Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Berpenampilan Nerd


__ADS_3

" Yang Mulia, kami telah menemukan nya." ucap seseorang yang merupakan asisten dari sang Raja.


" Bagus. kamu tahu bukan apa yang harus dilakukan?" tanya Raja kepada Asistennya.


" Tentu, Yang Mulia. Saya akan membawa Puteri kembali ke istana." ucap nya sambil mengangguk kepalanya.


Sang Raja yang mendengarnya tersenyum puas sebelum tangannya melambai ke atas menyuruh Asisten itu keluar.


" Saya permisi Yang Mulia." ucap nya sambil membungkuk hormat.


Ceklek....


" Apa yang kamu lakukan malam-malam ke sini. Darius?" tanya sang Raja tanpa memandang pria di hadapannya.


" Ayahanda apa anda yakin ingin membawanya kembali ke istana?" tanya Pria yang bernama Darius dengan memandang sang Raja datar.


Sang Raja menghentikan pekerjaannya dan memandangi Puteranya yang berdiri dihadapannya.


" Memang di seharusnya berada di istana bukannya kamu ingin sekali menemui nya." ucap Sang Raja dengan tenang.

__ADS_1


Darius melihat ekspresi tenang sang Raja diam-diam mengepalkan tangannya.


" Bukannya anda yang telah membuang nya ke panti asuhan sejak bayi. Buat apa anda mencarinya setelah 18 tahun berlalu?" tanya Darius dengan geram.


Sang Raja yang mendengarnya mencengkram pulpennya dengan kencang sampai terbelah menjadi 2 bagian.


" Kamu tidak perlu tahu Darius yang terpenting persiapan kan penyambutannya dengan meriah." ucap Sang Raja.


Darius mendecih mendengar nya ia membalikkan badannya sebelum keluar ruangan ia mengucapkan sesuatu.


" Anda tidak seharusnya berbuat seperti ini Yang Mulia. Anda merupakan seorang Ayah yang buruk." ucap Darius tanpa menoleh ke samping.


Darius menutup pintu dengan kencang sampai membuat Sang Raja berjengkit kaget. Mendengar penuturan Darius membuat sang Raja berdecih.


" Omong kosong jika saja aku bisa mencegahnya lebih baik aku tidak membawa pembunuhan itu ke istana." ucap Sang Raja.


...****************...


Pagi ini Charlotte sudah bersiap-siap pergi ke kampus. Ia masuk kampus yang terkenal di kota London melalui jalur beasiswa. Sebenarnya bisa saja Charlotte membayar nya dengan uang pribadinya tetapi rencananya akan gagal. Charlotte menggunakan pakaian kemeja berwarna putih dengan rok berwarna hitam selutut, rambut putihnya yang di kepang menjadi dua bagian di kanan kiri dan jangan lupa menggunakan kaca mata bulatnya.

__ADS_1


Setelah itu selesai Charlotte keluar dari kamarnya menuju ruang makan di sana dirinya melihat Shakira dan Andrew yang sedang sarapan. Charlotte terkadang bingung terhadap dua sahabat. Terkadang mereka berdua akur seperti saat ini atau bertengkar seperti kucing dan tikus. Tetapi semua itu tidak membuat Charlotte risih melainkan ia merasa terhibur akan kehadiran kedua temannya.


Shakira yang sedang asik sarapan mengalihkan pandangannya tidak lama kemudian ia memutar bola matanya malas terhadap penampilan Charlotte.


" Oh, Char sampai kapan kamu akan berpenampilan seperti itu. Nanti kamu tidak akan mendapatkan kekasih sampai kapanpun." ucap Shakira yang protes melihat penampilan Charlotte seperti seorang Nerd.


" Lagipula siapa yang mau menjadi kekasih dari gadis galak itu." ucap Andrew mengejek Charlotte.


Pletak....


" Aduh..." ucap Andrew sambil memegang dahinya yang sakit akibat jitakan Charlotte.


Charlotte yang melihatnya tersenyum puas ia duduk di samping Shakira.


" Gitu saja lemah, kamu sangat tidak cocok menjadi seorang Agen jika sikap mu tidak berubah. Betulkah Char." ucap Shakira sambil memandangi Charlotte yang sedang memakan Rotinya.


Charlotte yang mendengarnya hanya mengangguk kepalanya karena saat ini pikiran nya tertuju kepada apa yang akan terjadi kepada dirinya.


Karena Charlotte mengingat bahwa hari ini....

__ADS_1


Continue...


__ADS_2