Saat Cinta Harus Memilih

Saat Cinta Harus Memilih
Season 2-Nia di Dalam Kereta Api Tanjungbalai-Medan


__ADS_3

Bab 115


Stasiun kereta api Tanjungbalai.


Nia duduk di peron kereta api menunggu kereta api dari Medan tiba. Biasanya setelah kereta api tiba dan para penumpang turun, maka para penumpang dari Tanjungbalai akan berbondong-bondong naik ke atas. Namun kadangkala mereka harus sabar menunggu dulu di peron sementara kereta api dibersihkan.


Setelah menunggu setengah jam, kereta api pun tiba. Nia menunggu hingga semua penumpang turun dulu dan setelah agak lapang baru dia berjalan menuju gerbong.


Nia naik ke atas gerbong kereta api dan mencari nomor tempat duduknya yang tertera di karcis. Di karcis itu tertera gerbong mana dan kursi nomor berapa yang akan menjadi tempatnya duduk selama perjalanan dari Tanjungbalai ke Medan.


Penumpang dari Tanjungbalai tidak semuanya turun di Medan, ada yang cuma sampai di Kisaran, Perlanaan, Tebing Tinggi, Lubuk Pakam, dan lain-lain. Demikian juga di tengah perjalanan kereta api berhenti di stasiun sebuah kota menaikkan dan menurunkan penumpang.


Nia sudah menemukan nomor kursi yang dicari. Dia mengangkat tas travel-nya ke atas dan menaruhnya di besi-besi tempat meletakkan tas, kotak, dan barang para penumpang sehingga kini tas travel-nya berada di atas kepalanya sementara dia duduk di kursi dekat jendela.


Nia duduk sambil memandang keluar jendela pada suasana di luar yang masih ramai oleh para penumpang yang hilir mudik. Bila kereta api berjalan nanti, dia akan bisa melihat pemandangan di luar jendela berupa persawahan, pepohonan, pedesaan, dan perkotaan.


Setelah para penumpang naik mengisi sebagian besar kursi di gerbong-gerbong, kereta api pun mulai berangkat menyusul peluit panjang yang dibunyikan.


Nia menikmati perjalanannya menuju Medan. Sambil memandang keluar jendela mengikuti irama gerbong-gerbong kereta api yang bergerak di atas rel, dia melamun. Melamunkan banyak hal. Tentang dirinya, ibunya, Riko, Lisa, Bu Wenny, Ardian, Om Wisnu, Tante Siska, Bik Aini, dan orang-orang lain yang pernah dekat dengannya.

__ADS_1


Kemarin Nia sudah bertemu Riko yang datang berkunjung ke rumahnya. Nia mengatakan pada Riko kalau dia belum bisa memberikan jawaban atas lamaran Riko karena harus buru-buru ke Medan menyelesaikan beberapa urusan yang menggantung termasuk kuliahnya yang masih tinggal setahun.


Nia merasa tak tega memberitahukan Riko tujuan utamanya ke Medan adalah untuk menjumpai Ardian dan menyelesaikan urusan mereka.


Dia tak merasa berkewajiban memberitahukan Riko perihal Ardian karena selama ini Riko pun bukan orang yang menjalin hubungan khusus dengannya semisal pacarnya atau tunangannya. Riko hanyalah sahabat baiknya yang dengan tulus menolongnya dan ibunya, begitulah pikir Nia.


Reaksi Riko walaupun sangat kecewa dan terkejut namun dia hanya bisa menerima rencana Nia. Riko sangat kaget dan tak menyangka Nia akan balik ke Medan tiba-tiba. Dia pikir Nia tak mungkin meninggalkan Tanjungbalai karena ibunya pasti membutuhkan diri putrinya untuk tinggal di sisinya setiap saat. Tak tahunya Nia masih bisa pergi juga.


Riko tak menyangka sama sekali akan muncul seorang Lisa di samping Bu Rani yang diakui sebagai anak angkat ibunya Nia itu. Lisalah yang akan menggantikan Nia menjaga dan merawat ibunya selama Nia ke Medan.


