Saat Cinta Harus Memilih

Saat Cinta Harus Memilih
Season 2-Happy New Year 2021


__ADS_3

Bab 50


Sepuluh-sembilan-delapan-tujuh-enam-lima-empat-tiga-dua-satu:


🎷🎉🎊HAPPY NEW YEAR 2021🎊🎉🎷


Begitulah kembang api dilepaskan ke atas langit dan jatuh ke bumi menandai dimulainya detik pertama tahun 2021.


"Happy New Year, Pak Ardian," Ayu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat tahun baru pada Ardian.


"Happy New Year, Yu," jawab Ardian.


"Happy New Year, Pak Ardian," Shella menjadi orang kedua yang mengucapkan selamat tahun baru pada Ardian.


"Iya, Shel, Happy New Year juga," balas Ardian.


Para karyawan yang berkumpul di taman saling mengucapkan selamat tahun baru. Tak lupa mereka juga menghampiri Ardian mengucapkan selamat tahun baru.


(Ceritanya tahun 2021 di dunia Ardian tidak ada Covid-19, jadi mereka bisa berkumpul beramai-ramai tanpa perlu memakai masker) 😁


Kembang api yang tersisa dinyalakan para karyawan hingga semarak detik-detik awal tahun baru sangat terasa.


Selama 1-2 jam berikutnya para karyawan merayakan tibanya tahun baru 1 Januari 2021 yang dimeriahkan dengan kembang api, makanan, obrolan, dan tawa-ria.


Saat jam menunjukkan pukul 1 lewat tengah malam, Ardian pamit pada para karyawan karena merasa sudah sangat ngantuk.


"Aku duluan ya, Yu, Shel," kata Ardian pada kedua gadis itu yang terus menemaninya sedari tadi.


"Pak Ardian sudah ngantuk?" Ayu melihat kedua mata Ardian yang sudah memerah.


"Iya, lumayan ngantuk," jawab Ardian sambil menguap.

__ADS_1


"Kasihan, Pak Ardian tak tahan begadang. Ya sudah, Bapak berangkat tidur dulu. Sebentar lagi kami menyusul," kata Shella.


"Iya, Pak, tidur saja dulu," kata Ayu juga.


Ardian melambaikan tangan lalu berbalik dan berjalan meninggalkan taman. Dia benar-benar sudah ngantuk berat walaupun sebenarnya dia masih enggan meninggalkan Ayu.


Rasa kantuknya tak bisa ditahan. Ardian masuk ke dalam villa, naik ke lantai 3, mencuci tangan dan kakinya, lalu masuk ke dalam kamarnya yang besar. Kamar itu cuma ditempatinya seorang karena dia pimpinan, sementara kamar besar satu lagi yang di lantai 2 ditempati oleh sepuluh orang karyawan cewek Sesaat setelah Ardian membaringkan diri, dia pun terlelap.


Sementara itu di taman, Shella dan Ayu masih berada di antara keramaian para karyawan yang merayakan tahun baru.


Tadi Ayu sempat berkata pada Shella hendak berangkat tidur karena sudah ngantuk dan capek tapi Shella melarangnya. Kata Shella, "Lho, kok kamu duluan yang tidur, Yu? Nanti siapa yang beres-beres setelah kami semua balik ke villa tidur?"


"Besok saja baru dibereskan, Kak," kata Ayu.


"Waduh, jangan sampai besoklah, Yu. Entar bakal berantakan sekali dan tak enak kita lihatnya tahun baru bangun pagi kok semua masih berantakan?" sindir Shella.


Ayu tak bisa lagi membantah padahal dengan keadaan taman yang berantakan bukankah itu menandakan telah adanya pesta meriah semalaman dalam menyambut datangnya tahun baru? pikir Ayu.


"Iya, Kak," jawab Ayu sambil menelan ludah. Terpaksa dia harus menuruti apa perintah Ayu karena bukankah dia sudah dijanjikan bonus jutaan dengan syarat yang sudah disepakati sebelumnya, yaitu bersih-bersih dan beres-beres sebelum dan setelah pesta tahun baru?


Demi bonus yang dijanjikan Shella itu, Ayu harus bekerja keras. Tak peduli tubuhnya sudah lelah banget dan matanya sudah ngantuk berat. Ayu hanya bisa duduk di sudut taman memandangi Shella dan teman-temannya yang masih betah mengobrol dan menghabiskan sisa makanan berupa sate panggang dan makanan ringan lainnya.


