
Dor....
Dor...
" Sepertinya Mood mu hari ini sangat buruk adik ku." ucap Andrew yang berjalan sambil memegang segelas jus jeruk.
Charlotte membalikan badannya tanpa mengatakan apapun ia mengambil minuman Andrew dan meminumnya sampai gelas nya kosong ia mengembalikan nya ke pemilik nya.
Andrew hanya bisa menatap nanar gelas yang tadinya berisi jus jeruk telah kosong. Ia juga tidak ingin memprotesnya karena takut Charlotte akan marah dan melubangi kepalanya dengan senjata di tangannya.
Setelah minum jus jeruk Charlotte kembali melanjutkan latihan menebaknya.
Dor...
Dor...
Saat ini perasaan Charlotte tidak karuan di satu sisi ia tidak ingin kembali ke sana tetapi di sisi lain ia ingin membalaskan perbuatan mereka semua kepadanya.
Charlotte mengingat pertemuannya dengan Darius beberapa jam yang lalu.
Flashback On...
" Jadi, Char saya ingin mengatakan bahwa sebenarnya anda adalah anak Raja yang telah hilang selama 18 tahun dan aku kakakmu." ucap Darius
Mendengar ucapan Darius membuat perasaan Charlotte tidak karuan. Ia memandangi Darius dengan air mata yang berlinang di kedua pipinya.
__ADS_1
" Hiks....benarkah itu Char mempunyai seorang Kakak?" tanya Charlotte dengan pelan sambil kembali menunduk kepalanya.
Darius yang melihatnya langsung memeluk Charlotte dengan lembut. Hal itu sempat membuat Charlotte sedikit tegang tetapi ia bisa merilekskan tubuhnya. Ia membalas pelukan Darius sambil menangis.
Darius yang mendengar suara tangisan pilu Charlotte membuat perasaan nya sakit.
" Ia benar Char melupakan Adik kakak satu-satunya." jawab Darius dengan lembut ia berjanji dalam hatinya bahwa selalu melindungi Charlotte karena menurutnya Adiknya polos nya tidak pantas di sakiti.
Tetapi tanpa diketahui oleh Darius sendiri Charlotte diam-diam bersmirk di dalam pelukannya.
" Cih jika ini bukan karena di rencanakan. Aku tidak mungkin mau memeluknya." batin Charlotte dengan kesal.
Tidak beberapa lama Darius melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata Charlotte dengan lembut.
Charlotte sempat terkejut mendengar Darius memanggilnya Princess. Karena di kehidupan sebelumnya bahkan Darius tidak mau menatap nya.
" Baiklah Char mau ikut Kakak, Tetapi besok ya karena hari ini Char ingin bertemu dengan sahabat Char untuk berpamitan. Bolehkah Kakak?" tanya Charlotte sambil menampilkan puppy eyes nya.
Darius tertawa pelan melihat tatapan Charlotte kepadanya.
" Tentu saja bagaimana bisa Kakak menolak keinginan Princess." jawab Darius sambil merentakan kedua tangannya.
Charlotte yang melihatnya langsung menghamburkan ke pelukan Darius.
" Char sayang Kakak Darius." ucap Charlotte sambil tersenyum polos.
__ADS_1
Darius yang mendengarnya merasa senang dan membalas pelukannya.
" Kakak juga sayang Princess." ucap Darius dengan lembut.
Flashback off ...
Mengingat itu semua membuat Charlotte mau muntah bagaimana bisa dia bersikap seperti itu kepada salah satu musuhnya.
Sedangkan Andrew yang sedari tadi memperhatikan Charlotte mulai jengah. Kemudian Andrew memutuskan untuk berjalan mendekati nya.
" Mau sampai kapan kamu marah Char?" tanya Andrew yang sudah berdiri di belakang Charlotte sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
Charlotte langsung menghentikan kegiatannya dan membalikkan badannya sambil menatap tajam Andrew.
" Penganggu." ucap Charlotte sebelum berjalan melangkahi Andrew.
Andrew yang melihatnya terkejut dan langsung menyusul Charlotte yang sudah berada di kursi.
" Kamu ini sebenarnya kenapa, jangan sembunyikan apapun dariku Char. Bukannya kita ini adalah saudara sepupu. Lagipula kamu ini anak dari Bibi ku?" tanya Andrew sambil melihat Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya tersenyum tipis.
" Aku bertemu dengan keluarga kandung ku....
Continue...
__ADS_1