
"Hahaha....kau lucu Damian. kamu tidak ingin aku tersakiti tapi sayangnya. Hidupku sudah banyak tersakiti." ucap Charlotte sambil tertawa miris.
Deg...Deg....
Damian yang mendengarnya merasa tertohok karena dirinya juga Charlotte menderita andaikan ia tidak memakan hasutan dari mereka. Mungkin sejak dulu ia tidak akan memperlakukan Charlotte seperti sampah. Damian menundukkan kepalanya menyesal.
Sedangkan Charlotte yang melihatnya merasa sedikit iba karena ia tahu bahwa Damian juga di manfaatkan oleh mereka. Tetapi sekarang Charlotte tidak boleh merasa lemah karena Damian juga salah karenanya dia harus kehilangan calon anaknya.
" Andaikan saja aku bisa melupakan masa lalu itu mungkin sejak dulu aku sudah menjalani kehidupan yang baru bersama dengan pria yang kucintai, dan aku tidak akan merasakan penyesalan untuk kesekian kalinya. Saya permisi Yang Mulia." ucap Charlotte sebelum berjalan pergi. Tetapi berjalannya terhenti setelah ia mendengar suara Damian.
" Apa foto pria ini yang kamu cintai Audrey?" tanya Damian sambil mengeluarkan sebuah kalung berbentuk hati dari saku celananya dan menunjukkan ke Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya tersentak dengan perlahan ia mengembalikan badannya dan seketika Charlotte di buat terkejut ketika melihat Damian memegang kalung hati seperti milik nya.
Sedangkan Damian yang melihatnya bersmirk ia tahu bahwa saat ini Charlotte sedang terkejut. Apalagi melihat Charlotte mengeraba lehernya yang seakan mencari keberadaan kalung itu.
__ADS_1
" Wait, why is my necklace in your hand?" tanya Charlotte menyeringitkan dahinya.
" Wow, it's true that this necklace is yours Audrey" ucap Damian yang seperti pernyataan.
Charlotte dengan refleks memundurkan langkahnya ketika melihat ekspresi tidak bersahabat dari Damian. Apalagi Damian yang sedang menuju ke arahnya.
Damian yang melihat bahwa Charlotte ingin kabur meninggalkan nya langsung saja mendorong dan memojokkan nya di sebuah pilar. Mereka saling menatap satu sama lain apalagi Damian di buat terpana melihat kecantikan Charlotte dengan mata abu-abu yang sedang menatapnya tajam dan rambut putih yang berkibar di bawa tiupan angin malam. Membuat kesan Charlotte seperti seorang Puteri bulan.
Begitu juga Charlotte yang terpana melihat ketampanan Damian yang memiliki rambut berwarna hitam dan mata berwarna biru tua yang selalu menatap nya tajam penuh kebencian di masa lalunya. Tetapi dengan cepat Charlotte menjemput kewarasannya kembali langsung saja ia mendorong Damian untuk menjauh darinya.
" Siapa?" tanya Damian dengan penuh amarah nya.
" Apa maksudmu?" tanya Charlotte sambil menatap Damian tajam.
Damian yang mendengarnya tertawa dan kemudian ia memukul pilar tersebut dengan kuat sampai memunculkan retakan.
__ADS_1
" Hahaha...ternyata kau sudah melupakan kan diriku Audrey, BERANINYA KAU BERPACARAN DENGAN ORANG LAIN SEDANGKAN PRIA YANG BERADA DI HADAPAN MU INI ADALAH SUAMIMU, AUDREY." ucap Damian dengan wajah memerah.
Charlotte hanya memasang wajah tenang seakan ia sama sekali tidak terpengaruh oleh tatapan Damian. Bahkan dalam hatinya rasanya ingin tertawa mendengar ucapan seakan bullsihit itu.
" Aku tidak peduli, apa kau ingat Damian saat kita menikah dulu kau mengatakan jangan pernah mengurus urusan diriku karena aku hanya mencintai Zeline bukannya kau Audrey.
APA KAU INGAT DAMIAN." teriak Charlotte di depan wajah Damian.
" SAAT ITU KAU DENGAN BERANINYA MENIDURI ZELINE DI DEPAN MATAKU. BAHKAN KAU TIDAK PEDULI SAAT KEMATIAN ANAKKU, DAN JANGAN PERMASALAHAN AKU JIKA AKU MEMILIKI PRIA LAIN." ucap Charlotte sambil bersmirk.
Setelah itu Charlotte mendorong tubuh Damian supaya menyingkir dari hadapannya dan berjalan pergi. Meninggalkan Damian yang melihatnya dari kejauhan tetapi Charlotte samar-samar mendengar suara Damian.
You're mine....
Continue....
__ADS_1