
Damian terus melamun sampai berada di kamarnya dia hanya duduk di tepi ranjang sambil menautkan kedua tangannya. Membuat Charlotte yang sedang menyisir rambutnya menatapnya dengan heran.
Sejak acara pernikahan kakaknya selesai Damian terus diam.
" Apa Pria tua itu katakan?" tanya Charlotte sambil menyerngitkan dahinya.
Charlotte tahu bahwa Damian sempat bertemu dengan Eduardo. Ia tidak tahu apa yang dikatakan Eduardo sampai membuat Damian tampak murung. Karena tidak tahan melihatnya akhirnya Charlotte memutuskan untuk bertanya.
" Damian, sebenarnya kamu mengapa sejak tadi kau sibuk dengan pikiran mu, Apa karena ucapan Ayah ku?" tanya Charlotte sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah Damian.
Damian yang melihat bahwa Charlotte sudah dekat dengannya langsung menariknya sampai jatuh terduduk di pangkuannya. Membuat Charlotte awalnya terpekik ketika ia ingin memarahinya, Tiba-tiba saja Damian memeluknya erat membuat Charlotte mengurungkan niatnya dengan lembut ia menyisir rambut Damian.
__ADS_1
Damian menikmati sentuhan Charlotte dirinya merasa lebih tenang dengan hanya perhatian dari Isterinya.
" Audrey, aku memiliki seorang Kakak laki-laki." ucap Damian yang mengungkapkan apa yang dipikirkannya.
Charlotte yang sedang menyisir rambut Damian seketika langsung terhenti. Ia tampak terkejut mendengarnya Charlotte menatap Damian. Dia bisa melihat mata Suaminya yang juga tampak syok dengan berita ini.
" Bukan kamu anak tunggal Damian, Mana mungkin kau bisa memiliki seorang Kakak kecuali." ucap Charlotte menggantung ucapannya.
Setelah itu Damian menceritakan semua percakapannya dengan Eduardo mengenai asal kelahiran Kakaknya, ayahnya, bahkan skandal kematian kakaknya yang misterius.
Charlotte terbelakak mendengarnya ia sama sekali tidak menyangka bahwa rahasia besar ini baru terungkap di kehidupan kedua mereka.
__ADS_1
" Berarti sebenarnya kau bukan satu-satunya seorang pewaris, seharusnya yang menjadi raja adalah kakakmu bukan kau." ucap Charlotte yang menebaknya.
Damian menggangguk kepalanya sambil memandang langit-langit kamarnya yang tampak mewah. Ia masih tidak habis pikir dirinya sudah di tipu habis-habisan oleh ayah kandungnya sendiri.
Charlotte yang melihatnya tampak mengerti dirinya bisa melihat Damian yang tampak terluka dari pancaran bola matanya. Ia tidak bisa melakukan apapun selain memeluknya untuk memberikannya ketenangan.
" Apa kamu tidak pernah melihatnya di istana?" tanya Charlotte penasaran sebab ia mendengar dari cerita Damian bahwa anak laki-laki lain Raja Arnold sempat tinggal di istana.
Damian yang mendengarnya seketika menyerngitkan dahinya berusaha mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Sebelum kepalanya menggangguk.
" Iya aku sempat bertemu dengannya ketika saat itu usiaku masih 5 tahun, di saat itu Ayah masih sangat membenciku akibat kelahiran ku yang membuat ibuku meninggal. Ayah menempatkan aku di istana belakang yang cukup jauh dari istana sejak masih bayi. Diriku cuma di asuh oleh Ila. Aku mengingat sedikit ketika aku bosan berada di istana akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan, sampai aku tidak sengaja bertemu dengan seorang anak laki-laki yang usianya lebih tua dariku dia mengajak aku bermain. Tapi itu hanya sekali dan kami tidak pernah bertemu lagi sejak hari itu. Mungkin ayah hanya tidak ingin anak kesayangannya bertemu dengan anak buangan seperti ku. Jika saja....
__ADS_1
Countine...