Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Pilihan


__ADS_3

" Anda jangan senang dulu, Yang Mulia. suami saya tadi cuma bertanya supaya nanti tidak kerepotan balik ke sini. Setelah mendengar kematian anda." ucap Charlotte dengan nada mencemooh.


Skamat ucapan Charlotte membuat Eduardo dibuat bungkam. Ia merasakan perasaan di tusuk di dalam hatinya. Sepertinya memang sampai sekarang Charlotte masih belum mau memaafkannya bahkan hubungan keduanya seperti orang asing. Begitu juga hubungannya dengan Darius yang semakin merenggang setelah kejadian itu.


" Baiklah saya mau kembali ke kamar untuk beristirahat, selamat malam." ucap Eduardo sambil menggerakkan kursi rodanya keluar dari ruang makan.


Darius yang melihatnya hanya terdiam sebenarnya dirinya tidak tega melihat ekspresi sedih Ayahnya ketika berhadapan dengan adiknya. Tapi Darius mengerti luka yang di torehkan oleh Ayahnya lebih besar sakitnya terhadap Charlotte. Apalagi adiknya harus menghabiskan masa kecilnya di sebuah panti asuhan miskin. Tidak seperti nya yang hidup dengan kemewahan.


" Mom, apa GrandFather baik-baik saja mengapa wajahnya tadi murung?" tanya Celline kepada Charlotte yang duduk di seberangnya.


Charlotte memandangi Puterinya dengan lembut sambil menggelengkan kepalanya.


" Tidak GrandFather baik-baik mungkin sekarang beliau sedang kelelahan. Kalau begitu kalian berdua harus beristirahat sekarang mengingat besok ada sepasang kekasih yang menikah." ucap Charlotte melirik Darius dan Shakira dengan pandangan jahil.


Sontak mendengar ucapan Charlotte membuat Shakira mendelik kepadanya. Charlotte hanya tertawa pelan melihat ekspresi sahabat nya yang malu-malu.


" Ok Mom." ucap Celline sambil mengacungkan jari jempolnya ke atas.

__ADS_1


...****************...


Setelah selesai makan malam Charlotte dan Damian memutuskan untuk beristirahat di kamar yang dulu sempat Charlotte tempati selama berada di sini.


Saat ini Charlotte sedang menyisir rambutnya di depan cermin sambil sesekali matanya melirik ke arah Damian yang sedang sibuk membaca buku di tangannya.


" Ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu Audrey?" tanya Damian yang menyadari bahwa Charlotte memperhatikannya dengan ekspresi gelisah.


Charlotte menghela nafasnya sambil meletakkan sisirnya diatas meja rias.


" Aku tidak tahu apa tindakan ku kali ini sudah benar?" tanya Charlotte.


Charlotte hanya diam sebagai jawaban Damian yang memahami kegelisahan isterinya langsung menghampirinya dan memeluk lehernya dengan mesra.


" Aku tidak tahu tindakan itu benar atau salah, Tapi yang satu pasti mengetahui jawabannya adalah dirimu sendiri Audrey, Jika seseorang terjebak di masa lalu adalah memilih balas dendam atau melupakannya." ucap Damian.


Membuat Charlotte terdiam terkejut karena ucapan itu adalah perkataan yang sama dirinya pernah dengar dari Justin.

__ADS_1


Melihat kebimbangan Charlotte membuat Damian tersenyum mengerti sambil memperat pelukannya.


" Aku tahu ini tidak mudah tapi apa kau bisa melupakannya supaya hidup mu lebih merasa tenang, dan lagipula ayah sudah mendapatkan hukumannya." ucap Damian lagi.


Charlotte yang mendengarnya tersenyum senang karena perubahan sikap Damian yang menjadi bijaksana. Sepertinya ia harus memikirkan ucapan Damian dan Charlotte tidak ingin hidupnya merasa tidak tenang.


" Baiklah nanti akan aku pikirkan Dami." ucap Charlotte sambil tersenyum memandang bayangan Damian di cermin.


Damian yang mendengarnya merasa lega setidaknya Charlotte akan berusaha melupakan perasaan sakitnya di masa lalu. Dengan perlahan Damian menurunkan gaun tidur Charlotte ke bahu dan menciumnya dengan lembut. Membuat Charlotte memiringkan kepalanya memberikan akses kepada Damian.


Melihat Charlotte sudah tampak menikmati nya Damian langsung menggendongnya ke menuju ranjang sambil berciuman.


Malam itu suasana kamar tampak panas dengan suara lenguhan dan ******* dari pasangan yang sedang memandu kasih.


...****************...


" Apa aku tidak bisa mendapatkan maaf darinya.....

__ADS_1


Countine...


__ADS_2