
Bab 68
Sabtu siang yang dijanjikan.
Shella membuka cermin riasnya, mengoleskan lagi bedak rias ke kulit wajahnya yang putih mulus dan terawat. Dipoleskannya kembali lipstik merah menyala di bibirnya yang ranum dan dirapikannya dengan beberapa gerakan di bibir.
Hp android-nya yang tergeletak di meja kerja dalam ruang kerja pribadinya berbunyi. Panggilan masuk dari WA Ardian.
"Ya, Pak?" segera Shella menjawab panggilan itu setelah meletakkan cermin riasnya ke atas meja.
"Sudah, Shel?" suara Ardian terdengar dari hp android-nya.
"Iya, Pak. Sudah. Emang kita mau berangkat sekarang?" tanya Shella sambil tangannya yang satu lagi memasukkan cermin rias dan lipstik ke dalam tas tangan.
"Ya iyalah, kan sudah pukul 2 ini," jawab Ardian. "Aku sudah di dalam mobil di tempat parkiran. Cuma menunggu kamu saja."
"Waduh, Pak Ardian ternyata sudah siap dari tadi ya?" Shella buru-buru membereskan segala sesuatu yang berserak di atas mejanya. "Tunggu aku sebentar ya, Pak. Sepuluh menit saja," kata Shella.
"Cepat ya! Kalau tidak nanti kutinggal!" ancam Ardian.
"Iya, Pak! Iya! Aku segera datang," jawab Shella tergesa-gesa.
Ardian menutup panggilan WA-nya ke hp Shella. Dengan menghela napas panjang dia menyandarkan kepalanya ke sandaran jok mobil dan memejamkan mata. Ditenangkannya pikiran dan hatinya yang lumayan gelisah dan berdebar menunggu tibanya hari ini, hari mana dia akan ke Tanjungbalai bersama Shella untuk mencari Nia dan membuktikan kebenaran akan gadis itu. Kebenaran apakah Nia sudah punya pacar atau belum.
Sebelumnya dia sudah bilang pada Shella kalau hari Sabtu ini mereka jadi berangkat ke Tanjungbalai dan menginap di sana 1-2 hari. Jadi dia sudah menyuruh Shella untuk bersiap-siap dan membawa beberapa stel baju atau keperluan lain.
__ADS_1
Sementara Ardian menunggunya di dalam mobil, Shella membereskan segala sesuatu di ruang kerjanya supaya bisa segera berangkat. Namun sebelum berangkat, tiba-tiba dia teringat sesuatu atau seseorang.
Diambilnya hp android-nya dan dipanggilnya sebuah nomor. Nomor Ayu.
Ayu yang sedang ada di dapur membereskan meja yang kotor sehabis para karyawan makan siang, menjawab panggilan masuk dari Shella di WA-nya.
"Iya, Kak Shel?"
"Yu, kamu bisa ke ruang kerjaku sebentar? Ada yang mau kusuruh kamu kerjakan," kata Shella.
"Iya, Kak. Sekarang?" tanya Ayu.
"Iya, sekarang. Cepat ya, Yu. Aku buru-buru mau pergi nih! Sekarang juga kamu ke sini," ujar Shella.
Ayu naik ke lantai 2 dan berjalan tergesa-gesa menuju ruang kerja Shella.
Ketika sampai, dikuakkannya pintu ruangan itu lalu masuk ke dalam.
"Ada apa, Kak Shel?" Ayu sudah sampai di hadapan Shella dan siap menerima tugas dari Shella.
"Bagus, kamu sudah datang, Yu. Tolong kamu bantu aku ambil tas travel-ku ini ke lantai bawah. Aku mau berangkat ke luar kota dengan Pak Ardian. Tas ini berisi beberapa stel bajuku karena kami mau nginap beberapa hari di sana," jelas Shella sambil menyodorkan tas travel-nya ke hadapan Ayu.
Ayu ternganga menerima tas travel yang disodorkan Shella. "Kak Shel mau ke luar kota bareng Pak Ardian?" sesuai dugaan Shella, Ayu pasti akan bertanya heran.
Shella menjawab cepat sambil tersenyum senang. "Iya dong, Yu. Aku dan Pak Ardian berdua saja ke luar kota. Pak Ardian nyetir sendiri, aku cuma kawani. Rencananya sih nginap di hotel berbintang."
