Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Hanyalah Penyesalan Yang Tersisa


__ADS_3

Ceklek....


Ketika Charlotte membuka pintu ia sama sekali tidak menduga melihat keadaan Raja Eduardo memperhatikan dengan selang yang terpasang di seluruh tubuhnya. Charlotte mengingat ucapan dari Asisten pribadi Raja Eduardo mengatakan bahwa Raja Eduardo kena serangan jantung akibat mendengar penangkapan Zeline atas kasus pembunuhan dan penipuan terhadap Raja.


" Apa dampak Zeline sebesar ini." batin Charlotte.


Darius yang melihat bahwa Charlotte masih berdiri mematung membuat nya jengah. Kemudian dia mencoba menarik tangan Charlotte sebelum Damian menghempasnya dengan kasar.


" Jangan sentuh isteriku." ucap Damian dengan tajam.


Darius mendengus sebelum mengulurkan niatnya. Charlotte yang tersadar langsung membalikan ekspresi nya menjadi datar.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Charlotte kepada Darius.


" Kata Dokter yang memeriksanya tadi Ayahanda terkena serangan jantung dan stroke sampai membuatnya tidak bisa berjalan. Sepertinya juga ini saatnya aku menjadi seorang Raja dan mengubah semuanya." jawab Darius sambil memperhatikan ekspresi Charlotte.

__ADS_1


Charlotte yang mendengarnya tersenyum tipis sebelum membalikan badannya membelakangi Darius dan Damian.


" Baguslah setidaknya ini hukuman buat tuan bangka itu, dan katakan kepadanya jangan meminta maaf kepada saya lagi. Karena pintu maaf saya sudah tertutup baginya." ucap Charlotte sambil berjalan berlalu meninggalkan ruangan.


Darius yang mendengarnya tersenyum lirih sebelum membalikan badannya dan melihat bahwa Raja Eduardo sudah bangun dengan keadaan mengeluarkan air matanya. Begitu juga Damian yang melihatnya hanya berdecih ia sama sekali tidak peduli terhadap kondisi pria di hadapannya.


" Inilah karma yang selama ini anda tuai, Yang Mulia. Karena kau dengan teganya membuang Puteri kandung mu dan mengganti nya dengan seorang Puteri yang lain. Bahkan kau hampir saja membunuhnya. Sekali lagi saya ucapkan selamat mendapatkan kebencian dari Puteri saya sendiri." ucap Damian sebelum membalikan badannya menuju ke arah pintu.


Tapi sebelum pintu terbuka Damian menghentikan langkahnya.


Ceklek....


Setelah melihat kepergian Damian dari ruangan Darius menatap Ayahandanya dengan dingin.


" Wah....hanya kedukaan anda karena kehilangan seorang isteri. Anda dengan tega membuang anak sendiri yang sudah susah payah Ibunda lahirkan. Selama 19 tahun terakhir, dan saat anda ketemu Ibunda suatu hari nanti dia pasti kecewa." ucap Darius sebelum keluar dari ruangan.

__ADS_1


Raja Eduardo yang mendengar semua ucapan dari Darius dan Damian. Akhirnya membuat nya menyesal karena telah membuang sebuah berlian hanya demi setumpuk sampah. Badannya gemetar menangis seandainya dia tidak membuang puterinya ke panti pasti sekarang dia akan bahagia bersama dengan kedua anaknya. Tapi sayangnya ini cuma sebuah khayalan yang tidak akan terwujud. Hanya tersisa penyesalan dan penyesalan sampai ajal tiba.


...****************...


Setelah dari ruang rawat Raja Eduardo. Charlotte memutuskan untuk singgah duduk di taman sambil pemandangan melihat anak-anak yang sedang bermain.


Charlotte memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin yang menerbangkan rambutnya. Tetapi tiba-tiba saja ia merasakan ada seseorang yang duduk di sampingnya.


Ketika Charlotte membuka matanya dirinya melihat sekotak susu hamil cokelat di hadapannya. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke samping dan melihat Damian duduk tepat di sampingnya.


" Kau harus minum susu ini supaya kandungan mu sehat, Audrey." ucap Damian yang menyuruh Charlotte untuk mengambil sekotak susu hamil itu.


Charlotte pun menerimanya dan meminumnya. Damian yang melihatnya tersenyum senang ketika Charlotte menerima pemberiannya. Sampai ada sesuatu yang mengganjal di hati Damian dan akhirnya memutuskan untuk bertanya.


" Jadi alasan apa kau masih mau memaafkan diriku, Audrey?"

__ADS_1


Continue...


__ADS_2