
Karena hari ini jadwal pekerjaan nya tidak banyak jadinya Charlotte memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama kedua anak kembarnya.
Memang setiap seminggu sekali Charlotte akan menyempatkan waktunya untuk melihat perkembangan tumbuh dari Darell dan Celline.
Ia tidak ingin kedua anaknya tumbuh dengan sepenuhnya oleh pelayan.
" Mom. apa kita bisa pergi ke kebun binatang hari ini atau ke taman hiburan. Celline bosan jika berada di istana terus. Celline ingin bermain di luar." ucap Celline sambil membaringkan tubuhnya yang kecil di atas karpet berbulu.
Darell yang sedang membaca bukunya hanya memutar bola matanya sebelum kembali tenggelam kembali dengan kegiatan membacanya.
Charlotte yang sedang membaca buku juga seketika tertawa geli melihat ekspresi Puterinya yang lucu jika meminta sesuatu. Charlotte mengalihkan perhatian nya sejenak ke arah jendela yang memperlihatkan cuaca yang sedang cerah.
" Baiklah kalau begitu kita bersiap-siap dulu sepertinya kita akan pergi ke kebun binatang. Tapi Daddy tidak bisa ikut mengingat perkejaan nya yang banyak." ucap Charlotte yang mengatakan bahwa Damian tidak akan ikut pergi bersama mereka.
Celline yang mendengarnya memasang wajah sedihnya karena beberapa hari ini Daddy nya jarang menghabiskan waktu bersamanya. Tetapi ia mengerti bahwa tanggung jawab Daddy nya banyak ini semuanya demi rakyat. Dirinya tidak bisa bersikap egois.
Meskipun Celline terkadang malas untuk belajar dengan Guru private nya. Tapi ia mengingat bahwa Mommy nya mengatakan kita tidak boleh mementingkan kehidupan pribadi daripada rakyat.
__ADS_1
" Baiklah Mom, ayo Darell kita pergi bersiap-siap sebelum kebun binatangnya ramai." ucap Celline sambil tersenyum dan menarik tangan Darell supaya mengikut nya.
Darell yang melihatnya hanya bisa pasrah lagipula dia tidak ingin membuat Adik kembarnya merasa sedih.
Charlotte yang melihat keakraban mereka berdua merasa senang. Dia berharap bahwa hubungan di antara Darell dan Celline akan selalu baik hingga mereka berdua memiliki kehidupan nya masing-masing.
...****************...
Damian yang sedang mengadakan rapat mengenai ekonomi negara. Dibuat geram melihat bagaimana para menteri sedang berdebat menyalurkan idenya yang menurut nya hanya menguntungkan di salah satu mereka.
Damian yang sudah merasa bahwa suasana sudah tenang langsung membuka pembicaraan.
" Sudah dengan pendapat kalian?" tanya Damian dengan suara halus penuh penekanan dan tatapan matanya yang tajam.
" Sudah, Yang Mulia." ucap mereka serentak sambil menundukkan kepalanya.
Damian yang mendengarnya langsung mengarah tatapannya dengan Sean untuk segera melanjutkan penemuan mereka.
__ADS_1
Sean yang melihatnya langsung menggangguk kepalanya sebelum memulai pembicaraan.
Sedangkan Damian yang hanya berdiam sambil pandangannya lurus dengan tatapan angkuhnya ke arah seseorang yang sedari tadi terus diam-diam menatapnya.
Damian yang melihatnya diam-diam menyeringai.
" Aku ingin tahu seberapa sabar dia mendengar ini semuanya." batin Damian.
Orang yang sedari tadi di tatap oleh Damian mengepalkan tangannya mendengar penuturan Sean sebelum akhirnya ia mengangkat tangannya.
" Maaf saya hanya ingin bertanya, Apa ini baik dengan membangun sistem pemeriksaan ketat ini. Bukannya ini mengakibatkan ketidaknyamanan saat kita sedang bertransaksi?" tanya nya dengan tenang.
Sean yang ingin menjawabnya seketika terpotong ketika Damian berbicara.
" Benarkah, bukannya ini sangat baik karena kita tidak perlu khawatir lagi. Jika ada barang ilegal memasuki kawasan negara atau itu merugikan seseorang Menteri." ucap Damian sambil memandang Menteri tersebut dengan tatapan sulit.
Countine...
__ADS_1