
Sampai di istana Michaela tidak bisa menutupi wajahnya kagum nya melihat secara pribadi keindahan istana tempat tinggal anggota kerajaan. Meskipun ada bagian yang boleh di kunjungi oleh warga umum tapi tempat pribadi Raja sangat di larang untuk di kunjungi setelah beberapa tahun lalu kejadian dulu.
Michaela masih ingat kejadian yang menimpa Ratu Charlotte yang hampir jadi korban pembunuhan oleh saudara tirinya sendiri. Memikirkan itu membuatnya bergidik ngeri dan bersyukur memiliki kehidupan yang normal. Tapi sepertinya sekarang dirinya sudah tidak bisa kembali ke kehidupan normalnya setelah ayah dari anak di kandungan nya bukan orang sembarangan.
" Sampai kapan kau hanya terbengong seperti orang bodoh." ucap Dominic yang sudah keluar dari mobil ketika ia membuka pintu dirinya melihat Michaela ibu dari anaknya sedang termenung.
Michaela yang mendengarnya langsung terkejut dan menatap tajam Dominic.
" Aku tidak bodoh, dan jangan menghalangi pintu keluar. Awas." ucap Michaela yang mendorong tubuh Dominic dengan kedua tangannya.
Dominic yang melihatnya langsung pilih mengalah dirinya tidak ingin semakin membuat wanita itu marah.
" Jangan bertindak gegabah, pegang tanganku saya tidak ingin anak saya menjadi celaka karena kecerobohan ibunya sendiri." ucap Dominic yang sedikit sarkas sambil menggenggam tangan Michaela membawa nya masuk ke dalam istana.
Charlotte dan Damian yang sudah duluan masuk ke dalam istana menggelengkan kepalanya melihat sikap kaku Dominic.
__ADS_1
" Kalian sama selalu melakukan perempuan seperti itu kaku dan dingin." ucap Charlotte yang menyindir Damian dan Dominic.
Bukannya tersinggung Damian malah menyunggingkan senyumnya sambil mendekatkan wajahnya di telinga Charlotte.
" Tetapi sayangnya kau menikmati malam panas kita sayang, dan aku bersyukur bisa menjebak mu malam pertama kita waktu itu." ucap Damian yang mengingat malam pertama mereka di Maldives.
Mendengar itu seketika wajah Charlotte merona malu ia sungguh mengingat bertapa pasrah nya Damian melakukan itu kepadanya. Tanpa bisa merendam perasaan kesalnya Charlotte langsung menginjak kaki Damian menggunakan sepatu heelsnya.
" Aduh...kau sungguh tega melakukan hal itu kepadaku." ucap Damian sambil mengaduh kesakitan.
Dominic dan Michaela memandangi pasangan suami-istri dengan pandangan yang berbeda. Michaela yang terkejut karena baru pertama kali pasangan kerajaan yang bersikap seperti itu, dan Dominic hanya memutar bola matanya dengan malas.
" Cepat kita harus menyelesaikan ini semua saya tidak ada waktu untuk meladeni sikap kekanakan kalian." ucap Dominic yang menohok.
Damian dan Charlotte langsung terdiam dan memandang tajam Dominic mengatakan bahwa mereka kekanakan.
__ADS_1
" Baiklah saya Charlotte mari Michaela kita pergi bersama dan biarkan para pria mengurus pekerjaan mereka." ucap Charlotte yang membawa Michaela pergi meninggalkan Damian dan Dominic yang saling memandang satu sama lain.
" Jadi apa kelanjutannya?" tanya Dominic dengan datar.
" Kau akan terkejut setelah mendapatkan berita ini kakak." ucap Damian sambil membalas tatapan Dominic yang tidak kalah dingin.
...****************...
" Tugas kali ini gagal lagi Harry, apa yang harus kita lakukan sudah cukup kita bersembunyi seperti cacing yang takut keluar dari tanah." ucap seorang pria yang tajam.
Sedangkan pria yang di panggil Harry dengan tenang duduk di sofa sambil membaca koran.
" Menteri Zayn anda tidak bisa bertindak gegabah. Apa anda tahu bagaimana sifat Raja Damian terlalu lincah daripada Ayahnya. Jadi kita harus lebih lincah lagi." ucapnya sambil tersenyum misterius.
Countine...
__ADS_1