
" Apa kau gugup, Audrey?" tanya Damian yang merasakan eratnya genggaman tangan Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya sontak menggelengkan kepalanya.
" Tentu saja, tidak lagipula aku sering melakukan ini ketika pertemuan rapat di perusahaan." ucap Charlotte yang membantah ucapan Damian.
Damian tersenyum tipis melihat Charlotte yang sudah banyak berubah.
" Aku sama sekali tidak menduga bahwa kau akan sesukses ini London. Bahkan kau sudah membuat perusahaan Hepburn satu peringkat di atas ku." ucap Damian yang memuji Charlotte.
Charlotte tertawa pelan mendengar Damian memujinya. Mengingat sebelumnya Damian selalu merendahkan nya. Tapi perasaan Charlotte masih was-was mengingat bahwa ada seseorang yang ingin menyelakai dirinya atau Damian.
Tetapi Charlotte mencoba bersikap tenang supaya tidak ada seseorang yang mencurigainya, dia juga sudah memutus Bodyguard nya yang di kirimkan dari London untuk menjaga-jaga jika terjadi sesuatu.
Ketika mereka sampai di depan pintu Aula utama Damian menggangguk kepalanya menyuruh penjaga mengumumkan kedatangannya.
" RAJA DAMIAN KENNETH MAXVIEL DAN RATU CHARLOTTE AUDREY HEPBURN TELAH TIBA." ucap nya lantang.
Seketika semua orang langsung membungkuk hormat di hadapan Raja dan Ratu baru Perancis kecuali para pemimpin negara yang hanya menggangguk pelan.
Damian dan Charlotte hanya menunjukkan senyum tipis saja.
" Berhati-hatilah, Mereka sudah mulai bergerak." ucap Charlotte yang sekali lagi memperingati Damian.
Damian yang sekali lagi merasa aneh dengan ucapan Charlotte menggangguk kepalanya. Karena ia merasa akan ada sesuatu yang mencoba mengincar dirinya atau Charlotte.
__ADS_1
Ketika melihat sekeliling seketika pandangan Damian tertuju ke arah seseorang yang bersembunyi di salah satu pilar.
"Apa dia sekarang mulai bergerak, Cih cepat juga dia." batin Damian sambil berdecih pelan.
Kemudian Damian melirik sebentar Charlotte yang sedang menatap nyalang seseorang. Dalam hati Damian bertanya mengapa Charlotte mengetahui semuanya daripada dirinya terlebih dahulu.
" Aku ingin meminta penjelasan darimu nanti, Audrey." ucap Damian yang berbisik kepada Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya langsung mengangguk kepalanya.
Tetapi sayangnya semua tamu salah paham ketika tentang interaksi mereka berdua.
Raja dan Ratu sangat romantis...
Lihatlah Raja yang tampan dan Ratu yang cantik menawan. Bagaimana mereka memiliki keturunan nanti....
" Itu tidak akan ku biarkan terjadi, sebelum mereka memiliki keturunan. Aku sendiri akan melenyapkan kalian berdua hahahaha...." batinnya sambil tertawa terbahak-bahak.
Setelah itu Damian menyampaikan pidatonya kepada semua tamu. Sedangkan Charlotte yang sedang berdiri di sampingnya mengangkat kepalanya tersenyum. Tetapi pandangannya matanya terus waspada keseluruhan tamu pesta.
Selesai menyampaikan pidatonya Damian mengajak Charlotte untuk berdansa. Akhirnya mereka berdansa pertama kali setelah mendapatkan posisi barunya sebagai Raja dan Ratu.
" Apa kau mencurigai seseorang Damian?" tanya Charlotte yang berbisik di sela-sela dansanya.
" Iya, Salah satu orang yang pernah membunuhku ada di sana, dan sepertinya aku harus berwaspada bukan." ucap Damian yang tersenyum penuh arti.
__ADS_1
" Hahaha benar." ucap Charlotte sambil tertawa pelan.
Akhirnya mereka selesai berdansa, dan acara selanjutnya adalah Raja dan Ratu yang bersulang meminum anggur.
Ketika salah satu pelayan memberikan minumannya kepada Damian, Charlotte langsung curiga ketika melihat gerak-gerik pelayan tersebut yang mencurigakan.
Damian yang ingin mengambil gelas tersebut langsung di cegah oleh Charlotte.
" Minum anggur itu." perintah Charlotte dengan tatapan tajam.
Damian yang mengerti ikutan menatap curiga pelayan itu.
" Maaf, saya Ratu. saya tidak bisa melakukannya karena ini minuman untuk Raja." ucap Pelayan yang berusaha tenang.
Mendengar ucapan pelayan itu membuat Damian dan Charlotte saling memandang satu sama lain.
" Minum." ucap Damian dengan dingin.
Pelayan tersebut langsung meminumnya sambil badannya bergemetar.
Ketika pelayan itu minum....
Pyaar....
Uhuuk....
__ADS_1
Continue...