Saat Cinta Harus Memilih

Saat Cinta Harus Memilih
Season 2-Riana Bertemu Annie, Adik Willy


__ADS_3

Bab 100


"Kak Riana," seorang gadis remaja memanggil Riana saat dia sedang berdiri di depan kantor ekspedisi "Lintas Jaya Pulau".


Riana berdiri di halaman kantor ekspedisi 2 pintu ruko milik papanya itu sambil mengatur barang yang harus diantar.


Riana menoleh. "Kamu...?" dia berusaha mengingat gadis remaja berusia 15 tahunan itu.


"Aku Annie, Kak. Dulu kita satu sekolah waktu SMP," gadis remaja itu mengingatkan Riana.


"Oh... iya! Betul! Kamu Annie, adiknya Willy kan?" yakin Riana.


"Iya, Kak. Willy abangku dan satu sekolah dengan kita juga. Cuma waktu Bang Willy kelas III, aku kelas I, dan Kak Riana kelas II bareng Kak Ayu," jelasnya.


"Wah... kebetulan sekali! Iya, aku sangat ingat. Ingat sekali, Annie!" Riana tertawa lepas dan langsung memeluk bahu gadis remaja itu. Akhirnya yang diharapkan datang juga. Ibaratnya pucuk dicinta ulam tiba.


"Gimana kabarmu?" tanya Riana. "Ayo, kita masuk ke dalam dulu biar bisa bicara lebih tenang," Riana merangkul bahu Annie dan membawanya masuk ke dalam.


"Kamu ngapain di sini? Kebetulan lewat ya?" tanya Riana sambil menyorongkan sebuah kursi untuk Annie. "Duduk di sini, Annie," katanya.


Annie pun duduk sambil memegang amplop besar berwarna coklat yang di dalamnya berisi barang-barang.


"Ini apa, Annie? Kamu mau kirim barang?" tanya Riana sambil melirik amplop besar yang dipegang Annie.


"Iya, Kak. Ini 3 buku novel yang mau dipinjam temanku yang tinggal di Bogor. Aku mau kirim ke dia," jawab Annie.


"Oh, baik, taruh sini saja. Nanti aku timbang berapa kilo. Alamatnya sudah ditulis jelas kan?" Riana meraih amplop besar coklat itu dan melihat alamat yang tertera di situ. "Harus lengkap juga tulis alamat pengirim dan nomor handphone penerima."


"Sudah, Kak. Sudah kutulis semua di situ. Berapa ongkos kirimnya, Kak Riana?" tanya Annie bermaksud mengeluarkan dompetnya.


"Santai... Nanti baru kita hitung. Nggak mahal kok," senyum Riana. "Kamu nggak buru-buru kan, Annie? Ngobrol dulu dengan Kakak."


"Nggak, Kak," Annie menggeleng kecil.

__ADS_1


"Baguslah, Kakak mau tanya kabar abangmu, Annie," kata Riana.


"Oh, Bang Willy? Dia baik-baik saja. Sudah lama nggak ketemu ya, Kak Riana? Pengen ketemukah?" Annie ketawa. Masih diingatnya dulu Riana naksir Willy tapi Willy nggak mau karena lebih suka Ayu.


"Betul. Gimana kabar Willy, Annie? Sebenarnya beberapa hari lalu aku sempat bertemu abangmu secara tak sengaja di kafe "Yummy-yummy", tapi dia buru-buru pergi sehingga kami tak sempat bicara banyak."


"Oh, begitukah?" Annie manggut-manggut. "Bang Willy baik-baik saja kok," beri tahu Annie.


"Syukurlah," Riana menarik napas lega dan meluruskan posisi duduknya yang berhadapan dengan Annie.


"Lalu, apakah dia masih pacaran dengan Ayu?" pancing Riana.


"Ya jelas masihlah, Kak. Hahaha," Annie tertawa lepas.


Ups! Ternyata benar dugaan Riana, Ayu masih pacaran dengan Willy. Pantas saja dia salah tingkah saat bertemu Riana yang melihatnya bersama boss-nya.


Pasti Ayu berselingkuh tanpa sepengetahuan Willy, tebak Riana. Memang kejam hati gadis itu, tega mengkhianati cowok sebaik Willy yang Riana tahu pasti sangat mencintainya.


"Jadi hubungan Willy dan Ayu masih baik-baik sajakah?" tanya Riana ingin tahu.


"Iya, betul!" Riana memastikan. "Lalu, abangmu sekarang kerja di mana? Dan Kak Ayu apakah sering datang ke rumah kalian? Di mana dia bekerja?" berondong Riana.


