
Akhirnya setelah lama berpikir Charlotte lebih memilih pakai baju terkutuk itu daripada semalaman memakai cuma jubah mandi saja.
Charlotte mematut dirinya di cermin yang memakai lingerie berwarna putih sepaha. Ia sendiri bergidik ngeri melihat penampilan nya.
" Aunty, kau telah berhasil membuat keponakan mu menggunakan pakaian terkutuk ini." ucap Charlotte sambil menepuk dahinya.
Damian yang baru saja membuka matanya di buat terkejut melihat penampilan Charlotte yang sangat berbeda. Kelihatan sangat seksi membuat miliknya sedang memberontak. Damian menghembuskan nafasnya sebelum berjalan menghampiri Charlotte dan memeluknya.
" Apa kau ingin menggoda ku sayang." ucap Damian sambil melihat wajah Charlotte dari bayangan cermin.
Charlotte terkejut ketika Damian memeluknya secara tiba-tiba. Apalagi melihat penampilan Damian yang rambutnya sedikit berantakan membawa kesan tampan. Tapi Charlotte bisa mengendalikan ekspresi nya untuk tidak terpukau dengan ketampanan Damian.
" Bukannya seharusnya kau tidur lagi?" tanya Charlotte dengan datar.
Damian tidak menanggapi ekspresi datar Charlotte. Malah ia mengelus tangan Charlotte dengan lembut. Membuat Charlotte sekuat tenaga menahan sesuatu dirinya.
" Lepaskan Damian, jangan melewati batasan." ucap Charlotte.
Damian yang mendengarnya menghembuskan nafasnya sebelum melepaskan pelukannya. Charlotte bisa bernafas lega karena ia tidak harus melakukan 'itu' dengannya.
" Aku akan keluar sebentar." ucap Damian yang pamit keluar dari kamar.
__ADS_1
Charlotte yang melihat Damian keluar kamar. Langsung berjalan dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil melihat pemandangan laut dari balik kaca.
Charlotte memikirkan apa yang dia mimpikan semalam yang membuat merasa terganggu.
" Apa itu keinginan mu sayang." ucap Charlotte sambil memejamkan matanya yang tanpa sadar mengeluarkan setitik air mata.
...****************...
Setelah keluar dari kamar Damian memutuskan untuk duduk di pantry sambil meminum anggur putih kesukaannya. Entah kenapa ia merasa bersalah kepada Charlotte.
" Bagaimana cara agar membuat Mommy mu untuk memaafkan ku?" ucap Damian sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Kemudian Damian mengeluarkan sesuatu dari balik saku celana piyamanya.
Ceklek....
Damian memasuki kamar dengan membawa secangkir teh hangat untuk Charlotte.
" Kau sudah kembali." ucap Charlotte sambil membuka matanya.
Damian hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil berusaha menahan hasratnya untuk tidak melakukan sesuatu kepada Charlotte.
__ADS_1
" Aku membawakan secangkir teh untuk menenangkan pikiran mu." ucap Damian sambil memberikan secangkir teh kepada Charlotte.
Charlotte pun menggangguk kepalanya dan menerima cangkir teh itu.
" Aku baru tahu bahwa kau bisa membuat teh?" tanya Charlotte yang seperti sindiran.
Damian memutar bola matanya malas mendengar sindiran Charlotte.
" Tentu saja aku bisa lagipula, aku pernah tinggal sendiri ketika berada di London. Apa kau lupa Hem..." ucap Damian sambil mendekatkan wajahnya ke Charlotte.
" Terlalu dekat." ucap Charlotte dengan pelan sambil memalingkan wajahnya.
Melihat sifat malu Charlotte membuat Damian tertawa. Mengingatkan tentang bagaimana sifat Charlotte ketika dulu sedang berada di hadapannya. Tetapi sayangnya dulu Damian terlalu bodoh dalam apa artinya sifat tulus seseorang.
" Kau tidak sepenuhnya berubah Audrey." ucap Damian sambil tersenyum tipis.
Charlotte yang mendengarnya terdiam Memang sepertinya sifatnya yang satu ini terkadang tidak bisa ia kendalikan. Bahkan saat bertemu dengan Justin. Charlotte selalu menampilkan wajah memerah.
Tetapi untuk menghilangkan rasa malunya akhirnya Charlotte meminum teh pemberian dari Damian. Tanpa menyadari raut wajah Damian yang diam-diam tersenyum atau lebih tepatnya seringai.
" Akhirnya....
__ADS_1
Continue....