Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Tidak Bisa Menolak Perintah


__ADS_3

"Sialan ketahuan." batin Charlotte yang mengumpat.


Damian yang melihat wajah pucat Charlotte terkekeh pelan. Kemudian ia berjalan menghampirinya dan memeluk pinggangnya dengan mesra.


Charlotte yang tentu saja terkejut berusaha melepaskan tangan Damian. Tetapi sayangnya Damian tidak mau melepaskan tangannya dari pinggang Charlotte malahan ia semakin mempererat nya.


" Lepaskan, ingat kita tidak memiliki hubungan apapun itu." ucap Charlotte sambil terus bergerak.


Damian terkekeh geli setelah itu ia menaruh kepalanya di leher Charlotte dan mengecupnya.


" Tetapi sayangnya kita punya hubungan suami-istri, Audrey." ucap Damian sambil terus mengecupnya


Seketika tubuh Charlotte menegang ketika merasakan Damian sedang menjilat lehernya.


" LEPASKAN DAMIAN." teriak Charlotte tanpa sadar.


Damian mendengar teriakan Charlotte terkejut. Kemudian ia menjauhkan tubuhnya dari Charlotte dan langsung membalikan badannya.


" Ayo, kita harus bersiap-siap pergi sarapan Raja sedang menunggu." ucap Damian dengan datar dan berjalan meninggalkan kamar.


Ceklek....


Setelah melihat Damian keluar, tubuh Charlotte langsung melemas hingga tersungkur di lantai sambil memegang dadanya yang berdegup kencang.


" Apa yang terjadi padaku, Tidak mungkin bukan kalau aku memiliki perasaan dengannya lagi." ucap Charlotte yang bermonolog sendiri.

__ADS_1


Langsung saja Charlotte segera menepis pemikiran tersebut. Tidak mungkin bukan jika dia memiliki perasaan dengan Damian.


" Ingat Justin, Char. Aku hanya mencintai Justin." ucap Charlotte.


...****************...


Setelah kejadian itu hanya ada suasana canggung di antara mereka. Bahkan sampai acara sarapan di Istana utama bersama Raja pun mereka hanya saling melirik.


Bahkan sampai Raja Arnold memperhatikan mereka berdua.


" Apa kalian baik-baik saja?" tanya Raja Arnold kepada Damian dan Charlotte.


" Kami baik-baik saja, Yang Mulia." jawab Damian dengan datar.


" Ini baru awal mulanya, ini baru permulaan. Aku akan menyingkirkan mu dari semua orang. Bahkan aku akan mencari tahu semua rahasia mu." batin Charlotte senang.


Charlotte tersenyum senang sampai tiba-tiba Raja Arnold berbicara yang membuatnya terkejut.


" Bagaimana kalau kalian berdua berbulan madu?" tanya Raja Arnold tiba-tiba.


Uhuuk... Uhuuk...


Charlotte yang sedang makan di buat tersedak. Damian yang melihat bahwa Charlotte tersedak membantu mengambilkannya minum.


Charlotte langsung menerima segelas air minum dari Damian, dan menegaknya sampai habis.

__ADS_1


" Merci." ucap Charlotte yang mengucapkan terima kasih kepada Damian.


Damian hanya merespon nya dengan anggukan kepala pelan.


" Apa anda yakin Raja. Bukannya seharusnya saya membantu anda mengurus pekerjaan negara." ucap Damian yang berusaha menolak secara halus.


Mendengar ucapan Damian, Charlotte juga menanggapi nya dengan anggukan kepala.


" Benar, Yang Mulia. Karena tidak mungkin bukan kami meninggalkan anda. Saat anda sedang tidak sehat." ucap Charlotte yang ikutan menolak tawaran Raja.


" Sayangnya, saya tidak menerima penolakan Pangeran dan Puteri. Saya juga sudah menyiapkan tiket untuk kalian, dan perintah." ucap Raja Arnold dengan tegas.


Akhirnya dengan berat hati Charlotte mengangguk kepalanya pelan menyetujui keinginan Raja. Damian yang melihatnya diam-diam merasa senang. Ia awalnya sama sekali tidak menduga bahwa Charlotte akan menerima perintah Raja.


" Yes, sebentar lagi aku akan memiliki mu sayang." batin Damian sambil diam-diam tersenyum licik.


...****************...


Selesai sarapan Charlotte memutuskan untuk keliling-keliling istana. Untuk bernostalgia setelah sekian lama tidak ke sini, dan Damian sedang ada urusan istana yang masih belum di selesaikan.


Tapi saat Charlotte melihat-lihat dirinya tanpa sengaja bertemu seseorang.


" Kenapa aku bertemu dengannya...


Continue...

__ADS_1


__ADS_2