
Bab 67
Tak lama kemudian sebuah foto masuk ke WA Ardian. Dengan tak sabar Shella men-download foto itu dan melihatnya. Mulut Shella ternganga karena di foto itu terpampang sepasang muda-mudi ber-selfie di tepi sungai.
"Tuh... foto aku dan Nia di tepi sungai Asahan," kalimat yang muncul berikutnya menjelaskan foto itu.
"Hah? Ini kamu dan Nia?" balas Shella tak percaya di chat WA-nya Ardian.
"Iya, dong! Sudah terbukti kan kalau Nia itu pacarku dan aku bukan pencuri hp orang," tulis Riko.
"Jadi kamu namanya siapa?" Shella penasaran membalas chat Riko. Sementara Ardian yang duduk di depan Shella melihati Shella yang lagi mengetik-ngetik di hp android-nya dengan tatapan menunggu.
"Rahasia dong. Mau tahu saja," balas Riko.
Shella mengatupkan bibir. Bukan main gemasnya dia pada cowok yang sedang chat dengannya itu.
"Emang apa istimewanya kamu kok pakai rahasia-rahasiaan segala?" balas Shella kesal.
"Nggak penting kamu tahu siapa. Yang penting kamu kasih tahu sama yang namanya Ardian itu kalau Nia sudah punya pacar di Tanjungbalai. Jadi kasih tahu Ardian jangan lagi menelepon ke sini. Karena Nia tak mau bicara dengan cowok playboy yang suka gonta-ganti cewek. Huh!"
"Eh... kamu jangan sembarang nuduh ya! Ardian itu cowok baik-baik," bela Shella.
"Ya sudah, peduli amat! Kasih tahu Ardian kalau Nia sudah punya pacar. Jangan ganggu-ganggu lagi. Okey?" Riko memutus chat dengan Shella dan segera off dari WA-nya Nia.
"Kurang asem!" Shella menahan geram.
"Ada apa, Shel?" Ardian menatapnya heran.
"Oh, cowok yang bicara denganku ini sungguh menyebalkan, Pak! Dia ngaku-ngaku pacarnya Nia," jelas Shella.
"Emang kenyataan dia pacar Nia kan?" tanya Ardian dengan suara kecil.
"Aku tak percaya, Pak!" tegas Shella.
"Balikkan dulu hp-ku," Ardian menyodorkan tangannya meminta kembali hp android-nya yang dipegang Shella.
__ADS_1
"Eh...," sebelum Shella yang bermaksud menghapus foto kiriman cowok yang mengaku pacar Nia itu menjalankan niatnya, Ardian sudah mengambil kembali hp-nya.
"Pak, Pak, tunggu sebentar. Chat-nya belum aku hapus," kata Shella dengan nada khawatir.
Ardian jadi curiga melihat ekspresi wajah Shella. Dengan penasaran dia membuka chat WA antara Shella dengan cowok yang mengaku pacar Nia itu. Alangkah terkejutnya saat dia mendapati foto kiriman cowok itu dan membaca kalimat penjelasnya.
"Dia... ini...," Ardian ternganga.
"Bapak kenal cowok itu?" tanya Shella hati-hati.
Ardian memperhatikan foto Nia yang sedang berdua dengan seorang cowok di depan latar sungai Asahan. Nia dan cowok itu ber-selfie dengan wajah menghadap kamera sambil tersenyum simpul.
Bukan main panasnya hati Ardian melihat foto itu. Nia... Nia... ternyata kamu tak setia. Kamu bukan hanya bisa berfoto berdua denganku di tepi sungai keramat kita, tapi juga dengan cowok lain yang sama sekali tak kukenal. Inikah pacarmu, Nia? lirih Ardian.
"Pak Ardian kenal cowok itu?" ulang Shella lagi. Dia agak cemas melihat perubahan mimik wajah Ardian yang merah padam seperti menahan gejolak amarah di dada.
"Nggak," jawab Ardian ketus lalu mencampakkan hp android-nya ke samping dan pura-pura membuka laptop-nya.
"Pak... aku rasa ada yang janggal. Aku tak percaya cowok itu pacarnya Nia," ujar Shella dengan suara perlahan mengikuti irama hati Ardian.
