
Bab 59
Ayu turun dari sepeda motor Willy. Dibukanya helm-nya dan diserahkannya pada cowok itu yang duduk di belakang stangnya. Setelah helm itu berada di tangan Willy, Ayu mengambil beberapa bungkusan yang tadi disangkutkan di kereta Willy dan memegangnya untuk dibawa masuk ke dalam rumah.
Melihat gelagat Ayu yang tak mempersilakannya bertamu, Willy pun tak berani turun dari sepeda motornya untuk masuk ke rumah Ayu. Padahal kerinduannya pada gadis itu tak terbendung setelah ditinggal pergi ke Berastagi selama 3 hari.
Suara sepeda motor yang berhenti di depan rumah membuat ibu Ayu membuka pintu. Saat pintu terbuka, dia melihat putrinya pulang dengan membawa banyak oleh-oleh di tangan. Wanita parauh baya itu tersenyum lega. Dia juga menganggukkan kepala kepada pacar anaknya yang memberi salam padanya.
Sebenarnya Willy pantas menjadi menantu wanita itu, hanya yang bersangkutan alias Ayu yang selalu menunjukkan sikap yang membingungkan pada cowok itu. Katanya pacar tapi selalu bersikap dingin. Bukan pacar tapi kok setiap hari bersedia diantar jemput?
"Wah, sudah pulang, Yu. Syukurlah sudah sampai di rumah," sambut wanita itu ketika Ayu melangkah memasuki rumah dengan beberapa bungkusan di tangan.
"Nak Willy nggak masuk?" tanya wanita itu pada Willy yang duduk di belakang stangnya.
"Nggak usah, Bu, lain kali saja," jawab pemuda itu sambil tersenyum. Dia seperti tahu situasi kondisi pacarnya yang sedang lelah sepulang dari Berastagi.
Sehabis berkata begitu, Willy membelokkan keretanya dan melesat meninggalkan halaman rumah Ayu.
Sementara Ayu yang sudah sampai di dalam rumah.
"Haaah... capeknya. Hoaaam...," Ayu meletakkan bungkusan-bungkusan yang dibawanya itu di lantai lalu menguap.
"Apa ini, Yu? Kamu kurang tidur ya?" ibu Ayu melihat putrinya yang tampak lelah dan ngantuk.
__ADS_1
"Iya, Bu, lumayan ngantuk, kurang tidur selama di Berastagi," jawab Ayu. "Ohya, ini ada buah-buahan dan sayur-sayuran segar yang dibeli Pak Ardian untuk Ibu," kata Ayu sambil meraih beberapa bungkusan yang di lantai dan menunjukkan buah juga sayur yang ada di dalamnya.
"Pak Ardian? Pak Ardian yang kamu bilang anak boss besarmu itukah?" tanya wanita itu sambil mengernyitkan dahi.
"Iya, Bu. Pak Ardian. Anak Pak Wisnu, pemilik perusahaan."
"Wah, kok bisa dia membelikan Ibu buah dan sayur?" wanita itu tampak heran.
"Iya, Bu. Ada untuk Ayu dan Anjas juga," jawab gadis itu sambil memberi tahu kalau dirinya dan adik laki-lakinya juga dapat oleh-oleh dari anak boss-nya itu.
"Oh... karena dia lihat kamu rajin sekali ya waktu di Berastagi jadi dibelikan banyak oleh-oleh?" ibu Ayu masih tampak bingung dan berusaha menebak-nebak.
Ayu tersenyum. Dikeluarkannya duit 2 juta rupiah yang tadi diselipkan Ardian di saku celana jeansnya.
Wanita itu tentu saja semakin heran dan terpelongo. Tak masuk di akalnya kalau anak boss besar yang namanya Ardian itu bisa begitu baik pada putrinya, seorang cleaning service. Tapi dia menghilangkan rasa keheranannya dengan menebak-nebak sendiri kalau putrinya itu memang sangat rajin dan bekerja keras di Berastagi sampai berhasil menggugah hati Pak Ardian dan diberikan bonus oleh-oleh dan duit 2 juta. Seandainya saja dia tahu kalau putrinya itu bakal jadi orang yang paling penting bagi yang namanya Ardian itu, pasti semakin kagetlah hatinya.
