Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Ayah Tiri


__ADS_3

" Tidak mungkin seharusnya kau sudah mati. aku sudah melenyapkan mu bertahun-tahun lalu. Tidak mungkin kau bisa hidup." ucap Arland dengan wajah pucat melihat Dominic.


" Maafkan saya telah membuat anda kecewa tapi syukurlah saya masih hidup untuk membalas dendam." ucap Dominic sambil mengacungkan pistol nya dengan wajah dingin.


Arland yang melihat nya langsung berusaha berlari karena peluru pistolnya sudah habis untuk melawan anak buah Damian. Dalam hati dia merasa kesal karena telah mudah di kalahkan seperti ini. Arland yang sibuk dengan pikirannya tidak menyadari bahwa Dominic melepaskan pelatuk pistol nya mengeluarkan peluru ke arahnya.


Dor...


Peluru itu kena tepat di kaki kanan Arland sehingga dia jatuh tersungkur di atas aspal. Dominic tersenyum puas melihat hasil bidikannya sebelum melangkahkan kakinya mendekat. Arland dibuat takut melihat Dominic mendekat ia berjalan mundur sampai di perbatasan dekat laut yang membuatnya tidak bisa melarikan diri lagi.


" Minggir menjauh dariku jika tidak aku akan menjatuhkan diri di bawah laut." ucap Arland yang mengancam Dominic.


Sayangnya Dominic sama sekali tidak mendengarkan perkataan ancaman dari Arland ia terus mendekati hingga berdiri tepat di hadapannya. Dominic bersmirk melihat posisi Arland yang berada di bawah.

__ADS_1


" Hehe...saya sama sekali tidak menyangka bahwa suatu hari nanti anda akan berlutut di hadapan ku." ucap Dominic sambil terkekeh menyeramkan.


" KAU GILA APA KAU LUPA SIAPA AKU?" tanya Arland berteriak di hadapan Dominic.


Dominic yang hanya menampilkan ekspresi datar. Ia sudah biasa untuk memperhatikan ekspresi nya jangan sampai musuhnya melihat keadaannya yang lemah. Dominic kemudian berjongkok di hadapan Arland sebelum mencengkram dagunya hingga mampu membuat nya meringis.


" Saya tidak lupa siapa anda." jawab Dominic dengan tatapan menakutkan di wajah nya.


Arland yang mendengar jawaban langsung terkekeh pelan.


Dominic tersenyum miring melihat ekspresi tenang Arland hanya sebab dia menyimpan sebuah rahasia miliknya. Dominic mendekati bibirnya ke telinga Arland membisikan sesuatu.


" Tentu saja ayah tiri ku yang telah merencanakan pembunuhan ku bertahun-tahun lalu." ucap Dominic sebelum kemudian mencekik Arland dan mengangkat nya.

__ADS_1


" Ap...a..khekk...ibu..mu tidak akan menyukai nya." ucap Arland yang berbicara tergagap karena susah bernafas.


" Mungkin kau adalah suami dari ibu kandung ku dan ayah bagi adik-adik ku. Tapi jangan lupa bahwa saya tidak akan mengampuni semua kesalahan mu yang membuatku menderita, dan masalah ibuku saya sama sekali tidak peduli mengingat dia adalah orang tua yang buruk. Jadi kau tidak usah khawatir karena sebentar lagi kau akan bertemu dengan isteri mu di dalam peti mati." ucap Dominic sebelum mengeluarkan sesuatu dari balik kantung jasnya dan menusuknya di dada Arland.


ARGGGH...


Arland mengeluarkan darah dari mulut nya melihat Dominic sebelum kesadaran nya menghilang dia mengatakan sesuatu.


" Dasar kau iblis." ucapnya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Dominic yang mendengarnya hanya tertawa pelan sama sekali tidak menampilkan ekspresi bersalah di wajah nya.


" Aku sudah tidak mau lama lagi dengan mu dan sekarang selamat tinggal kau akan bertemu kekasih mu sebentar lagi hahaha...." ucap Dominic sambil tertawa dengan memegang belati yang dilumuri darah.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2