Saat Cinta Harus Memilih

Saat Cinta Harus Memilih
Season 2-Ruang Kerja Ardian dan Sebingkai Foto


__ADS_3

Bab 63


Ayu sudah sampai di depan pintu ruangan yang bertuliskan "Director". Berarti ini adalah ruang kerja Pak Ardian, pikir Ayu.


Perlahan, Ayu mendorong pintu ruangan itu setelah memutar gagangnya. Tidak ada siapa-siapa di situ. Berarti Pak Ardian belum datangkah?


Dengan hati-hati Ayu masuk ke ruangan itu yang tampak sangat mewah dan dingin oleh mesin pendingin.


Ayu berjalan menuju meja kerja Ardian, bermaksud membereskan atau merapikan alat-alat tulis yang tampak tercecer di atas meja.


Di meja itu, selain ada alat-alat tulis, map, dan kertas-kertas berkas, juga ada laptop dan sebingkai foto. Ayu meraih bingkai foto itu dan melihat sosok yang ada di foto. Ayu kurang bisa mengenali siapa yang ada di foto itu karena itu adalah foto 2 orang bocah cilik berusia sekitar 7-8 tahun. Satu laki-laki dan satu perempuan.


Bocah laki-laki ini sepertinya Pak Ardian, tebak Ayu dalam hati karena dia melihat ada kemiripan wajah bocah itu dengan Pak Ardian. Ya, tak salah lagi, ini pasti Pak Ardian! yakin Ayu setelah memandangi foto itu agak lama. Lalu, siapakah bocah perempuan yang ada di foto ini? Apakah dia adiknya Pak Ardian? Ayu menebak-nebak lagi.


Ayu tak tahu kalau foto yang berlatar sungai Asahan itu adalah foto yang diambil ibu kandung Ardian saat Ardian masih kecil dan tinggal di gang kawasan S. Dengki Tanjungbalai, yang di ujung gangnya adalah satu sisi dari sungai Asahan. Bocah perempuan di foto itu yang tampak dekat dan akrab dengan Ardian adalah Nia, sahabat terbaik Ardian di masa kecil yang juga tetangga rumahnya.


Ayu tak tahu kalau Nia adalah gadis yang paling dicintai Ardian selama bertahun-tahun. Bahkan semenjak Ardian pindah ke kota Medan meninggalkan Tanjungbalai, cowok tampan itu terus memikirkan dan merindukan gadis itu. Mereka sempat dekat dan seperti pacaran tak resmi saat Nia kuliah di Medan dan menumpang tinggal di rumahnya selama 3 tahun.


Namun dikarenakan Nia harus pulang ke Tanjungbalai merawat ibunya yang sakit, hubungan Ardian dengan gadis sahabat masa kecilnya itu pun merenggang. Sampai-sampai Ardian hampir melupakannya semenjak dirinya terpesona pada Ayu, gadis cleaning service yang menyelamatkannya dari bahaya insiden di proyek luar kota. Ardian seperti sengaja hendak melupakan Nia yang tak juga kembali ke Medan setelah setengah tahun pulang ke Tanjungbalai.


Entahlah, barangkali juga cowok itu memang benar-benar terpikat pada Ayu yang sangat anggun dan menawan. Apalagi Ayu juga punya tubuh yang molek menggiurkan dan suara merdu merayu yang terdengar sangat manja.

__ADS_1


Ah, barangkali saja ini adiknya Pak Ardian, kata hati Ayu, menepis tebakan tak enak di hatinya karena melihat keakraban 2 bocah cilik di foto itu. Tapi, Pak Ardian tak pernah bercerita kalau dia punya seorang adik, apalagi adik perempuan. Jadi siapakah bocah perempuan yang ada di foto ini?


Ah, bukan urusanku juga, kata hati Ayu. Mau adiknya atau teman akrabnya pun tak ada urusannya denganku. Kenapa pula aku ambil pusing dan peduli akan hal ini? Ayu senyum-senyum sendiri memikirkan hal itu. Iya, tidak ada urusannya denganku, toh Pak Ardian bukan siapa-siapanya aku, cuma anak boss pemilik perusahaan saja. Tak lebih!.


