
Bab 133
Hari ini adalah hari bahagia Nia karena dia akan diwisuda. Setelah balik ke Medan dan melanjutkan kuliah yang tinggal setahun, akhirnya Nia berhasil memperoleh gelar sarjana.
Beberapa bulan lalu Nia sudah melewati ujian meja hijau dengan nilai skripsi A dan IP kumulatif sangat memuaskan. Jadi hari ini adalah puncak dari hasil studinya selama 4 tahun di kampus yang sama dengan kampus Ardian. Ardian sudah diwisuda 2 tahun lalu. Sedangkan Nia akan diwisuda hari ini bersama ribuan mahasiswa lainnya.
Pagi-pagi sekali Ardian sudah mengantar Nia ke studio foto yang megah untuk dirias. Wajahnya di-make up, rambutnya disanggul, dan pakaiannya diganti dengan kebaya yang akan dikenakannya ke kampus. Di kampus nanti Nia akan memakai topi dan toga sarjana. Banyak tukang foto yang akan mengambil foto para wisudawan/wisudawati. Selain itu para wisudawan/wisudawati juga bisa mengambil foto sendiri menggunakan hp android atau berselfie-ria sebagai tanda gembira telah dituntaskannya masa studi 4 tahun.
Tak sia-sia Nia balik dari Tanjungbalai ke Medan dan tinggal di rumah Ardian selama setahun ini untuk menuntaskan kuliahnya. Karena hari ini dia telah mampu mewujudkan harapan ibunya yang hendak melihatnya menyelesaikan studi di perguruan tinggi sampai meraih gelar sarjana.
Sayangnya Bu Rani, ibunya Nia tidak bisa menghadiri acara wisuda Nia di kampus karena dia masih di Tanjungbalai bersama Lisa, putri dari teman baiknya yang telah diangkatnya menjadi anak angkat. Lisalah yang menjaga, menemani, dan merawat Bu Rani selama setahun ini semenjak Nia balik ke Medan menyelesaikan kuliahnya.
Walaupun kesehatan Bu Rani sudah membaik selama setahun ini namun dia belum bisa bepergian jauh ke Medan dengan menaiki kereta api karena kondisinya yang hanya bisa berjalan beberapa langkah menggunakan tongkat. Selebihnya lebih banyak duduk di kursi roda didorong Lisa. Atau bisa juga menggerakkan kursi rodanya sendiri dengan tangan yang memegang roda.
Kabar Riko di Tanjungbalai yang naksir Nia sejak sekolah, semenjak Nia balik ke Medan menyelesaikan kuliahnya, Riko masih sering mengunjungi Bu Rani dan membawakan oleh-oleh. Perhatiannya masih tetap sama pada orangtua Nia itu. Bahkan kini dia mulai memperhatikan Lisa yang tinggal di rumah Bu Rani. Mereka sering mengobrol saat Riko datang berkunjung. Hari demi hari hubungan Riko dan Lisa pun semakin dekat layaknya sahabat baik.
__ADS_1
Adapun Ayu yang masih bekerja di villa Ardian terpaksa belajar menerima kenyataan kalau Ardian lebih memperhatikan Nia daripada dirinya. Delapan puluh persen perhatian Ardian tercurah pada Nia. Sisanya Ayu hanya mendapatkan dua puluh persen. Ardian masih menghargai Ayu mengingat dulu Ayu pernah menyelamatkannya sewaktu terjadi insiden di proyek luar kota. Selain itu Ayu juga yang telah menemani dan menghiburnya selama setahun saat Nia pulang ke Tanjungbalai merawat ibunya yang sakit.
Jadi setiap hari Ayu terpaksa masuk kerja ke villa Ardian sebagai ART yang membersihkan dan membereskan villa. Dia juga menyiapkan sarapan, makan siang, dan makan malamnya Nia dan Ardian. Tapi karena Nia kuliah pagi maka lebih sering makan siang di sekitaran kampus saat jam kuliah berakhir. Sementara Ardian juga jarang pulang ke rumah untuk makan siang karena lebih sering makan di kafe yang ada di dekat kantor.