"Siapa, Kak?" Annie agak bingung diberondong banyak pertanyaan sekaligus.


"Willy dan Ayu. Di mana mereka kerja?" ulang Riana.


"Oh... Bang Willy kerja di panglong "Makmur", sedang Kak Ayu kalau nggak salah di perusahaan... perusahaan... Mitra Sejati."


"Oh, panglong "Makmur" yang di seberangnya ada supermarket "Serba Ada" itukah?" tanya Riana takjub. Dia takjub Willy ternyata kerja di panglong yang di seberang supermarket "Serba Ada" yang sering dikunjunginya.


"Betul, di situlah Bang Willy kerja. Sudah 2 tahun," beri tahu Annie.


"Wah. Mantab. Lalu Kak Ayu kerja sebagai apa di perusahaan "Mitra Sejati"?" tanya Riana penasaran.

__ADS_1


"Oh... Kak Ayu bertugas sebagai celaning service di sana."


Dug! jantung Riana berdegup kencang. Jadi Ayu ternyata bekerja sebagai cleaning service di perusahaan Pak Ardian? Riana merasa terkecoh karena mengira Ayu adalah sekretaris boss-nya. Melihat dandanan Ayu yang seksi waktu jalan-jalan dan nonton bersama boss-nya di cinema, membuat Riana berpikir mungkin Ayu sekretaris boss-nya.


"Kak Riana kenapa ingin tahu soal Kak Ayu?" Annie balik bertanya.


"Hah? Kakak pengen tahu kabar dan perkembangan karier mereka saat ini. Kan kami sama-sama satu kelas dulu. Cuma Willy satu tingkat di atas kami," Riana tersenyum simpul saat memberi penjelasan pada Annie supaya gadis remaja itu tak mencurigainya.


"Oh...," gadis yang masih remaja itu mengangguk. "Tapi walaupun sudah pacaran 6 tahun dengan Bang Willy, Kak Ayu jarang sekali berkunjung ke rumah."


"Ah, masa?" Riana seolah tak percaya.


"Iya, Kak. Dulu saja sudah jarang, apalagi sekarang. Makin nggak pernah. Semua cerita mengenai Kak Ayu terpaksa kami tanyakan sama Bang Willy karena kan kami nggak pernah komunikasi dengan Kak Ayu lagi," Annie bertutur sedih.


"Wah, bagaimana bisa jadi kakak ipar kalian kalau nggak pernah lagi berkunjung ke rumah?" kritik Riana.


"Iya, makanya, Kak. Kak Ayu itu sepertinya tidak menghargai Ibu karena tidak pernah mengunjungi kami. Dia suka-suka saja. Asalkan kami minta Bang Willy membawa Kak Ayu berkunjung ke rumah hari Minggu, pasti Bang Willy bilang Ayu-nya capek mau istirahat di rumah. Bahkan kadang Bang Willy pun nggak boleh berkunjung ke rumahnya hari Minggu. Seperti ada yang dirahasiakan," beber Annie.


"Nah, itu dia! Sepertinya Kak Ayu-mu itu tidak jujur. Ada yang dia sembunyikan dari abangmu dan keluarga kalian," hasut Riana.


"Menurut Kak Riana apa yang dia sembunyikan dari kami, Kak?" tanya Annie polos.


"Kamu tahu selingkuh?" pancing Riana.


"Selingkuh?" Annie membelalakkan mata.


"Iya, selingkuh! Itu alasan kenapa orang harus main rahasia-rahasiaan yang bikin pasangannya curiga," bakar Riana.


"Wah, gawat dong kalau gitu! Bang Willy pasti akan sangat sedih kalau tahu Kak Ayu berselingkuh," Annie tampak khawatir.


"Iya, makanya kalau kamu sayang abangmu, suruh dia jangan terlalu percaya sama Ayu. Pacar abangmu itu dalamnya licik, Annie, walaupun luarnya tampak baik. Air tenang msnghanyutkan. Diam-diam makan dalam. Huh!" sinis Riana.


Annie melihat ekspresi wajah Riana yang tampak berapi-api saat menjelek-jelekkan Ayu di depannya. Apa benar seperti kata Kak Riana kalau Kak Ayu itu sebenarmya jahat? Apa mungkin dia menjahati abangnya yang sudah sangat

__ADS_1


baik padanya dan sangat mencintainya selama ini? Hati Annie mulai bimbang dan ragu.


* * *


__ADS_2