__ADS_1
"Owh...," Ayu mendesis. "Kak Shella dan Pak Ardian dalam rangka apa ke sana? Soalnya besok kan hari Minggu, nggak mungkin dalam rangka kerja ya kan, Kak?" Ayu semakin penasaran.
"Ya nggaklah, Yu. aku cuma temani Pak Ardian ke Tanjungbalai karena Pak Ardian mau mencari ceweknya yang bernama Nia," terang Shella sambil mencuri lihat perubahan mimik wajah Ayu.
Senangnya hati Shella melihat wajah Ayu yang berubah pucat dan kaget mendengar tujuan Ardian ke luar kota adalah untuk mencari Nia, gadis yang dia tahu sangat spesial bagi Ardian. Di malam tahun baru beberapa minggu lalu, Ayu sempat berbicara dengan seseorang yaitu Riko yang memegang hp Nia waktu Ayu telepon ke sana menggunakan hp Ardian.
"Mencari Nia?" ulang Ayu dengan suara tercekat.
"Iya, kamu tahu Nia juga, Yu? Dia itu sahabat masa kecilnya Pak Ardian dan Pak Ardian sangat menyayanginya. Dengar-dengar mereka bahkan sempat pacaran sewaktu Nia tinggal menumpang di rumahnya selama 3 tahun. Dekat sekali hibungan mereka ya, Yu. Dibandingkan hubungan antara Pak Ardian dengan kamu dan aku, kita bukan apa-apalah bagi Pak Ardian. Hiks," Shella pura-pura menampakkan mimik sedih di depan Ayu padahal dalam hatinya bersorak kegirangan, senang dan puas bukan main sudah berhasil membalaskan dendamnya pada Ayu yang membuatnya kesal bukan main selama mereka di Berastagi.
Saat di Berastagi itu, Ardian sangat mengistimewakan Ayu bahkan bermesra-mesraan dengan Ayu di depannya dan mengabaikan dirinya bahkan memarahinya. Sekarang, impas sudah rasanya berhasil mengerjai Ayu.
Ayu tercengang mendengar kata-kata Shella yang dirasanya amat tajam menghunjam ke relung hatinya yang terdalam.
Apa kata Shella barusan? Dia dan Shella bukan apa-apa bagi Pak Ardian dibandingkan sahabat masa kecilnya yang bernama Nia itu? Apakah gadis yang pernah tinggal menumpang selama 3 tahun di rumahnya itu benar adalah pacar atau mantan pacarnya Pak Ardian? Lalu apa artinya dirinya bagi Pak Ardian?
Terbayang kembali di benak Ayu perlakuan Ardian yang sangat baik dan perhatian padanya selama di Berastagi. Cowok itu sangat mengistimewakannya bahkan sempat menggandeng tangannya dan mencuri ciuman pertamanya. Apakah semua perhatian Ardian padanya saat itu palsu? Tidak mungkin, Ayu menggeleng-geleng. Tak mungkin, karena Ardian benar-benar tampak sangat tulus padanya saat itu.
"Ohya, Yu. Kalau kamu belum pernah melihat yang namanya Nia itu, aku kasih tahu kamu, Pak Ardian selalu memajang foto berduanya di masa kanak-kanak dengan gadis itu. Foto itu selalu ada di atas meja kerjanya di ruangan dia. Sayangnya bingkai fotonya pecah beberapa hari lalu," cerita Shella.
Ayu terhenyak. Oh, jadi bingkai foto yang dipecahkannya waktu hari pertama dia masuk ke perusahaan adalah bingkai yang memuat foto berdua Pak Ardian dengan Nia di masa kanak-kanak?
Pantas saja, Pak Ardian terlihat sangat marah waktu bingkai foto itu tak sengaja dipecahkan olehnya sampai-sampai Pak Ardian tak mempedulikannya selama beberapa hari ini. Semenjak kesalahan yang tak disengaja Ayu itu, asalkan dirinya berpapasan dengan Pak Ardian di kantor, cowok itu selalu melengos dan membuang muka, seolah masih menyimpan amarah terhadapnya.
* * *
__ADS_1