Oh, lelucon macam apa ini? pekik hati Riko. Dia bertanya pada dirinya sendiri, apakah kesalahan besar mengajukan lamaran pada Nia secara tergesa-gesa sehingga Nia pun mengambil keputusan yang tiba-tiba untuk balik ke Medan?


masa kecinya itu selama 3 tahun.


Riko juga mengetahui perihal Ardian dan kedekatan hubungannya dengan Nia lewat chatting-an mereka di WA hp android Nia yang dibeli Riko. Waktu itu Riko membeli hp android Nia untuk menolong Nia karena saat itu Nia sangat membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya dan kebututuhan sehari-hari.


Nia terpaksa menjual hp android pemberian Ardian itu pada Riko. Tak tahunya Riko malah mencuri baca semua chatting-annya dengan Ardian dan mengaku-ngaku sebagai pacar baru Nia saat Ardian menelepon ke hp itu hingga Ardian pun percaya Nia sudah berpindah hati.


Usaha Riko ternyata berhasil menimbulkan kesalahpahaman yang fatal antara Ardian dengan Nia dan merenggangkan hubungan mereka. Ardian tak hendak lagi menghubungi Nia hingga Nia mengira Ardian sudah melupakannya atau tak lagi mempedulikannya.

__ADS_1


Hubungan Nia dan Ardian pun menjadi tak jelas padahal sebelum Nia balik ke Tanjungbalai untuk merawat ibunya yang sakit, hubungan mereka sangat dekat.


Setelah Ardian ngambek karena Nia yang tiba-tiba balik ke Medan, Ayu pun muncul dalam kehidupan Ardian dan berusaha mencuri hatinya.


Gadis cleaning service yang masih belia, cantik, manis, ranum, dan mekar itu sangat lihai memikat Ardian. Apalagi dirinya adalah penyelamat Ardian di pertemuan pertama saat terjadi insiden yang hampir mencelakakan Ardian di proyek luar kota.


Ayu yang memiliki latar belakang yang memprihatinkan tapi sangat rajin dan berdedikasi pada pekerjaan berhasil mencuri hati Ardian dan menyita perhatian pemuda itu dengan segala kelebihannya. Apalagi di saat yang bersamaan hati Ardian pun sedang kecewa dan nelangsa dibuat Nia. Ayu muncul di momen yang pas. Kehadirannya seolah menjadi obat penawar luka bagi Ardian.


Aku akan kembali ke Medan, Ardian. Aku akan segera bertemu denganmu. Beberapa jam lagi setelah kereta api tiba di stasiun Medan, aku akan menuju rumahmu, bisik hati Nia.


Dia tak memberitahu Ardian perihal dirinya yang akan balik ke Medan karena hp android yang menghubungkan dirinya dengan Ardian sudah tak ada lagi di tangannya. Dia juga tak menghapal nomor ponsel Ardian.


Lagian dia merasa Ardian pasti akan senang menyambut kedatangannya yang tiba-tiba. Pemuda itu pasti akan menerima dirinya dengan sukacita dan melupakan kemarahannya tempo hari saat Nia bilang akan balik ke Tanjungbalai. Bukankah kata Bu Wenny beberapa bulan lalu Ardian mencarinya sampai ke rumah? Berarti pemuda itu ingin bertemu dirinya.


Padahal Nia tak tahu, di samping Ardian kini ada Ayu. Apalagi setelah Ardian datang ke Tanjungbalai mencari Nia dan memergoki Nia sedang bersama Riko di tepi sungai Asahan, kesalahpahaman pemuda itu semakin dalam.


Nia berpikir, semuanya akan baik-baik saja setibanya dia di Medan nanti. Sama sekali tak terlintas di benaknya semua kesalahpahaman Ardian pada dirinya. Bahkan dia tak pernah berpikir mungkin ada seorang gadis belia yang sangat lihai menggoda dan memanfaatkan segala kelebihan dan keprihatinannya untuk menarik simpati dan empati orang lain. Dan Ardian berhasil dibuatnya terpikat. Lebih kasarnya lagi dibuatnya tertipu.


* * *

__ADS_1


__ADS_2