"Aku mandi dulu ya, Bu," kata Ayu sambil tersenyum setelah uang 2 juta itu berpindah ke tangan ibunya.
"I-iya, iya," jawab ibu Ayu dengan raut bingung namun tersirat kelegaan di sana.
Ayu melangkahkan kaki menuju ruang dapur lalu masuk ke kamar mandi. Dibersihkannya dirinya dari debu-debu yang melekat di tubuhnya yang sebagian terbentuk dari keringat.
Rasa bahagia dan puas di hatinya selama 3 hari di Berastagi bersama Ardian tak bisa dilukiskannya dengan kata-kata. Ayu merasa sangat lega, bangga, dan tentu saja senang.
__ADS_1
Impiannya selama ini menjadi srseorang yang dipandang tinggi mungkin akan terwujud bila Ardian yang diyakininya menyukainya bisa tetap seperti di Berastagi, memperlakukannya dengan baik dan istimewa.
Masih terbayang di pelupuk matanya bagaimana mesranya Ardian memperlakukan dirinya selama di sana yang diiringi dengan pandangan iri para karyawan lain terutama karyawan cewek. Sekilas berkelabat bayangan wajah Shella yang sangat marah, muak, dan sebal padanya melihat kedekatan dan kemesraan hubungannya dengan Ardian selama di Berastagi.
Sebentar lagi Ayu tidak akan lagi dipandang remeh sebagai seorang cleaning service. Karena cleaning service telah diperlakukan dengan istimewa bak cinderella oleh sang pangeran tampan.
Sementara itu di markas besar Ardian, cowok tampan itu telah sampai di rumah dengan mengendarai mobil mewahnya. Diparkirkannya mobilnya itu di garasi dengan riang. Terasa ada harapan baru yang muncul di hatinya setelah 2 malam 3 hari di Berastagi. Harapan itu bertumpu pada seorang gadis manis cantik montok bernama Ayu yang diperkirakannya akan mengisi hari-harinya esok.
"Sudah pulang ya, Nak Ardian," suara Bik Aini menyambut kepulangan Ardian di pintu depan.
"Iya, Bik," jawab Ardian pendek sambil bersiul-siul menaiki tangga ke lantai 2. Dia ingin segera mandi membersihkan diri lalu tidur di kamarnya yang nyaman.
Kelelahan selama 3 hari jalan-jalan di Berastagi akan terimpasi dengan istirahat tidur sampai esok pagi.
Malam itu Ayu hadir dalam mimpi Ardian. Semua momen indah bersama gadis itu di Berastagi mulai dari bergandengan tangan, naik kuda, naik ayunan, berenang, makan jagung, naik sado, belanja di pasar, dan lain-lain terkilas kembali di dalam mimpinya.
Ardian tertidur pulas dengan wajah senang dan bibir senyum karena momen indah itu hadir kembali dalam mimpinya sehingga menjadikannya mimpi indah.
Sebaliknya di rumah Ayu, gadis itu malah tak bisa tidur. Dibolak-balikkannya tubuhnya ke kiri dan ke kanan karena saking senang dan berbunga-bunga hatinya jadi terasa gelisah.
Gadis itu bimbang apakah untuk seterusnya cowok yang diimpikannya itu akan tetap bersikap baik padanya? Lagian dia ditempatkan di proyek luar kota yang jauh dari perusahaan atau kantor Ardian. Jadi kapan lagi kiranya dia dan Ardian bisa bertemu dan memperat hubungan mereka? Akankah datang lagi kesempatan itu untuknya ataukah kebersamaan dan momen indahnya bersama cowok itu selama di Berastagi hanya akan tinggal kenangan? Ini mungkin saja terjadi mengingat Ardian yang anak boss dan sangat tampan pastilah selalu dikelilingi banyak cewek cantik dan seksi dari keluarga berada. Apalah arti dirinya? Ah, berpikir demikian membuat Ayu resah. Karena itulah dia tak bisa tidur.
* * *
__ADS_1