
" Saya menyatakan bahwa kalian adalah sepasang suami isteri. Silahkan Pangeran anda bisa mencium pengantin mu." ucap sang pastor kepada Damian.
Damian yang mendengarnya mulai mendekatkan wajahnya ke Charlotte. Charlotte hanya terdiam karena tidak mungkin kan dia menolak ciuman dari Damian. Bisa malu dirinya jika melakukan hal bar-bar seperti itu. Charlotte memutuskan untuk memejamkan kedua matanya.
Damian yang melihatnya terkekeh pelan sampai akhirnya ia mulai mencium bibir Charlotte dengan lembut.
Para tamu yang di hadirin langsung bertepuk tangan dengan meriah. Tidak terkecuali Alice yang sudah menangis di pelukan suaminya melihat bagaimana Charlotte di altar bersama pengantinnya. Begitu juga dengan Michael yang merasa bangga bisa mengantarkan keponakannya menuju altar. Ia akhirnya bisa menjalankan keinginan kakaknya untuk menjaga Charlotte.
" Lihatlah kak, Puteri mu sudah besar bahkan sekarang dia sudah memiliki pasangan hidupnya. Semoga mereka akan selalu di limpahkan kebahagiaan." batin Michael sambil memandang Charlotte dengan senyuman bahagia.
Tetapi sayangnya kebahagiaan itu ada juga seseorang yang tidak menyukai kebahagiaan mereka berdua yaitu Raja Eduardo yang memandang Charlotte sinis dan Zeline dengan tatapan benci.
Setelah beberapa saat kemudian Charlotte menepuk dada Damian yang menandakan bahwa ia sudah kehabisan nafas. Damian yang mengerti langsung melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya dengan Charlotte. Damian bisa melihat manik abu-abu Charlotte yang menurutnya sangat indah.
" I love you." ucap Damian yang mengungkapkan perasaannya.
Charlotte yang mendengarnya matanya terbelalak terkejut. Tetapi ia hanya bisa terdiam tanpa membalas ungkapan Damian.
Damian yang mengerti bahwa saat ini Charlotte belum mencintainya lagi hanya mampu tersenyum kecut. Andaikan ia tidak terlambat mungkin sekarang Charlotte masih mencintainya. Tetapi sayangnya itu hanya khayalan saja. Sekarang Damian akan berusaha membuat Charlotte mencintai nya lagi.
__ADS_1
Setelah itu Damian menjauhkan tubuhnya dari Charlotte. Sambil mengeluarkan sesuatu di saku celananya. Damian mengeluarkan sebuah kotak merah yang berisikan satu set cincin pernikahan. Kemudian ia memasangkan cincin tersebut ke jari manis Charlotte.
" Dengan cincin ini aku mengikat mu menjadi Isteriku." ucap Damian sambil memandang cincin berbentuk mahkota putih cantik dan berlian yang berada di tengah.
Charlotte memandang cincin pernikahan pemberian Damian. Ia terkejut melihat cincin yang berbeda dengan kehidupan yang lalu. Dulunya yang merupakan cincin polos biasa.
Damian yang kebingungan Charlotte tersenyum.
" Aku ingin membedakan cincin nya dengan yang lalu. Karena aku ingin mengubah semuanya dari awal." ucap Damian yang menjelaskan nya.
Charlotte memasangkan raut wajah bingung setelah melihat terdapat dua cincin di jari nya. Damian yang mengetahui kebingungan Charlotte langsung menjelaskan nya.
" Ini pemberian Justin, saat aku menerima sebuah surat yang di tuliskan Justin untukku. Dia meminta aku memasangkan cincin pemberian nya di jari manis mu." ucap Damian.
Charlotte yang mendengarnya matanya langsung berkaca-kaca. Ia sama sekali tidak menduga Justin memberikan sebuah cincin . Apalagi Damian mau memasangkan cincin pemberian Justin untuknya.
__ADS_1
" Terima kasih." ucap Charlotte sambil tersenyum tulus.
Damian yang melihat senyuman tulus Charlotte merasa bahagia. Jadi keputusannya untuk memberikan cincin itu tepat.
...****************...
Setelah acara upacara pernikahan selesai di laksanakan. Saat ini Charlotte dan Damian menaiki kereta kuda mewah untuk mengelilingi ibu kota Paris untuk menyapa para rakyat yang berpartisipasi melihat pernikahan mereka.
.
.
.
" Kau berikan obat ini kepada Charlotte, setelah itu kau antarkan ke sebuah kamar. Apa kau mengerti." perintah seseorang kepada bawahannya.
" Baik saya akan melaksanakan perintah anda." ucap sang bawahan.
Orang itu yang mendengar ucapan bawahannya tersenyum licik. Seolah-olah ia akan melakukan rencana jahatnya.
__ADS_1
Continue...