Saat Cinta Harus Memilih

Saat Cinta Harus Memilih
Season 2-Ardian dan Ayu di Departmen Store


__ADS_3

Bab 81


Mobil yang dikendarai Ardian sudah sampai di depan mal. Ardian memarkirkannya di tempat parkiran mobil yang di dalam gedung. Setelah itu Ardian dan Ayu turun dari mobil dan berjalan puluhan meter untuk sampai di lift yang akan membawa mereka ke lantai atas.


Mereka masuk ke lift yang lumayan penuh sekitar 6-7 orang. Masing-masing penumpang lift menekan tombol lantai yang ingin dituju. Ardian memilih lantai tiga di mana terdapat departmen store besar dan ternama yang lengkap menjual baju, tas, sepatu, peralatan rias, dan aksesoris lainnya.


Selama di dalam lift sampai keluar dari lift, Ardian dan Ayu terus menjadi pusat perhatian pengunjung-pengunjung lain yang berada di dekat mereka. Karena ketampanan Ardian yang seperti bintang film terkenal ditambah penampilannya yang jelas anak milioner.


Lalu mereka melihat gadis belia yang berdiri di dekat pemuda tampan dan kaya itu. Gadis itu juga tampak sangat cantik dan manis dengan riasan lengkap tidak terlalu tebal namun baju dan rok yang dikenakannya terkesan sangat sensual, menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya yang menawan.


Mereka pasangan serasi yang mengundang iri orang-orang di sekitarnya. Pantaslah keduanya bersanding karena sama-sama tampan dan cantik. Cowoknya kelihatan kaya, ceweknya kelihatan modis dan wangi. Padahal seandainya saja mereka tahu cewek yang dibawa pemuda tampan kaya itu adalah karyawannya sendiri yang bertugas sebagai cleaning service di perusahaan si cowok.


Ayu pandai menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di mana dia berada dan bersama siapa. Karena yang keluar bersamanya hari ini adalah boss-nya yang pasti mengenakan pakaian mahal ber-merk dan menyetir mobil mewah, maka Ayu pun merasa harus tampil okey supaya klop dengan Ardian.


Dengan begitu, dia tak akan membuat Ardian merasa tak enak bila orang-orang memperhatikan perbedaan yang mencolok antara cowok itu dengan dirinya. Karena itulah Ayu mengatur


baik-baik supaya tidak ada masalah yang timbul.


Ardian membawa Ayu memasuki departmen store yang ada di lantai 3. Kalau dulu dia membawa Nia masuk ke butik baju yang mahal, kali ini dia mengajak Ayu mengelilingi departmen store yang sangat besar dan lengkap.


"Pilih barang yang kamu mau, Yu. Aku akan membayarnya nanti," kata Ardian.

__ADS_1


"Barang apa, Pak?" Ayu tak tahu harus beli apa karena dirasanya dia tak membutuhkan barang-barang mahal yang dipajang di sekelilingnya.


"Ya pilih saja sesukamu. Mana yang kamu suka ambil. Atau barangkali kamu ingin membeli sesuatu untuk ibumu atau adikmu?" ingat Ardian.


Ayu tepekur. Iya, benar juga, batinnya. Sepertinya adiknya, Anjas butuh tas sekolah yang baru karena tas sekolahnya yang sekarang sudah mulai robek di sana sini karena sudah 3 tahun digunakan mengangkat buku-buku pelajaran yang sangat berat setiap hari.


"Aku mau beli tas sekolah untuk adikku Anjas," kata Ayu.


"Oh, di sebelah sana," seperti sudah biasa mondar-mandir di departmen store yang ternama itu, Ardian menunjuk ke satu arah.


Ayu mengikuti langkah kaki Ardian ke sana. Memang benar, di sana terpajang aneka tas sekolah dari berbagai merk ternama yang pasti terjamin kwalitasnya kalau dilihat dari harganya.


"Wah, mahal sekali tas ini!" seru Ayu hampir menjerit saat melihat tas sekolah cowok berbentuk ransel berharga lima ratus ribu rupiah. Ayu langsung menurunkan tangannya karena biasanya dia membeli tas seharga seratusan ribu saja untuk Anjas.


