Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Surat Rahasia


__ADS_3

Sampai akhirnya mobil pun berhenti di sebuah villa yang berada di pinggiran kota Paris. Damian membantu Charlotte turun dari mobil dan menggenggam tangan nya erat.


Charlotte melihat bagaimana Damian menggenggam tangan nya dengan erat. Tapi ia tidak ingin berbuat apapun di karenakan sekarang Damian sudah menjadi suaminya lagi. Meskipun dirinya tidak tahu hatinya sudah menyukainya atau belum.


Damian membawa Charlotte berjalan memasuki villa itu. Charlotte yang melihatnya cukup takjub melihat keindahan taman yang berbeda dari istana.


" Aku tidak tahu bahwa selama ini kau memiliki sebuah Villa." ucap Charlotte kepada Damian.


" Sejak mengingat kehidupan ku sebelumnya. Aku mulai berubah dengan menjalankan sebuah bisnis untuk membangun lapang pekerjaan bagi rakyat ku dan membangun sebuah organisasi yang bahkan selama ini tidak kau kira." lanjutnya di dalam hati karena menurut Damian sekarang belum saatnya Charlotte tahu tentangnya.


Damian melirik Charlotte yang sedang melihat seisi villa. Memang Villa pribadi miliknya sama sekali tidak ada Maid. Di karenakan selama ini Damian hanya menyuruh seseorang untuk membersihkan Villa seminggu sekali.


Tiba-tiba saja ada seorang pria paruh baya berjalan menuju ke arah Damian.


" Yang Mulia." ucap nya sambil membungkuk hormat.

__ADS_1


Damian mengalihkan pandangannya kemudian ia tersenyum tipis.


" Kau tidak perlu memberikan hormat kepadaku, Paman." ucap Damian memberikan perintah kepada orang yang di panggil paman.


" Maaf, Yang Mulia. sayangnya tidak bisa karena anda adalah Raja saya." ucap nya yang menolak perintah Damian.


Kemudian pandangan pria paruh baya itu menuju ke Charlotte yang sedang melihat sebuah lukisan.


" Saya sama sekali tidak menduga bahwa anda mengajak Ratu kemari. Jadi saya mengingat bagaimana Mendiang Raja Arnold yang membawa Mendiang Ratu Ameria berlibur ke sini. Tapi saya yakin anda membawa Ratu Charlotte kemari pasti ada tujuannya bukan Raja." ucap nya yang menebak pikiran Damian.


" Sepertinya anda bisa menebak pikiran saya paman. Lagipula saya membawa nya ke sini karena ada sesuatu yang saya urus." ucap Damian yang seketika pandangannya menajam dan tangannya mengepal kuat.


Pria paruh baya itu hanya bisa tersenyum melihat bagaimana pancaran Damian yang terpenuhi kebencian dan satu sisi ada sebuah rasa ingin melindungi.


" Saya hanya bisa berharap semoga anda tidak melakukan kesalahan di kemudian hari." ucap nya sambil memandang Damian yang perlahan mendekati Charlotte.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan di sisi lain Darius sedang kepikiran mengenai adiknya, Charlotte. Meskipun ia terlambat dalam mengakui adiknya. Ia ingin tetap melindungi Princess kecilnya.


Walaupun ia yakin Charlotte membencinya tapi Darius tetap akan melindunginya. Meskipun ia akan melakukan kudeta perebutan tahta dengan Ayahnya sendiri.


Ketika Darius sedang berpikir tiba-tiba saja Asistennya yang bernama Manuel datang menghampirinya.


" Salam, Pangeran. saya ingin memberikan sebuah undangan langsung dari Raja Damian." ucap Manuel sambil menyerahkan sebuah surat kepada Darius.


Darius langsung menerimanya karena jika Damian yang merupakan sahabatnya memberikannya pesan dari surat. Pasti ada sesuatu sangat rahasia sampai tidak ada satupun yang boleh mengetahuinya selain mereka berdua.


Kemudian Darius membaca surat tersebut tidak berapa lama senyumannya terbit di wajahnya. Darius langsung membakar surat tersebut dengan korek api yang berada di mejanya dan membuangnya ke tempat sampah. Supaya tidak ada satupun yang bisa membacanya.


" Manuel siapkan penerbangan ku Perancis. Sepertinya dia sudah ingin mengakhiri permainan ini." ucap Darius sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Continue...


__ADS_2