Ayu meletakkan kembali bingkai foto itu ke atas meja dan merapikan berkas-berkas yang tampak tercecer di situ. Disentuhnya laptop yang ada di atas meja itu dengan ujung jarinya. Sepertinya ini laptop mahal dan ber-merk terkenal, kata hati Ayu.


Setelah dari meja itu, Ayu buru-buru menyapu ruang kerja Ardian karena dilihatnya jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Kenapa pula Pak Ardian belum datang? Jam berapa biasanya dia masuk kantor? penasaran Ayu.


Setelah selesai menyapu ruang kerja Ardian, Ayu berjalan menuju tangga untuk turun ke bawah mengambil sapu pel dan ember. Ohya, juga lap basah untuk melap semua perabotan dan peralatan kerja yang ada di ruangan Ardian.


Ayu menuruni anak tangga setelah meletakkan sapu dan serokan sampah yang dipegangnya ke satu sisi tembok. Nanti dia akan lanjut menyapu lagi setelah selesai mengelap dan mengepel ruang kerja Ardian.


Ayu berjalan menuju bagian belakang gedung perkantoran untuk mengambil sapu pel, kain lap, ember, air, dan sabun cair. Saat dia sampai.di sana, dilihatnya seorang karyawan cewek berseragam seperti dirinya sedang mencuci perkakas dapur di atas bak cuci piring. Ini pasti cleaning service yang diceritakan Shella tadi, pikir Ayu.


"Hai... Selamat pagi, Kak, " sapa Ayu setelah langkahnya sampai di dekat cleaning service itu.


Dia menoleh ke arah Ayu, usianya sekitar 30-an dan berwajah biasa saja. "Ya?" jawabnya.


"Kenalkan ya, Kak, aku Ayu, cleaning service baru di sini," kata Ayu ramah.


"Iya, tahu," jawabnya. "Aku Lilis," ucapnya singkat.

__ADS_1


"Iya, salam kenal ya Kak Lilis," balas Ayu sambil tersenyum manis.


Lilis tak menggubris basa-basi dari Ayu karena dia tampak sibuk dengan pekerjaannya. Namun tak urung juga ujung matanya melirik Ayu dan berkali-kali mencuri pandang karena dirasanya gadis belia yang menggantikan kawannya itu sangat manis dan molek. Kenapa dia tak melamar jadi model iklan atau bintang film saja? Tapi itu bukan urusanku, pikir Lilis yang kembali menekuni pekerjaannya.


Ayu sudah mengambil ember berisi air dan sabun cair, kain lap yang ditaruhnya di bahunya, dan sapu pel. Sebelum melanjutkan pekerjaannya, Ayu menyempatlan diri bertanya pada Lilis perihal Ardian.


"Ohya, Kal Lilis tahu biasanya Pak Ardian datang pukul berapa?"


"Kurang tahu. Aku jarang ke bagian depan. Bagianku di dapur dan toilet saja," jawab Lilis.


"Oh... ya nggak apa-apa, Kak. Kupikir Kakak tahu," kata Ayu bersiap-siap menenteng ember berisi air sabun yang diletakkannya di lantai tadi.


"Emangnya kenapa kamu pengen tahu?" tanya Lilis yang merasa Ayu penasaran.


"Nggak kenapa, Kak. Cuma pengen tahu saja," jawab Ayu.


"Oh, tapi tunggu sebentar, dengar cerita Elly yang biasanya bagian bersih-bersih ruang kantor, Pak Ardian biasanya masuk kerja pukul 10. Tapi bisa juga lebih cepat atau lebih lambat dari itu. Suka-suka dialah, namanya juga anak boss," jelas Lilis.


"Oh, begitu ya, Kak. Berarti aku harus cepat-cepat bersihkan ruang kantornya sebelum Pak Ardian datang. Permisi ya, Kak, makasih infonya," kata Ayu lalu menenteng ember beserta sapu pel dan beranjak pergi.


* * *

__ADS_1


__ADS_2