"Nggak, Pak, harganya mahal sekali," jawab Ayu menolak. Namun Ardian melihat mata Ayu memang tak bisa lepas memperhatikan tas itu. Tampaknya gadis itu sangat menyukainya namun segan mengambilnya karena dibayarkan Ardian.


"Iya, kita ambil saja yang ini untuk adikmu," Ardian memegang tas itu dan bersiap-siap memasukkannya ke dalam plastik besar transparan yang disodorkan oleh pramuniaga cewek yang berdiri di dekat mereka.


"Ini mau ya, Pak?" pramuniaga itu membuka plastik besar transparan sebelum Ardian memasukkannya ke situ.


Setelah berada di dalam plastik, Ardian menyodorkannya pada Ayu. "Nah, ini punyamu. Pilih lagi yang lain untuk ibumu dan kamu sendiri, nanti baru bayar di kasir."

__ADS_1


Amboiii... betapa royalnya Ardian pada Ayu. Cewek mana pula yang sanggup menolak tawaran itu? Apalagi yang namanya cewek, pasti suka shoping aneka tas, baju, sepatu, perlengkapan atau peralatan make up, juga beragam aksesoris dan minyak wangi dari merk ternama.


"Ohya, Yu, kamu pakai minyak wangi apa? Tercium wangi dan khas. Lembut aromanya."


"Adalah, Pak. Minyak wangi yang biasa saja, nggak begitu mahal. Hehe. Pak Ardian mana tahu merk-nya," gurau Ayu.


"Oh, iyakah? Kamu nggak mau coba yang lain? Sini aku tunjukkan," Ardian tiba-tiba menggandeng tangan Ayu menuju satu sudut lain dari departmen store. Memang betul, di sana terpajang beraneka ragam minyak wangi dari berbagai merk ternama.


"Ini, Yu, yang ini saja. Aromanya sangat manis dan sensual. Cocok untukmu," Ardian mengambil sebotol parfum dari puluhan botol yang dipajang dan menyodorkannya pada Ayu.


Ayu melihat harga yang terpampang di situ. Satu juta lebih! Ya ampun! Dia langsung membelalakkan mata dan menggeleng-geleng. "Ti-ti-dak usah, Pak. Aku tidak biasa pakai parfum yang demikian mahal," tolaknya buru-buru sambil menggoyang-goyangkan kedua telapak tangannya di depan dada.


"Jangan menolak, Yu," Ardian meraih plastik besar transparan yang dipegang Ayu dan memasukkan botol parfum yang dipegangnya itu ke dalam plastik. Kini parfum itu menjadi teman tas sekolah ransel yang sudah duluan di dalam.


"Pilihlah lagi yang lain, Yu. Baju, tas, sepatu, atau apa saja yang kamu mau ambil saja. Juga untuk ibumu dan adikmu yang ingin kamu belikan selama ini. Belikanlah supaya hati mereka senang," saran Ardian.


Karena sudah disuruh berkali-kali oleh cowok tajir itu untuk mengambil semua barang yang dia suka, maka kali ini Ayu pun tak segan-segan lagi. Dengan sepuasnya dia memborong apa pun yang dia suka. Rasanya seperti bermimpi bisa sesuka hati mengambil barang-barang bagus, cantik, dan mahal yang dipajang di sekelilingnya.


Lengkaplah sudah yang diambil Ayu dan dimasukkan sementara ke dalam 3 plastik besar transparan sebelum dibayar di kasir. Begitu dihitung di kasir, jumlah yang harus dibayar Ardian di atas sepuluh juta rupiah. Wow!


Namun mudah bagi Ardian. Dia tinggal mengeluarkan satu kartu dari sekian banyak kartu yang ada di dompetnya lalu menyerahkannya pada kasir untuk digesek. Selanjutnya, barang-barang mahal itu pun sah menjadi milik Ayu.

__ADS_1


* * *


__ADS_2