Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Persiapan Pesta


__ADS_3

2 Hari Kemudian...


Setelah itu akhirnya Damian bersiap-siap menuju bandara untuk berangkat menuju Slovenia. Sekarang dirinya tampak bersemangat karena tidak sabar bertemu kembali dengan pujaan hatinya. Mengingat dulu ketika pertama kali Sang Raja memberitahu tentang Pertunangan membuat seketika dirinya marah karena ia masih ingin menjalankan kehidupannya yang bebas tanpa masalah tentang hubungan.


Selesai bersiap-siap Damian langsung berangkat tanpa berpamitan kepada Sang Raja mengingat hubungan nya yang sama sekali tidak membaik.


Saat di pesawat Damian di sambut baik oleh para Pramugari dan Pilot. ia menggunakan jet pribadi yang dia beli dari penghasilan nya menjadi seorang pebisnis.


" Yang Mulia, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya Pramugari dengan nada suara yang dibuat menggoda.


Tetapi sayangnya Damian sudah kebal tentang hal yang dimana dirinya di tipu oleh seorang Wanita yang berkedok iblis di balik wajah polosnya.


" Tidak, kau pergi sekarang sebelum saya membuat hidupmu menderita." ucap Damian dengan tajam.


Pramugari tersebut yang sudah ketakutan langsung pergi sambil berlari. Damian yang melihatnya hanya mengangkat bahu nya acuh sambil melihat ke kaca Pesawat yang disana terdapat pemandangan awan yang cerah.


Senyuman tipis sangat tipis menghiasi wajahnya selama beberapa detik mengingat kecantikan gadis nya yang sedang tersenyum kepadanya. Tetapi ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya.

__ADS_1


" Aku akan menemui mu dan memastikan sesuatu." ucap Damian dengan pelan.


...****************...


Sedangkan di sisi lain sekarang Charlotte masih bergelut dalam selimut nya mengingat semalam dirinya bergadang mengerjakan pekerjaan kantornya.


Saat Charlotte masih asik tertidur tiba-tiba ia mendengar suara ketukan pintu cukup keras membuat dirinya sendiri merasa terusik. Langsung saja ia turun dari ranjangnya dan berjalan gontai menuju pintu.


Ceklek...


" Siapa heh...." ucap Charlotte terpotong oleh rasa terkejut melihat sepuluh pelayan yang sudah berdiri rapi di depan kamarnya.


" Selamat pagi Tuan Puteri Charlotte." ucap nya dengan serentak.


Melihat kehadiran para pelayan tersebut seketika Charlotte mengingat kehidupan sebelumnya yang di mana para pelayan memandangi nya dengan rendah. Seketika perasaan nya mulai kacau dalam hati ia ingin menembak mereka satu-persatu dengan pistolnya tapi demi melancarkan aksinya ia harus terus berpura-pura menjadi seperti anak 5 tahun.


" Pagi, buat apa kalian datang ke kamar Char?" tanya Charlotte sambil menampilkan raut wajah polos.

__ADS_1


Membuat semua pelayan langsung terpekik senang melihat wajah Puteri Charlotte yang sangat imut sampai ada seorang wanita paruh baya yang memakai pakaian pelayan membungkuk di hadapannya.


" Salam, saya Ameli seorang kepala pelayan yang akan melayani anda hari ini." ucap nya.


Charlotte yang mendengarnya cukup terkejut mengingatkan bahwa wanita paruh baya di hadapannya selalu membela Zeline.


" Baik, jadi ada urusan apa kalian ke sini, Char masih mengantuk?" tanya Charlotte sambil menguap tanpa mempedulikan etika.


Kepala pelayan itu mengangguk kepalanya dan tiba-tiba Charlotte di tarik masuk ke kamarnya oleh para pelayan.


Charlotte hanya mampu menghela nafasnya lelah dirinya sama sekali tidak suka di perlakukan berlebihan seperti ini.


Berjam-jam berlalu Charlotte di pusingkan oleh perilaku para pelayan.


" Apa mereka tidak pernah di ajarkan Etika." batin Charlotte yang juga tidak menyadari sikapnya sendiri.


Sampai matahari terbenam akhirnya Charlotte selesai dihias membuat para pelayan yang puas melihat hasil karyanya langsung saling berpelukan.

__ADS_1


Charlotte yang melihat tingkah aneh mereka langsung mengalihkan pandangannya seketika wajah nya melihat....


Continue...


__ADS_2