Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Episode 124


__ADS_3

Di pagi hari di kota Paris cuaca terlihat cerah membuat sebagian para penduduk melakukan aktivitas seperti biasanya.


Termasuk Charlotte yang harus menghadiri acara pembukaan salah satu sekolah gratis yang berada di pinggir ibu kota.


Selesai berpakaian rapi dan merias wajahnya sedikit Charlotte langsung menuju ke ruang kerja Damian. Seperti biasanya memang Damian menyuruh Charlotte untuk berpamitan kepadanya sebelum keluar istana.


Sedangkan untuk Darell dan Celline mereka berdua sedang belajar di perpustakaan seperti biasanya. Mereka berdua tata krama dasar dan belajar awal seperti membaca, menghitung, dan menulis. Supaya setelah mereka berdua memasuki dunia sekolah jadinya mereka menguasainya. Meskipun terkadang Puterinya Celline selalu memberontak setiap mau belajar.


Sampai di depan pintu Charlotte langsung mengetuknya.


Tok...Tok...


" Ini aku Charlotte." ucap Charlotte kepada Damian.


" Masuk." ucap Damian di dalam mengijinkan Charlotte untuk masuk ke dalam.


Setelah mendapatkan izin Charlotte langsung masuk bertapa terkejutnya ia melihat setumpuk kertas menjulang tinggi di atas meja kerja Damian.

__ADS_1


" Pekerjamu banyak sekali, Damian" ucap Charlotte yang meringis apalagi melihat lingkaran hitam di sekitar mata Damian.


Damian hanya menanggapinya dengan senyum tipisnya.


" Ini pekerjaan yang tertunda selama aku menghabiskan waktu di Slovenia waktu itu, dan aku harus segera menyelesaikan perbaikan di pelabuhan." ucap Damian.


Charlotte menggangguk kepalanya ia tahu pekerjaan Damian semakin hari semakin banyak. Jadi demikian jika Damian memiliki seorang kakak besar kemungkinan dia akan turun tahta. Mengingat peraturan bahwa hanya anak laki-laki pertama lah yang berhak menjadi seorang Raja.


" Jika kakak mu kembali apa kau akan menyerahkan nya?" tanya Charlotte kepada Damian.


Damian yang mendengarnya menyandarkan kepalanya di kursi sambil menatap langit-langit seolah berpikir untuk menjawab pertanyaan Charlotte.


Charlotte yang mendengarnya merasa lega sebab Damian bukan seseorang yang haus kekuasaan seperti dulu. Kemudian ia membalikan badannya membelakangi Damian.


" Syukurlah kau sudah tidak seperti Damian yang dulu. Kalau begitu sampai jumpa ketika makan siang nanti." ucap Charlotte yang kemudian keluar dari ruang kerja Damian.


Damian yang melihat kepergian Charlotte merasa senang sebab wanitanya dengan perlahan sudah mencair.

__ADS_1


" Aku juga senang jika kita bisa memiliki kehidupan yang normal." gumam Damian dengan pelan.


Ceklek...


Mendengar suara pintu yang terbuka kembali membuat Damian keluar dari pemikiran nya, dan melihat Sean yang berdiri sambil membungkuk di hadapannya.


" Yang Mulia. saya sudah mendapatkan apa yang anda perintahkan." ucap Sean sambil menyerahkan sebuah dokumen yang di lapisi map cokelat dengan stempel berwarna merah. Ini menandakan dokumen nya sangat rahasia.


Damian yang melihatnya langsung mengambilnya dan membukanya. Seketika bibirnya membentuk sebuah seringai membaca kata demi kata di dalamnya.


Selesai membacanya tidak lama kemudian Damian langsung tertawa. Membuat Sean yang mendengarnya hanya bisa menundukkan kepalanya karena ia tahu saat ini Raja nya sedang mode marah. Jika di hentikan akan di pastikan siapapun mati.


" Wah....ternyata dia masih berkeliaran ya, dan sekarang aku tahu bahwa dia memiliki kembaran. Bahkan mereka menggunakan anak seorang Raja untuk di jadikan boneka. Mereka benar-benar licik." ucap Damian sambil mengepalkan tangannya.


" Jadi, apa yang akan anda lakukan selanjutnya Apa perlu kita memanggil anggota untuk menangkapnya?" tanya Sean yang penasaran dengan pemikiran Sang Raja.


Apalagi sekarang beliau sedang menunjukkan senyuman miring dengan mata cokelat yang berkilat tajam seakan menusuk siapapun yang melihatnya.

__ADS_1


Countine...


__ADS_2