Perjumpaan Ayu dengan Nia dan Ardian di dalam villa Ardian juga sudah jarang karena Nia dan Ardian pagi-pagi jam 07.30 sudah buru-buru berangkat ke kampus dan ke kantor. Siang Nia dan Ardian lebih sering makan di luar. Sedangkan sore menjelang malam saat Ardian pulang dari kantor, Ayu pun sudah pulang ke rumahnya sendiri.
Kadang Nia keluar pada sore hari untuk keperluan kuliah mengumpulkan bahan-bahan dalam rangka penyusunan skripsi. Atau ke rumah dosen-dosen pembimbing meminta tanda tangan persetujuan bab demi bab yang disusunnya di layar komputer dan dicetak di kertas-kertas HVS. Nia tidak punya banyak waktu untuk bicara dengan Ayu. Dia lebih banyak berada di kamarnya sendiri mengerjakan PR kuliah atau mengetik di layar komputer.
Demikianlah hari demi hari terlewati di villa Ardian selama setahun dengan lumayan tenang sampai tibanya hari ini. Hari di mana Nia diwisuda.
Acara wisuda para mahasiswa di kampus Nia berjalan lancar sesuai rencana. Para wisudawan/wisudawati bersalaman tangan dengan rektor dan dekan setelah mereka mengikuti prosesi wisuda.
Ardian yang melihat Nia datang dengan topi dan toga sarjana segera menyambutnya dengan senyum bahagia. Dia membuka kedua tangannya lebar-lebar untuk merangkul Nia yang menghambur ke arahnya.
"Selamat ya, Nia," kata Ardian pada Nia yang sedang dipeluknya.
__ADS_1
"Terima kasih, Ardi," balas Nia.
Ardian mengecup kening dan pipi kiri kanan Nia, meluapkan rasa bahagianya melihat wanita yang dicintainya berhasil menyelesaikan studi seperti impiannya selama ini. Tentunya yang paling berjasa adalah Om Wisnu yang telah menawarkan Nia kuliah di Medan dengan biaya kuliah dan biaya hidup yang ditanggung olehnya. Nia juga bebas tinggal menumpang di villanya layaknya pemilik villa seperti Ardian.
Sayangnya Om Wisnu masih tinggal di luar negeri bersama Tante Siska, istri kedua yang dinikahinya setelah kepergian istri pertamanya yang adalah mamanya Ardian. Kalau tidak, Om Wisnu pasti akan berbahagia dan berbangga hati juga melihat keberhasilan Nia menamatkan studi.
"Ayo, kita berfoto selfie sekarang," kata Ardian pada Nia yang baru melepaskan pelukannya.
Ardian segera mengeluarkan hp android-nya dan menggunakannya untuk memfoto dirinya dan Nia. Berbagai pose mereka ambil dengan berbagai ekspresi wajah yang kesemuanya bertabur senyum.
Setelah cukup berfoto-foto, Ardian mengajak Nia pulang. Katanya dia sudah memesan beragam macam makanan enak lewat aplikasi online. Dia akan menjamu Nia dengan makanan-makanan enak itu layaknya mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kelulusan Nia.
Nia pun mengiringi langkah kaki Ardian yang berjalan menuju mobilnya yang diparkir. Karena kampus Nia sangat besar dan luas, maka Ardian dan Nia harus berjalan cukup jauh untuk sampai di tempat parkir mobil di dalam gedung kampus. Lapangan untuk tempat parkir mobil itu cukup luas dan bisa memuat banyak mobil.
Setelah berjalan cukup jauh, Ardian dan Nia pun sampai di tempat parkir mobil.
__ADS_1
Ardian membuka kunci pintu mobilnya menggunakan kunci otomatis. Setelah itu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam diikuti Nia. Ardian duduk di belakang kemudi dan Nia duduk di sampingnya.
* * *