
" Aku akan membuatmu menjadi milikku meskipun kamu membantahnya lagipula aku akan berusaha untuk kau melupakan pria itu" batin Damian.
" Tunggu bagaimana ini bisa terjadi bukannya dulu kau sempat menolak nya?" tanya Charlotte sambil menunjuk Damian.
Damian yang melihat ekspresi marah Charlotte hanya tertawa geli sambil tangannya menyeret Charlotte untuk ikut kepadanya.
Charlotte yang merasa tangannya di tarik berusaha melepaskan diri.
" Lepaskan sebelum sepatu milikku melayang ke arahmu." ucap Charlotte berusaha memberontak.
" Silahkan jika kau mau melakukan nya sekarang yang terpenting kita harus maju ke depan. Kamu tidak mau jika sifat aslimu keluar?" tanya Damian sambil bersmirk licik.
Seketika mata Charlotte membulat sempurna bagaimana bisa dia di tipu oleh pria di hadapannya. Karena tidak mungkin jika dia memukul Damian sekarang bisa rusak citra dan terpenting dia tidak bisa melaksanakan rencana nya dengan baik.
Akhirnya mereka sampai di dekat singasana Raja Eduardo. Raja Eduardo memegang bahunya mereka dengan pelan. Setelah itu mereka bertukar cincin Charlotte hanya mampu tersenyum manis para tamu tapi dalam hatinya rasanya ingin kembali ke London dan menjalani kehidupan nya sebagai seorang Agen sekaligus Pembisnis.
" Ini demi misi demi misi balas dendam." batin Charlotte.
Sedangkan Damian hanya menampilkan ekspresi datarnya meskipun di dalam hatinya ia merasa senang bisa bersanding di samping wanitanya lagi.
__ADS_1
Raja Eduardo yang melihat sifat di antara mereka cukup senang. Akhirnya ia bisa menjalin hubungan dengan negara besar.
" Apa anda ingin mengucapkan sesuatu Yang Mulia Pangeran?" tanya Raja Eduardo kepada Damian.
Damian hanya menjawab dengan anggukan kepala sebelum ia memulai berbicara.
" BAIK SAYA CUMA MENGUMUMKAN PERNIKAHAN SAYA DENGAN PUTERI CHARLOTTE 2 MINGGU LAGI." teriak Damian
Deg ....Deg....
Semua orang yang mendengarnya terkejut termasuk Charlotte ia tidak menyangka pria itu mempercepat pernikahan mereka.
...****************...
" Hallo Damian apa kau tidak merindukan ku?" tanya nya sambil tersenyum manis.
Damian yang melihat siapa yang menghalanginya langsung marah.
" Bukan urusanku dan lain kali anda harus memanggil saya Pangeran. Ingat itu Puteri Zeline." ucap Damian yang langsung berlalu pergi meninggalkan aula.
__ADS_1
Zeline yang mendengarnya langsung merasa kesal apalagi sekarang Damian tidak mau mendekati nya sejak 2 tahun lalu, dan sekarang dia datang tiba-tiba dengan bertunangan dengan Charlotte. Rasa iri dan benci kepada Charlotte membuat nya buta.
" Suatu hari nanti aku pastikan akan merebut Damian dari mu Charlotte." ucap Zeline sambil bersmirk.
...****************...
Saat Charlotte sedang berjalan di lorong tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang tangannya ia pun langsung mengalihkan pandangannya dan melihat Damian yang sedang memegang tangannya. Ia pun langsung menepis tangan tersebut.
" Ada apa kau menyusul ku di sini Pangeran ? apa anda tidak puas dengan seenaknya mempercepat pernikahan yang seharusnya diadakan satu tahun lagi?" tanya Charlotte dengan tatapan datar.
Damian sedikit merasa kecewa ketika Charlotte menepis tangan nya dengan kasar tapi ia bisa menyembunyikan perasaan itu dengan baik.
" Aku melakukan ini semua hanya untukmu Charlotte. Aku tidak sanggup melihat kau di kucilkan oleh Ayah mu sendiri dan aku tidak ingin kau merasa terluka untuk kesekian kalinya." ucap Damian dengan serius.
Charlotte yang mendengarnya pun seketika langsung terdiam tidak lama ia tertawa.
" Hahaha....kau lucu Damian. kamu tidak ingin aku tersakiti tapi sayangnya....
Hidupku sudah banyak tersakiti.
__ADS_1
Continue...