
Setelah berbicara dengan Michaela. Dominic memutuskan untuk keluar dari kamar untuk menemui Damian.
Ketika sampai di kantornya Dominic melihat Damian yang sedang berbicara dengan asistennya Sean.
" Selamat malam Kak, apa kau sudah siap malam ini?" tanya Damian sambil melambaikan tangan.
" Sepertinya begitu, jadi apa rencana nya." ucap Dominic sambil melangkahkan kakinya berjalan mendekat.
Di meja terdapat sebuah peta yang ada di kota.
" Mereka sepertinya akan mengambil jalur laut untuk mengirim para anggota mereka untuk sampai ke Paris. Meski itu sedikit beresiko." ucap Damian sambil menunjuk tempat pelabuhan.
Dominic meletakkan jarinya di dagu sambil berpikir.
" Bagaimana kalau kita menyiapkan beberapa anggota militer untuk berjaga dan mengirim pasukan rahasia untuk bersembunyi. Supaya mereka tidak curiga bahwa sedang di intai." ucap Dominic mencetuskan idenya.
Damian mendengarnya menggangguk kepalanya.
" Sepertinya bukan rencana yang buruk, baiklah kita akan pergi sekitar 30 menit lagi. Rencana ini akan kita gunakan, dan Sean saya memerintahkan untuk membobol semua akses Cctv yang berada di kota agar kita bisa tahu dimana musuh berada." ucap Damian memerintahkan Sean mengingat bahwa pria itu sangat ahli komputer.
__ADS_1
Sean langsung membungkuk senang mendapatkan misi setelah sekian lama tidak melakukannya selain menjaga anggota kerajaan.
" Saya akan melakukan nya sebaik mungkin, Yang Mulia." ucap Sean dengan senang.
Damian dan Dominic yang mendengarnya menggangguk kepalanya puas sambil melirik satu sama lain dengan seringai yang sama.
" Mari kita akhiri mereka." ucap mereka berdua.
...****************...
" Bagaimana situasinya apa semuanya aman untuk kita mencapai pelabuhan?" tanya nya pemimpin nya kepada anak buah.
" Baguslah kalau begitu kita pergi sekarang saya sudah tidak bisa menunggu lagi untuk mendapatkan tahta yang kakak ku saja tidak bisa mendapatkan nya." ucap nya berjalan keluar dengan semangat.
Karena sebentar lagi rencana yang sudah ia susun selama 4 tahun akan dimulai.
" Sebentar lagi kau akan berlutut di bawahku Raja Damian atau sekarang kita menyambut raja baru Arion hahaha....." ucap nya sambil tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan di sisi lain Damian dan Dominic sedang berada di pelabuhan mereka menyembunyikan jati diri sambil mengawasi beberapa orang yang berlalu lalang di sekitar pelabuhan.
__ADS_1
" Mereka melakukan nya rencana ini dengan matang. Andai saja aku orang bodoh pasti mereka sudah menggulingkan diriku dari tahta." ucap Damian kepada Dominic.
Dominic yang mendengarnya menggangguk kepalanya setuju mengingat orang itu lebih licik daripada saudara kembar nya dan melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
" Benar sepertinya dia terlalu berambisi untuk menjadi Raja setelah saudaranya gagal dalam melakukan nya." ucap Dominic menyuarakan analisisnya.
Mereka terus melihat sampai tiba sebuah kapal yang mewah berhenti di pelabuhan. Tidak lama kemudian setelah pintu terbuka keluarlah seorang pria paruh baya berjalan dengan berwibawa menatap bawahannya.
Damian dan Dominic yang melihatnya terkejut dengan wajah paman mereka Aland. Tapi ia bisa menduga mengingat mereka saudara kembar.
" Sepertinya kita akan awasi mereka dulu saya penasaran apa yang akan mereka bicarakan." ucap Damian menyuruh untuk tetap bersembunyi.
" Kau benar kita tidak bisa gegabah." ucap Dominic menyetujui nya.
Pria paruh baya itu langsung mengeluarkan suaranya.
" HALLO PARA ANAK BUAH KU HARI INI KITA AKAN MERENCANAKAN SESUATU YANG BESAR. KITA AKAN MENGHANCURKAN TAHTA RAJA MUDA DAMIAN HAHAHAHA....
...Countine......
__ADS_1