
Setelah memastikan Charlotte tidur Damian memutuskan untuk bersiap-siap untuk bertemu dengannya. Malam ini dia mengenakan kemeja berwarna hitam sekaligus celana panjang dan jas yang senada dengan kemejanya. Rambutnya di tata rapi.
Selesai bersiap-siap Damian menghampiri Charlotte yang tertidur pulas dan mencium keningnya dengan lembut.
" Selamat malam aku berjanji akan menyelesaikan nya dengan cepat, dan kita bisa membangun keluarga yang seperti kita impikan." ucap Damian sebelum berjalan keluar dari kamar.
Damian berjalan menuju ke Basment yang berada di belakang istana di sana sudah ada Sean yang sudah menunggunya di samping mobil. Memang pertemuannya dengan nya sangat rahasia tidak satupun orang istana yang mengetahui nya selain Isterinya.
" Apa sudah siap?" tanya Damian kepada Sean.
Sean menggangguk sambil membuka pintu mobilnya mempersilahkan Raja nya masuk.
Setelah itu mobil berjalan keluar dari gerbang istana. Tanpa di ketahui oleh Damian bahwa Charlotte melihatnya sejak dia keluar dari kamarnya.
Charlotte yang melihat Damian sudah pergi dari atas balkon.
" Semoga berhasil Damian." ucap Charlotte sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
...****************...
Akhirnya setelah perjalanan yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam. Mereka sampai di sebuah Mansion yang ada di pinggiran kota Paris. Damian bisa melihat bagaimana ketat nya perjagaan yang ada di Mansion ini.
Damian di sambut oleh seorang pria yang mengenakan jas hitam rapi membungkuk di hadapannya.
" Selamat datang, Yang Mulia. Tuan sudah menunggu anda di dalam silahkan ikutin saya." ucap nya dengan bahasa yang sopan.
Damian melihat sekeliling Mansion yang tampak gelap hanya ada pencahayaan lampu yang tidak terlalu terang. Dia juga melihat beberapa lukisan mahal yang di pajang di dinding.
Akhirnya mereka sampai juga di sebuah pintu yang besar. Damian membuka pintunya Sean yang ingin masuk juga di larang oleh Asisten Dominic.
" Tidak perlu berbuat keributan Sean, kau tunggu saja di sini biarkan aku menemuinya." perintah Damian mutlak.
Sean yang mendengarnya tidak bisa melakukan apapun lagi.
" Baiklah, Yang Mulia." ucap Sean yang pasrah meninggalkan Damian bersama musuhnya.
__ADS_1
Damian yang mendengarnya menggangguk kepalanya sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang terlihat luas namun gelap hanya ada percahayan dari bulan saja membuat ruangan ini terlihat.
Damian bisa melihat sesosok laki-laki dewasa yang mengenakan kemeja biru tua sedang berdiri menghadap jendela memperlihatkan pemandangan gunung.
" Sudah lama sekali bukan Dominic atau aku bisa bilang kakak." ucap Damian datar.
Dominic yang berdiri membelakanginya langsung membalikkan badannya setelah mendengar suara Damian memanggilnya.
" Itu terserah kepadamu yang ingin kamu memanggil ku apa." ucap Dominic dengan tenang sambil berjalan menuju ke sebuah lemari khusus penyimpanan Alkohol.
Kemudian Dominic mengambil salah satu botol dan menuangkannya ke dua gelas kaca.
" Lebih baik kita bersantai dulu, Yang Mulia. ada sesuatu yang harus kita bicarakan." ucap Dominic berjalan mendekati Damian.
Damian di buat terkejut melihat sebagian wajah Dominic yang tampak hancur. Tapi ia bisa mengendalikan ekspresi nya tetap tenang.
" Saya tidak punya banyak waktu untuk berbicara santai denganmu. Kakak. Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi beberapa tahun lalu....
__ADS_1
Countine...