Saat Cinta Harus Memilih

Saat Cinta Harus Memilih
Season 2-Kemesraan Ardian-Ayu di Berastagi


__ADS_3

Bab 54


Kuda yang ditunggangi Ardian sampai kembali di depan villa setelah setengah jam mengelilingi sekitaran kompleks. Pemilik kuda sedang menunggu kuda miliknya sambil duduk di batu yang ada di halaman.


Ayu melompat turun dari punggung kuda dengan satu kaki menginjak sadel dan satu lagi menginjak tanah. Ardian menyusul kemudian.


"Ini, Pak, duitnya," Ardian menyerahkan selembar uang kertas rupiah pada pemilik kuda sebagai bayaran atas sewa kuda miliknya selama setengah jam.


"Terima kasih, Pak," kata pemilik kuda lalu menyimpan duit pembayaran Ardian dan menarik tali kudanya untuk pergi dari situ.


"Senang, Yu?" tanya Ardian pada Ayu yang berdiri di sampingnya.


"Iya, Pak," Ayu mengangguk dengan wajah sumringah yang bersemu merah.


Di depan villa saat ini hanya ada Ardian dan Ayu. Karyawan-karyawan lain tak tampak di sana. Sepertinya mereka berpencar ke berbagai tempat yang ada di kompleks. Mungkin ke kantin, ke kolam renang, atau ke tempat olahraga lain.


"Kita ke kolam renang sekarang, Yu?" Ardian mengajak Ayu yang masih tersenyum sumringah.


"Pak Ardian mau berenang?" tanya Ayu sambil menatap Ardian dengan bola matanya yang bundar dan indah.


"Iya, Yu, kamu mau ikut berenang?" tanya Ardian balik.


"Boleh juga, Pak. Tapi aku nggak bawa baju renang," jawab Ayu.


"Bisa sewa di sana, Yu," kata Ardian.

__ADS_1


"Oh, baiklah kalau begitu, Pak," balas Ayu.


Ayu dan Ardian berjalan berdampingan menuju kolam renang yang letaknya agak jauh dari villa tempat Ardian dan Ayu tinggal. Mereka jalan kaki sambil bercakap-cakap dengan semangat. Sesekali terdengar tawa lepas dari Ardian dan tawa renyah dari Ayu. Mereka berdua sangat cocok berbicara dan saat berjalan tampak seperti pasangan yang serasi.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di kolam renang. Di dekat kolam renang ada kantin tempat di mana para pengunjung bisa duduk sambil makan atau minum. Rupanya para karyawan perusahaan Ardian berkumpul di situ. Sisanya ada di dalam kolam sedang berenang.


"Kamu bisa berenang kan, Yu?" tanya Ardian.


"Bisa, Pak," jawab Ayu.


Ardian membawa Ayu ke tempat sewa baju renang. Ayu memilih satu baju renang berwarna biru sedangkan Ardian pun mengambil satu celana renang.


"Ohiya, aku lupa, kita pakai beli saja baju dan celana renangnya, jangan pakai sewa," kata Ardian sambil mengembalikan celana renang yang baru dipegangnya dan baju renang yang ada di tangan Ayu pun disuruh Ardian untuk dikembalikan.


"Lho, emang kenapa, Pak?" tanya Ayu heran.


"Ada, Pak," jawab penjaganya lalu mengeluarkan baju renang wanita yang baru yang terbungkus di dalam plastik dan celana renang pria yang juga masih baru.


Ardian menanyakan harganya pada si penjaga lalu membayar keduanya. Satunya yang baju renang wanita berwarna merah jambu dia sodorkan pada Ayu, sedangkan yang satunya lagi baju renang pria dia genggam sendiri untuk dibawa ke kamar ganti.


Ardian dan Ayu masuk ke kamar ganti yang berbeda, menukar baju yang mereka kenakan dengan baju dan celana renang yang baru dibeli Ardian.


