Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Pengumuman Pertunangan


__ADS_3

" Saya menerima Puteri Charlotte sebagai isteri saya, dan saya ingin menikahi Puteri Charlotte dua Minggu lagi." ucap Damian dengan datar.


Damian bersikap seperti itu mengingat orang yang di hadapannya merupakan salah satu orang yang menginginkan kematian Charlotte. Dirinya berjanji ia tidak akan membiarkan Charlotte mati untuk kedua kalinya karena ulah mereka.


Sedangkan Raja Eduardo yang mendengarnya sempat terkejut ia tidak menyangka bahwa Pangeran Damian langsung menyetujui perjodohannya dengan Charlotte mengingat bahwa dulunya Pangerang Damian pernah menjalin hubungan dekat dengan Zeline.


" Maaf, Pangeran Damian bukannya anda adalah sahabat masa kecil Puteri Zeline mengapa kau tidak memilihnya?" tanya Raja Eduardo kepada Damian.


Damian yang mendengarnya diam-diam mengepalkan tangannya ia tahu sebelum dia kembali mengingat masa depannya 2 tahun lalu. Ia sempat menaruh hati kepada wanita itu tapi setelah mengingat apa yang akan terjadi di masa depan nya dan dia melihat bagaimana kejamnya dia mencampakkan nya di situ ia sudah menutup hatinya kepada wanita itu. Sekarang pandangannya jatuh kepada wanita berambut putih dan mata abu-abu nya yang selalu memandang nya dengan tajam. Apalagi dia mengetahui wanita itu juga mengalami hal yang sama.


" Sayangnya saya tidak ingin menjalin hubungan dengan serigala berbulu domba dan sebaiknya anda berhati-hati dengannya." ucap Damian sambil berlalu meninggalkan Raja Eduardo yang terlihat kebingungan.


...****************...


Sedangkan Charlotte yang melihat Raja Eduardo dan Damian sedang berbicara hanya mengangkat bahu nya acuh sambil meminum anggur nya dengan tenang.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba saja gelas anggur nya di rebut oleh seseorang membuat Charlotte langsung mengalihkan pandangannya ekspresi wajahnya langsung menajam ketika mengetahui siapa orang di depannya.


" Kau lagi, bisa tidak kau tidak mengganggu ku sehari ini saja." ucap Charlotte dengan pelan.


" Sayangnya tidak bisa karena mengganggu mu merupakan hobi baruku." ucap Damian sambil meminum anggur yang tadi dipegangnya sambil matanya menatap jahil ke Charlotte.


Charlotte yang melihatnya langsung terperangah karena ia belum pernah melihat Damian menatapnya nya seperti itu selain tatapan kebencian. Mengingat itu Charlotte langsung menundukkan kepalanya.


Damian yang melihat tingkah Charlotte langsung mengerti ia hanya mendiamkan nya sambil tersenyum kecut.


" Hahaha.... sayangnya kamu tidak bisa mengubahnya Pangerang. Karena awal semua kesalahannya letak padanya andai saja kau tidak bodoh mungkin kamu tidak di manfaatkan oleh mereka." ucap Charlotte sambil melirik sekilas Damian dan pandangan nya tertuju kepada Zeline dan Raja Eduardo yang tampak seperti Keluarga bahagia.


" Dan aku pastikan mereka akan hancur." ucap Charlotte dengan pandangan tajam dan tangannya yang mengepal.


Damian yang melihat sorotan mata Charlotte hanya mengangguk kepalanya.

__ADS_1


" Sepertinya kita memiliki tujuan yang sama." ucap Damian yang juga menatap mereka dengan benci.


Charlotte yang mendengarnya hanya tertawa ia tidak menduga bisa berbincang sesantai dengan salah satu musuhnya. Tetapi melihat sorotan mata Damian mungkin bisa di ajak kerja sama.


Saat Charlotte sedang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba saja Raja Eduardo berbicara di depan singasana nya.


" SELAMAT MALAM SEMUANYA HARI INI SAYA AKAN MENGUMUMKAN PERTUNANGAN ANTARA PUTERI CHARLOTTE DAN PANGERAN MAHKOTA DAMIAN DARI PERANCIS." ucap Raja Eduardo.


Charlotte yang mendengarnya sempat terbelalak sampai pandangan ke arah Damian yang juga sedang menatapnya. Mereka saling memandang satu sama lain.


" Apa yang sebenarnya kamu rencana kan Damian?" batin Charlotte.


" Aku akan membuatmu menjadi milikku....


Continue....

__ADS_1


__ADS_2