
Ketika sampai di bandara internasional Damian menyuruh para stafnya untuk mengamankan jalur di lewatinya mengingat pasti ada saja yang ingin membunuhnya terutama isteri dan kedua anaknya.
Charlotte langsung berjalan cepat ketika melihat temannya ada di depannya.
" Hallo Shakira aku sangat merindukanmu." ucap Charlotte sambil memeluk sahabatnya.
" Aku juga merindukanmu, dimana calon keponakan ku Char?" tanya Shakira sambil melihat sekitar.
Sebelum Charlotte menjawab ada suara derapan langkah kaki menghampirinya.
" Aunty Kira.." ucap Celline sambil berlari ke arah Shakira.
Shakira yang melihat keberadaan Celline langsung merentangkan tangannya dan memeluknya dengan erat.
" Oh Celli aku yang imut aunty sangat merindukanmu. Terakhir kita bertemu saat Celli berusia 2 tahun yang baru bisa mengucapkan beberapa kata saja." ucap Shakira dengan gemas.
" Sayang sepertinya kamu memeluk Celli terlalu erat." ucap seorang pria kepada Shakira.
Mendengar itu Shakira tertawa pelan sambil melepaskan pelukannya dan kemudian mencium pipi Celline dengan gemas.
__ADS_1
" Aku tidak bisa berhenti dia sangat menggemaskan cup...cup..." ucap Shakira yang masih mencium pipi Celline.
Celline yang merasakannya langsung menatap Charlotte dengan mata memelas nya seolah meminta bantuannya. Charlotte yang melihatnya langsung berbicara.
" Jika kamu sangat menyukai anak-anak mengapa sampai sekarang kalian tidak membuatnya hmm?" tanya Charlotte sambil memandang Shakira dengan jahil.
Sontak ucapannya membuat Shakira dan pria yang tidak jauh dari mereka bersemu merah malu.
" Sudahlah Char, kita harus berangkat sekarang karena acara makan malam akan segera di mulai." ucap Pria itu yang berdiri di samping Damian yang menggenggam tangan Darell.
Sepasang ayah dan anak itu hanya diam mereka sama sekali tidak suka mencampuri urusan orang lain. Mereka hanya memasang wajah datarnya.
" Baiklah Kakak kita berangkat sekarang." ucap Charlotte sambil menggenggam tangan Shakira dan Celline menuju Limosin yang sudah di sediakan.
Damian yang melihat dari kejauhan menghela nafasnya sambil menepuk bahu Darius.
" Bagaimana bisa kau mencintai gadis seperti itu, brother?" tanya Damian.
Darius mendengar pertanyaan Damian tertawa sambil merangkul bahu Damian salah satu sahabat nya.
__ADS_1
" Cinta tidak ada yang tahu bukan bahkan kau yang dulunya tertarik pada Zel...." ucap Darius yang tidak melanjutkan ucapannya karena melihat Damian memandang nya dengan tajam seolah ingin membunuhnya.
Damian langsung merasa kesal ketika Darius mengungkit permasalahan yang dulu sempat tertarik kepada wanita ular itu.
" Jangan sebut namanya, ayo Darell kita masuk Limosin saja tinggalkan Uncel mu yang kurang waras itu." ucap Damian kepada Darell.
" Kamu benar Dad." ucap Darell yang langsung menyetujui ucapan Damian.
Mereka berdua berjalan dengan tenang tanpa mempedulikan bahwa seseorang sedang menatapnya tajam.
" Cih...jika saja dia bukan isteri dari adikku aku pasti sudah membuangnya ke samudera Atlantik." ucap Darius sebelum berjalan menyusul mereka ke Limosin.
Ketika Limosin sudah berjalan Darell dan Celline yang melihat keindahan kota Slovenia berdecak kagum. Mengingat ini baru pertama kali nya mereka berkunjung ke sini karena selama ini selalu Darius yang mengunjungi mereka di Perancis.
Sedangkan Charlotte dan Shakira asik berbincang tentang masa lalu mereka, terutama Shakira yang sempat di kabarkan dekat dengan Andrew sepupu tiri Charlotte.
" Sampai sekarang aku belum percaya bahwa Shakira dekat denganmu Kakak bahkan sampai kalian ingin menikah.
Jadi....
__ADS_1
Countine...