Sepuluh menit kemudian mereka sudah selesai mengganti baju dan keluar dari kamar ganti. Para karyawan cewek yang kebetulan ada di kantin spontan menoleh dan memfokuskan pandangan pada sosok Ardian yang keluar dari kamar ganti di dekat kantin dengan hanya mengenakan celana renang.


Wow! pekik para cewek itu dalam hati masing-masing begitu disajikan pemandangan yang amat menawan di depan mata.

__ADS_1


Bagaimana tidak, Ardian memiliki tubuh atletis yang tinggi dan kekar dengan tonjolan otot bisep trisep di lengan dan perut six pack berbentuk enam kotak-kotak. Tak heran kalau bukan hanya para karyawan cewek di situ yang berdecak kagum, tapi juga cewek-cewek lain yang tinggal di villa yang berjauhan dari mereka.


Ardian sebenarnya merasa agak risih juga dipandang dengan mata berbinar oleh para cewek yang ada di situ, tapi dia berusaha tetap tenang dan tak menghiraukan pandangan mereka.


Tak lama kemudian Ayu muncul di samping Ardian. Ardian yang meliriknya sekilas merasa hatinya berdesir melihat pemandangan indah tubuh Ayu yang berdiri di dekatnya. Dengan cepat Ardian mengajak Ayu keluar dari kantin dan berjalan masuk ke area kolam renang.


Ayu dan Ardian sudah sampai di tepi kolam. Tanpa menunggu aba-aba lebih lama, keduanya menceburkan diri ke kolam dan mulai berenang dengan gaya yang mereka sukai.


Para karyawan yang juga ada di kolam tentu saja melihat kedatangan Ardian dan Ayu barusan, termasuk Shella yang sejak sejam lalu sudah berendam di kolam.


Mata Shella yang tadi tampak riang gembira bermain-main dan berenang di dalam air, sekarang berubah menyala-nyala seperti ada api yang berkobar. Di pelupuk matanya terlukis bayangan Ayu dan Ardian yang sedang berenang berdekatan dengan wajah senang.


Shella benar-benar geram melihat Ayu. Di Berastagi ini, gadis cleaning service yang pernah menyelamatkan Ardian itu betul-betul berusaha mencari simpati dan menarik perhatian Ardian. Bahkan Shella merasa Ayu seperti sengaja menggoda Ardian dengan kecantikan, kemanisan wajahnya dan keelokan lekuk tubuhnya yang menggairahkan.


Untuk berenang mendekati Ardian dan Ayu, Shella merasa sangsi karena dia sudah mendapat teguran dan peringatan serius dari Ardian tadi waktu di kamar cowok itu, saat dia memergoki Ardian dan Ayu berdua.


Tak mendekati, Shella merasa nyala api di dadanya semakin berkobar dan menyala-nyala walaupun tubuhnya terendam di dalam air kolam yang dingin.


Karena tak tahan lagi melihat kedekatan dan kemesraan Ardian dan Ayu, Shella memilih untuk keluar dari dalam kolam dengan wajah kusut merengut seperti jeruk purut.


"Aduh, Pak Ardian! Jangan menciprati Ayu dengan air dong! Ayu jadi susah bernapas nih. Hahaha. Hihihi," begitulah suara Ayu yang manja, kedengaran sangat merdu, nyaring, dan menggoda di telinga siapa saja yang kebetulan ada di situ.


Para karyawan yang ikut berenang di sana ada yang senang melihat kedekatan dan keriangan Ardian-Ayu, tapi lebih banyak yang iri dan dengki melihat Ayu begitu diistimewakan Ardian.


Di mata para karyawan yang turut senang melihat boss mereka ternyata bisa baik dan ramah pada seorang gadis walaupun hanya cleaning service, Ardian-Ayu adalah teman baik yang bisa menjadi pasangan serasi. Sedangkan di mata para karyawan terutama karyawan cewek, Ardian-Ayu tampak seperti 2 orang yang sedang memamerkan kemesraan di depan orang ramai, yang membuat kesal hati mereka. Orang yang mereka kesali tentu saja bukan Ardian, tapi Ayu.

__ADS_1


* * *


__ADS_2