"Pak, selembar foto tidak bisa dijadikan bukti. Kenapa Bapak langsung percaya?Bisa saja itu hanya foto Nia dengan temannya," Shella mencoba menghibur Ardian.
"Kalau teman kenapa ngaku pacar?" tanya Ardian.
"Ya... bisa jadi karena cowok itu sendiri yang suka sama Nia jadi mengaku-ngaku pacarnya. Belum tentu Nia suka sama dia. Kalau dari cerita Tante Siska yang bilang Nia anaknya baik dan tak sombong, pastilah dia akan mengiyakan kalau hanya diminta temannya foto selfie berdua," terang Shella.
"Haha. Kamu nggak usah mencoba menghiburku," tawa Ardian getir.
Shella menarik napas panjang. Beberapa saat dia diam, sepertinya sedang berpikir keras. Setelah menemukan jalan keluar, Shella berkata, "Pak, bagaimana kalau akhir pekan ini kita ke Tanjungbalai mencari Nia? Aku penasaran banget sama Nia, sahabat masa kecilnya Bapak itu."
Ardian mengernyitkan alis, menatap Shella dengan tatapan aneh.
"Kenapa, Pak? Usulku ini lumayan bagus, Pak. Jangan menatapku dengan tatapan aneh seperti itu dong, Pak. Hehe," nyengir Shella.
"Ehm...," Ardian mendehem.
__ADS_1
"Mau kan, Pak? Kita ke Tanjungbalai hari Sabtu ini?" ajak Shella.
"Kamu mau naik kereta api?" tanya Ardian polos.
"Nggak dong, Pak. Pak Ardian yang nyetir mobil sendiri. Kan cuma 4-5 jam saja ke sana," jawab Shella.
"Kamu pernah ke sana?" tanya Ardian lagi.
"Pernah, Pak. Dulu sekali waktu masih SMP diibawa mamaku jalan-jalan ke sana."
"Oh."
"Gimana, Pak? Jadi kan kita ke sana?" harap Shella.
"Perginya hari Sabtu ini?" tanya Ardian memperjelas.
"Iya, Pak. Kita cabut dari kantor lebih awal lho. Sekitar pukul 2 siang sudah boleh berangkat. Entar sampai.di sana menjelang malam langsung check-in hotel. Besok paginya baru cari Nia di rumahnya," Shella mengutarakan usul di benaknya.
"Nanti aku pertimbangkan," kata Ardian setelah berpikir sejenak.
"Nggak usah ragu lagi, Pak. Ini usul yang sangat bagus. Bapak bisa mencari tahu apakah Nia sudah punya pacar atau belum. Apakah cowok yang tadi ngaku-ngaku memang benar pacarnya Nia. Sekaligus melepas rindu sama sahabat masa kecilnya Bapak itu," cerocos Shella meyakinkan Ardian.
"Iya, kamu siap-siap saja hari Sabtu ini. Kalau jadi kita langsung berangkat siang-siang seperti usulmu," balas Ardian akhirnya.
"Horeee...! Benar ya, Pak?" sorak Shella kegirangan. Matanya berbinar karena Ardian menyetujui usulnya. Itu artinya dia akan bisa jalan-jalan ke luar kota bareng boss mudanya yang tampan itu. Tak tanggung-tanggung, bisa berduaan terus di dalam mobil selama perjalanan ke sana. Belum lagi check in hotel berbintang.
"Sudah, kamu lanjutkan pekerjaanmu," kata Ardian melihat Shella masih duduk santai di depannya.
"Iya, Pak," senyum Shella lalu bangkit dari kursinya.dan berbalik pergi sambil memegang map berisi berkas-berkas yang sudah ditandatangani Ardian.
Setelah Shella keluar dari ruang kerjanya, Ardian mengalihkan perhatiannya dari laptop-nya ke hp android-nya yang tergeletak di meja.
Ardian meraih hp itu dan membuka kembali chat WA antara Shella dengan cowok yang mengaku pacar Nia tadi. Dia ingin melihat kembali foto selfie berdua Nia dengan cowok itu. Tapi sebenarnya, dia lebih ingin melihat wajah Nia dengan jelas untuk melepaskan seluruh kerinduannya terhadap gadis itu selama berbulan-bulan.
* * *
__ADS_1