Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Kecewa


__ADS_3

"Baiklah, saya akan memperkenalkan diri Raja, perkenalkan saya Charlotte Audrey Hepburn salah satu Agen MI6 intelijen dari Britania Raya." ucap Charlotte sambil memperkenalkan diri.


Deg...Deg...


Damian sama sekali tidak bisa menutupi rasa terkejutnya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Charlotte begitu banyak rahasia yang di sembunyikan darinya. Tapi ia berusaha mengendalikan ekspresi nya.


" Jadi beberapa lagi rahasia yang kau sembunyikan, Audrey?" tanya Damian dengan pandangan dingin untuk menutupi rasa kecewanya.


Charlotte langsung mengalihkan pandangannya. Mengetahui bahwa saat ini Damian tengah kecewa kepadanya.


" Maafkan aku." ucap Charlotte sambil menundukkan kepalanya.


Damian menghela nafasnya melihat bagaimana Charlotte menutupi rahasia nya serapi itu. Bahkan sampai dia sama sekali tidak bisa menemukan informasi nya.


" Aku kecewa kepadamu. Meskipun kita menikah politik. Tetapi tetap saja aku adalah suamimu, dan sepatutnya kau memberitahukan semua rahasia mu kepada ku. Apa kau sama sekali tidak menghargai ku. JAWAB." ucap Damian dengan marah.


Para rekan Charlotte hanya bisa diam membiarkan Raja Perancis itu membuka semua isi hatinya. Meskipun mereka ingin sekali menengahi perdebatan di antara keduanya. Tetapi mereka sama sekali tidak memiliki kuasa akan hal itu.


Sedangkan Charlotte menghembuskan nafasnya lelah. Karena walaupun dia belum terlalu membuka hatinya. Tetapi ia tahu dia salah karena berani menyembunyikan pekerjaan lainnya.

__ADS_1


" Aku tahu kamu kecewa, Damian. Tetapi kita harus bertemu seseorang. Jika kamu tidak ingin menemui nya kau akan menyesal." ucap Charlotte sambil menatap serius Damian.


...****************...


Akhirnya setelah perdebatan panjang tadi Damian memutuskan untuk ikut. Sebelum mereka pergi, mereka mengganti pakaiannya terlebih dahulu.


Selama di perjalanan mereka saling diam di karenakan Damian masih merasa kecewa kepada Charlotte.


Charlotte yang mengerti akan hal itu memutuskan untuk memberikan waktu untuk Damian menenangkan dirinya.


Perjalanan menghabiskan waktu 1 jam sampai akhirnya mereka sampai di sebuah gedung sederhana. Tetapi jangan salah meskipun dari luar tampak sederhana di dalamnya terdapat banyak benda-benda berteknologi tinggi dan pengamanan super ketat. Jadi tidak ada satupun penjahat yang bisa lari.


Kantor ini memang milik Charlotte pribadi dia memang sengaja membuat gedung ini agar jika ada pekerjaan yang mengenai Agennya. Ia bisa membantu.


" Teknologi canggih." batin Damian.


Sampai di sebuah pintu besi berwarna abu-abu Charlotte langsung membukanya dengan memasukan pin dan sidik jarinya.


Ketika pintunya terbuka bertapa terkejutnya Damian melihat seorang pria paruh baya yang duduk di kursi.

__ADS_1


" Aland." gumam Damian sambil mengepalkan tangannya.


Sedangkan pria yang di bernama Aland mengalihkan pandangannya. Kemudian ia tersenyum sinis melihat pria yang berdiri di samping seorang wanita.


" Sudah lama kita tidak berjumpa keponakan ku." ucap nya sambil menatap Damian sinis.


Damian yang tidak bisa mengontrol emosinya langsung berlari dan meninju wajah Aland dengan keras.


Bugh...


" Keparat" ucap Damian yang terus memukul wajah Aland sampai berdarah.


Charlotte yang merasakan suasana sudah kacau berlari dan berusaha memisahkan mereka berdua.


" DAMIAN HENTIKAN KAU BISA MEMBUNUHNYA." teriak Charlotte sambil berusaha memegang tangan Damian yang dipakai untuk memukul wajah Aland..


" AKU TIDAK PEDULI, DIA HARUS MATI." teriak Damian yang masih juga berusaha melepaskan tangannya dari Charlotte.


Tetapi Charlotte berusaha tidak melepaskan pegangan nya.

__ADS_1


" LEPASKAN DAMIAN, JIKA KAU TERUS MEMUKULNYA KAU TIDAK BISA...


Continue...


__ADS_2