
Kebesokan harinya Charlotte sudah rapi dengan menggunakan dress berwarna hitam sampai menutupi pahanya dengan menggunakan makeup yang tipis. Sekarang ia menjadi dirinya sendiri entah mungkin sejak dia kembali dari kehidupan lalunya seleranya dalam fashion berbeda yang biasanya dulu ia suka menggunakan gaun hingga menutupi kakinya sekarang ia lebih menyukai celana dan dress yang pendek.
Saat Charlotte menuruni tangga ia melihat Damian yang sudah siap duduk di atas meja makan dengan menggunakan pakaian setelan jas rapi.
" Good Morning." ucap Charlotte sambil tersenyum tipis.
Damian yang melihat cara berpakaian Charlotte sedikit geram karena sekarang dress yang di gunakan terlalu pendek baginya apalagi ia bisa melihat kaki Charlotte yang seputih susu dan melihat gaya rambutnya yang di uraikan membuat kesan nya terlihat anggun.
Charlotte yang melihat bahwa sedari tadi Damian memperhatikan nya hanya mengangkat bahu nya acuh kemudian ia duduk di kursi di sebelah kanan Damian dan mengambil roti yang di selai Cokelat.
" Sejak kapan kau sarapan cuma dengan makan roti bukannya dulu kamu suka makan-makanan yang berat?" tanya Damian.
Charlotte melirik sekilas Damian sebelum pandangannya teralihkan oleh sarapannya.
" Itu dulu sekarang beda. Semua orang pasti ingin mengubah takdir dan kebiasaannya, aku sekarang berbeda dengan yang dulu jadi jangan sama aku dengan Audrey yang lemah." ucap Charlotte yang tanpa sadar memanggil namanya panggilannya di kehidupan yang lalu.
Damian yang mendengarnya tersenyum kecut menurutnya apa ini perasaan jika kita di acuhkan oleh orang yang kita sukai. Rasanya sakit.
" Oh." ucap Damian sebelum kembali meminum kopi nya.
__ADS_1
Setelah itu suasana terasa sunyi hanya ada suara dentingan sendok yang memecah suasana.
Krek.....
Charlotte berdiri dari kursinya sambil mengambil tasnya yang di sampirkan di samping kursi.
" Aku pergi dulu." ucap Charlotte yang pamit kepada Damian.
Tetapi Damian malah memegang tangan Charlotte mencegahnya pergi. Charlotte yang tangannya di pegang merasa risih ia langsung menyentaknya dengan kasar.
" Apa." ucap Charlotte dengan menatap tajam Damian.
Tetapi sayangnya Damian tidak terpengaruh oleh tatapan Charlotte ia berdiri dari kursinya sambil berjalan melewatinya.
" Tidak." ucap Charlotte yang menolaknya.
Tetapi Damian tidak menyerah malahan ia menarik tangan Charlotte dan menabraknya di dada bidangnya sambil memeluk dengan erat.
" Jika kamu menolaknya aku tidak akan mengijinkan kamu untuk pergi, Sepertinya lebih baik kita menghabiskan waktu di kamar berdua." ucap Damian.
__ADS_1
Charlotte yang mendengarnya menghembuskan nafasnya lelah dalam hati ia bertanya sejak kapan Damian seperti orang yang sangat protektif kepada dirinya. Tetapi ia tidak cara lain karena sekarang dirinya sangat malas berdebat dengan Damian.
" Baiklah, kau boleh mengantar ku tapi jangan buat masalah di sana, paham." ucap Charlotte sambil menunjuk Damian dengan jarinya.
Damian pun langsung mengangguk kepalanya sambil tersenyum tipis.
...****************...
Selama perjalanan lebih dari 1 jam akhirnya mereka sampai di sebuah rumah berlantai 2. Charlotte melihat banyak sekali orang yang berdatangan termasuk kehadiran kedua sahabatnya ia menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan kegugupannya.
Sebelum membuka pintu mobil Charlotte terlebih dahulu turun di susul oleh Damian.
Sedangkan Damian di buat heran melihat Charlotte yang tampak berdiam di tepat ia pun memutuskan untuk menggenggam tangan nya.
" Tenanglah." ucap Damian menenangkan Charlotte.
Charlotte menuruti ucapan Damian ia pun berusaha menenangkan dirinya setelah beberapa menit berlalu akhirnya ia berani berjalan memasuki rumah tersebut. Tetapi sayangnya Charlotte tidak menyadari bahwa ia masih menggengam tangan Damian.
Sampai tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya.
__ADS_1
Char....
Continue...