
Di sebuah kamar terdapat sepasang anak manusia yang tertidur di balik selimutnya. Sampai tiba-tiba saja seorang bangun karena merasakan sakit pada perutnya mungkin sekarang ini adalah saatnya dia melahirkan. Mengingat usia kandungannya sudah menginjak sembilan bulan.
Akhirnya ia memutuskan untuk membangunkan sang Suami.
" Damian...huh...Damian." ucap nya yang ternyata adalah Charlotte sambil mengatur nafasnya.
Damian merupakan orang yang gampang bangun. Ia pun terbangun setelah mendengar suara Charlotte yang sepertinya sedang menahan sakit.
" Audrey apa kau akan melahirkan?" tanya Damian sambil melihat keadaan Charlotte yang memegang perutnya.
Charlotte hanya bisa menggangguk kepalanya karena ia masih mengatur nafasnya.
Damian yang mendengarnya langsung menggendong Charlotte ala bridal style. Menuju rumah sakit yang sudah di siapkan olehnya ketika mendekati hari H nya.
Setelah itu Damian meletakkan di jok belakang mobil yang sudah di siapkan.
" Cepat." ucap Damian kepada sang supir sambil tangannya memegang tangan Charlotte yang meringis.
Sang supir yang mendengar bentakan dari Raja bisa berkendara cepat dengan keringat yang keluar dari sekujur tubuhnya. Sambil sesekali matanya melirik ke arah Raja yang masih berusaha menenangkan Ratu.
Sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit dengan segera para dokter menyiapkan ruangan untuk membantu proses kelahiran Sang pewaris.
" Maaf, Ratu saat ini anda masih pembukaan ke empat kita harus menunggu sampai pembukaan sepuluh. Jadi saran saya Raja harus membantu Ratu untuk berkeliling supaya mudah saat melahirkan." ucap Salah satu Dokter yang terkenal di Perancis.
Damian hanya diam sambil pandangannya tertuju kepada Charlotte. Dokter yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya ketika ucapannya sama sekali tidak di tanggapi dengan pemimpin mereka. Akhirnya Dokter itu memutuskan untuk undur diri.
" Damian apa kau bisa membantu ku untuk keliling taman, aku ingin melihat matahari terbit." ucap Charlotte sambil tersenyum meskipun saat ini wajahnya pucat.
" Baiklah." ucap Damian yang sama sekali tidak menolak keinginan Charlotte.
__ADS_1
...****************...
Ketika sampai di taman rumah sakit yang kondisinya tampak sepi. Mengingat saat ini baru menunjukkan pukul 5 pagi.
Damian yang sedang berjalan sambil menuntun Charlotte berjalan mencari posisi nyaman. Sampai akhirnya ia duduk di kursi yang berada di taman.
" Damian, sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku?" tanya Charlotte yang tiba-tiba saja membuat tubuh Damian sejenak menegang.
" Ini belum waktunya untuk kau mengetahuinya , Audrey." ucap Damian sambil mengelus rambut putih Charlotte dengan lembut.
Charlotte yang mendengarnya menghela nafasnya sudah dia duga pasti Damian tidak akan memberitahukannya.
" Baiklah jika itu menjadi keputusan mu. Tapi ingat jika kau melakukan kesalahan untuk kedua kali nya. Jangan harap aku bisa memaafkan mu." ucap Charlotte dengan datar.
Damian hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya. Ia tidak akan pernah membuat Charlotte kecewa kepadanya itu janjinya.
" ARRGGHHHHH...DAMIAN INI ADALAH WAKTUNYA." ucap Charlotte sambil berteriak kesakitan.
...****************...
" ARRGG huh...huh..." teriakan kesakitan Charlotte sambil mengatur nafasnya.
" Ayo sebentar lagi Ratu , kepala bayi nya sudah terlihat." ucap Dokter.
Damian yang melihatnya tidak kuasa menahan air matanya sampai..
Oek...oek....
Damian bisa bernafas lega setelah melihat bayinya lahir.
__ADS_1
Dokter pun mengambil bayi yang menangis dengan tubuhnya yang masih terlumuri darah .
" Bayi laki-laki, Yang Mulia." ucap Dokter.
Selang lima kemudian Charlotte melahirkan bayi perempuan.
...****************...
Setelah di bersihkan Charlotte di tempatkan di suit mewah yang berada di rumah sakit itu. Sejak tadi senyumannya tidak hilang melihat Damian menggendong Puterinya dengan lembut.
Sedangkan Charlotte memberikan ASI kepada Puteranya. Ia takjub melihat wajah Puteranya yang mirip sekali dengan Damian.
" Bayi ini ingin ku beri nama siapa, Damian?" tanya Charlotte sambil menatap Damian.
Damian yang mendengarnya tersenyum sambil pandangannya tertuju kepada anak perempuannya yang nyaman tidur.
" Darell Alexander Maxviel dan Celline Alexanderia Maxviel." ucap Damian sambil tersenyum.
Charlotte yang mendengar nama Anak-anaknya tersenyum bahagia.
" Semoga ini adalah sebuah kisah yang akan terus berakhir bahagia."
End....
Terimakasih yang telah membaca kisah ini sampai akhir....
Author mau tanya kisah ini mau di lanjutkan ke season dua atau tidak?
__ADS_1
Komen aja