Kepala Ayu sampai terantuk-antuk ke atas dan ke bawah saking ngantuknya namun masih belum boleh tidur.


Jarum jam rasanya bergerak lambat sekali dari angka 1 ke angka 2, saat mana para karyawan sudah puas merayakan tahun baru dengan kembang api, makanan, obrolan, dan tawa ria.


Mereka mulai menguap satu per satu sehingga yang satu pun berkata kepada yang lain.


"Tidur, yuk, sudah ngantuk nih!"


"Iya, tidur yuk, sudah ngantuk," jawab temannya.

__ADS_1


"Kalian sudah mau tidur?" tanya yang satu lagi pada teman-temannya.


"Iya, kita tidur yuk sekarang," jawab mereka yang ditanya sambil mengangguk.


"Yuk ah!"


"Yuk!"


"Yuk!"


Mereka pun ngeloyor pergi satu per satu. Meninggalkan taman, yang berserak sampah dan berantakan, meninggalkan Ayu sendirian yang harus membersihkan sampah-sampah dan membereskan yang berantakan di hari pertama tahun baru.


Ayu memandangi kepergian mereka satu persatu hingga taman itu pun sunyi tinggal dia seorang diri.


Bagaimana dia harus bekerja keras membereskan semua yang berantakan dibuat oleh sekitar 50 orang karyawan, hanya Ayu seorang yang tahu dan bisa merasakannya.


Tapi sekali lagi, Ayu sudah biasa akan hal itu. Semua itu demi memperoleh uang yang dibutuhkannya untuk membantu ibunya membiayai rumah tangga dan sekolah adiknya.


Ayu merasa bersyukur akhirnya mereka bubar juga dan meninggalkan taman, karena dengan begitu dia baru bisa membersihkan dan membereskan tempat itu.


Shella sudah masuk ke dalam kamar lantai 2 bersama 9 orang temannya. Kamarnya berada di dalam villa yang sama dengan Ardian. Sedangkan 2 villa lainnya yang letaknya di samping villa yang ditempati Shella, kamarnya masing-masing ada 2 juga yang berarti totalnya 4 dan bisa ditempati 40 karyawan. Kesemua kamar di villa itu berukuran besar dan masing-masing bisa ditempati 10 orang. Cuma Ardian seorang yang diberi hak khusus menempati 1 kamar besar sendirian karena dia pimpinan perusahaan alias anak boss pemilik perusahaan alias pemilik ketiga villa.


Ardian sudah tertidur lelap di dalam kamarnya di lantai 3 sedari tadi, sementara Shella bersama kesembilan temannya barusan terlelap di atas ranjang. Tinggallah Ayu seorang diri yang masih berberes-beres di taman ditemani cahaya bintang dan lampu jalan remang-remang.


Tanpa mengeluh, Ayu mengerjakan semua itu. Dia menyapu taman yang kotor berserak sampah dengan sapu lidi, memungutnya ke dalam serokan sampah, lalu membuangnya ke dalam tong sampah besar. Dia juga mengumpulkan belasan buah pemanggang sate dan membawanya ke dalam villa untuk dicuci. Terakhir dia menyapu dan mengepel lantai villa yang kotor terkena jejak-jejak kaki para karyawan. Ayu tak lupa menyusun sepatu-sepatu mereka yang berserak di depan pintu masuk. Semuanya dia susun dengan rapi supaya sedap dipandang.


Setelah semuanya dia rasa sudah beres dan bersih, Ayu pun mengunci pintu villa dari dalam dan naik ke lantai 2 untuk tidur. Tujuannya adalah kamar tempat Shella dan kesembilan temannya membaringkan diri. Sudah terbayangkan olehnya betapa nyamannya tidur di dalam kamar saat tubuh lelah banget.


Ayu membuka pintu kamar lantai 2, berharap bisa segera masuk ke dalam bergabung dengan Shella dan teman-temannya membaringkan diri. Tapi yang dilihat Ayu hanyalah hal yang membuatnya amat kecewa dan hampir menangis.


Apa yang dilihat Ayu?

__ADS_1


* * *


__ADS_2