Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Keputusan Sulit


__ADS_3

Saat sampai di Perancis sudah tengah malam Charlotte yang masih tertidur pulas membuat Damian tidak tega membangunkannya. Akhirnya ia memutuskan untuk menggendong tubuhnya menuju mobil yang sudah di siapkan.


Sebenarnya para pengawal menawarkan Damian untuk membantu menggendong Charlotte. Tetapi hal itu langsung di tolak olehnya ia tidak suka pria lain yang menyentuh tubuh tunangannya.


" Apa keadaan istana baik-baik saja?" tanya Damian sambil memandangi asisten pribadinya yang duduk di seberangnya.


" Keadaan istana tidak baik sekarang Raja sedang sakit keras." ucap Asistennya yang mengabarkan kondisi Raja sekarang.


Damian yang mendengarnya cukup terkejut bukannya seharusnya Raja sekarang dalam keadaan sehat. Setahunya Raja baru mengalami sakit ketika usia pernikahannya dengan Charlotte enam bulan. Apa ini karena ia mengubah takdir pikir Damian.


" Apa Raja sudah di beri penanganan. Sean?" tanya Damian lagi.


Asisten pribadinya yang bernama Sean mengangguk kepalanya.

__ADS_1


" Tapi sekarang Raja hanya ingin anda segera melaksanakan pernikahan dengan Puteri Charlotte dan kalian akan langsung di nobatkan sebagai Raja dan Ratu." ucap Sean.


Damian yang mendengarnya memijit pelipisnya merasa pusing. Ia tidak menduga bahwa dia akan menjadi Raja secepat itu sebenarnya dirinya tidak masalah menggantikan tugas Raja. Tapi masalahnya adalah Charlotte apa dia akan menerima posisinya lebih cepat? Mengingat Charlotte yang begitu benci kepadanya?


Tetapi sekarang dia tidak ada pilihan lain mau tidak mau Charlotte harus bisa menerima posisi nya sebagai Ratu yang mendampinginya dan dia juga harus menyingkirkan penganggu yang membuat kehidupannya hancur di masa lalu. Ia tidak akan membiarkan kisah cintanya dengan Charlotte berakhir tragis untuk kedua kalinya.


" Baiklah Sean, persiapkan pernikahan untuk tiga hari lagi. Undang anggota kerajaan dari Slovenia dan kamu menyuruh seseorang untuk menjemput Keluarga Michael Hepburn." perintah Damian dengan nada tegas.


Sean yang mendengar keluarga bermarga Hepburn menyerngitkan dahinya.


Damian yang mendengar pertanyaan Sean langsung mendelik nya dengan tajam.


" Berisik, turutin semua perintah ku Sean." ucap Damian sambil menekan setiap katanya.

__ADS_1


Sean yang mengetahui bahwa Pangeran sedang marah langsung mengangguk kepalanya kaku.


Damian menghembuskan nafasnya sambil pandangan matanya mengarah ke Charlotte yang tertidur sambil menyenderkan kepalanya di bahunya. Damian memeluk tubuh Charlotte dengan erat sambil memejamkan matanya.


Sean yang melihat bahwa Pangeran Damian yang sama sekali tidak keberatan masalah pertunangan nya dengan Puteri Charlotte bersyukur ia hanya bisa berharap mereka akan bisa saling mencintai satu sama lain.


Ketika sampai di istana Damian langsung membawa Charlotte ke menuju kamarnya yang berada di istana utama. Memang sejak kecil Damian memutuskan untuk tinggal di pavilium yang berada sedikit jauh dari istana karena ia tidak ingin melihat wajah dingin Ayahnya.


Ceklek....


Ketika membuka pintu kamarnya Damian langsung membaringkan tubuh Charlotte ranjang dengan hati-hati seolah dia merupakan barang yang mudah pecah. Damian menyelimuti seluruh tubuh Charlotte sampai leher setelah itu ia mencium kening wanitanya dengan lembut.


Setelah itu Damian memutuskan untuk membersihkan dirinya setelah beberapa saat kemudian ia sudah terlihat rapi dengan piyamanya yang berwarna dark blue.

__ADS_1


" Maafkan aku yang telah membuat hidupmu semakin sulit, selamat malam Audrey." ucap Damian sambil membaringkan tubuhnya di samping Charlotte dan memeluknya dengan erat seakan takut jika di lepaskan Charlotte akan pergi meninggalkan nya.


Continue...


__ADS_2