bolos yang membuat heboh dua sekolah itu.
"Baby..."panggil Opa Matius pada Kai yang duduk diantara Oma Emma dan Mami Harlin.
"Iya, Opa!!"jawab Kai menunduk.
"Jadi tadi pergi menghilang ke mana??"tanya Opa Matius lagi.
"Apa maksudmu Kak Mat??"tanya Opa Lucifer tidak paham maklum Opa Lucifer baru pulang ke mansion sesaat sebelum makan malam.
"Cucu tersayangmu itu tadi membawa teman sekelasnya bolos, dan juga murid sekelas dari sekolah lamanya!!"tutur Opa Matius.
"Benarkah???"pekik Opa Lucifer senang.
"Akhirnya Baby kau memiliki kenakalan selayaknya anak seusiamu!!"kata Opa Lucifer terlihat sangat senang.
"Dad, kau baik-baik saja?"tanya Papi Dixon mengerutkan dahinya.
"Aku baik, memangnya kenapa??"tanya Opa Lucifer heran.
"Astaga sayang......kau baru saja menyemangati cucumu untuk bolos!!"geram Oma Emma.
"Harusnya kalian senang kan. Baby akhirnya nakal seperti layaknya anak seusianya. Tidak cuma memegang pistol atau katana. Aku sudah lama ingin mendengar ini dan mendapat panggilan dari kepala sekolah untuk menegur cucu kesayanganku!!"kekeh Opa Lucifer.
"Aaaaaa saranghaeyo, Opa....."teriak Kai berlari ke pangkuan Opa Lucifer.
Semua yang hadir di sana menjatuhkan rahang melihat reaksi Opa Lucifer yang di luar perkiraan BMKG.
"Sayang Opa banyak-banyak. Besok Kai akan ajak Opa ke pulau pribadi milik Kai. Seru Opa. Tadi semua teman-teman Kai sangat senang Kai ajak ke sana. Opa bisa berselancar??"tanya Kai antusias.
"Of course, Baby. Sepertinya Opa juga perlu refreshing karena otak Opa sudah berasap dengan masalah di kantor dan juga masalah ZEUS."ujar Opa Lucifer sedikit mengeluh.
"Jadi Baby, kau membawa seluruh teman-teman mu untuk bolos?"tanya Opa Lucifer penasaran.
"Iya Opa, sebenarnya tadi mereka ingin bolos di sekitaran sekolah namun Kai menolaknya mana seru kalau bolos di sekitaran sekolah. Jadi Kai ajak mereka ke pulau pribadi Kai."cerita Kai bersemangat.
"Bagaimana kalian bisa lolos dari satpam sekolah??"tanya Opa Lucifer.
"Kai menyuruh satpam sekolah membeli nasi uduk di warung belakang sekolah untuk kepala sekolah, saat ia pergi kami pun segera melarikan diri dengan mendorong motor!!"kata Kai.
"Pantas saja satpam itu tadi misuh-misuh mencari kalian!!"sela Alan.
"Kau hebat Baby!!"kata Opa Lucifer lagi.
"Astaga, Lu kau benar-benar.......!!"gerutu Opa Matius kesal dengan sang adik.
__ADS_1
Yang lain hanya bisa bisa mengelus dada niat untuk menyidang Kai sirna sudah.