
Damian yang mendengarnya hanya tersenyum tipis sebelum kemudian memeluk Charlotte dan menyandarkan kepalanya di bahu nya.
" Aku belum siap membeli tahu semua nya kepadamu, Audrey." gumam Damian dengan pelan.
Mendengar itu membuat Charlotte menghela nafasnya dengan perlahan ia mengelus rambut Damian.
" Jika kamu belum siap aku bisa menunggu, Tapi yang pasti aku tidak mau mendengar nya dari orang yang lain. Karena aku tidak bisa membeli kesempatan kepada orang yang telah mengecewakan diriku Dami." ucap Charlotte dengan pandangan kosongnya.
Damian menghela nafasnya ia tahu sampai sekarang meskipun dirinya sudah mendapatkan maaf Charlotte dan mulai mencintainya sejak kehadiran Darell dan Celline. Tapi tetap saja Charlotte belum bisa terbuka kepadanya sekarang setidaknya Damian bersyukur bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaikinya.
" Baiklah jika kau ingin mengetahuinya kita akan pergi malam ini." ucap Damian sebelum pergi meninggalkan Charlotte tanpa mengucapkan apapun lagi.
Charlotte yang melihat punggung dari Damian mulai menghilang dari pandangannya tersenyum tipis.
__ADS_1
" Mungkin sampai sekarang kita masih membatasi diri. Tapi aku percaya Damian akan melakukan apa saja demi kami." ucap Charlotte sambil melirik lukisan yang belum sepenuhnya jadi.
...****************...
Makan malam hari ini terasa berisik dengan locehan Celline yang menceritakan kesehariannya seperti biasa.
" Tadi aku bermain kejar-kejaran bersama para pelayan itu sangat menyenangkan Dad." ucap Celline yang berbicara dengan noda saus di sekitar wajah cantiknya.
" Jangan percaya Dad, pasti tadi Celli kabur dari pelajaran tata kramanya seperti biasanya Dad." ucap Darell dengan wajah tenang tapi bisa dilihat ada senyuman mengejek di dalamnya.
Celline yang mendengarnya langsung menatap tajam Darell. Tapi ketika dia ingin berbicara ia melihat Daddy dan Mommy menatapnya dengan tatapan menyelidik.
" Sudah kami duga." ucap Damian dan Charlotte yang berbicara secara bersamaan.
__ADS_1
Entah terkadang mereka heran dengan sifat Celline yang sama sekali tidak menyukai namanya belajar tata Krama. Mengingat Damian yang selalu menaati peraturan istana jadi mau tidak mau dia harus belajar tentang tata krama, politik untuk mempersiapkannya menjadi Raja. Sedangkan Charlotte yang sama sekali tidak pernah belajar tata krama mengingat dia di sekolahan sekolah umum membuatnya bisa bebas untuk melakukan sesuka hatinya. Tapi karena dirinya dibesarkan oleh keluarga bilionner dia tetap mendapatkan pelajaran bagaimana caranya bersikap baik di hadapan semua orang dan lagipula karena dia juga mendapatkan pelajaran itu ketika umurnya 18 tahun di kehidupan sebelumnya.
Charlotte tidak merasa kesulitan untuk memperaktekan nya.
" Celli Mom tidak memaksa mu untuk bersikap sebagai seorang Puteri sungguhan. Tapi Mom berharap Celli bisa menjalani pembelajaran dengan baik mengingat kehidupan semua anak tidak seperti Celli yang bisa mendapatkan pendidikan dengan baik. Kau mengerti Celli." ucap Charlotte yang menasehati Celline.
Damian yang mendengarnya merasa bangga dengan sifat Charlotte yang bisa menjalani dua pekerja sebagai seorang ibu dan Ratu. Ia berharap kehidupan nya bersama Charlotte bertahan selamanya sampai mau memisahkan nya.
Celline yang mendengarnya langsung termenung dan tidak lama kemudian ia menggangguk kepalanya.
" Benar Mom, Celli beruntung karena bisa dilahirkan dengan kasih sayang yang luar biasa dari Daddy dan Mommy. Kalian berdua adalah superhero bagi Celli dan Darell." ucap Celline sambil tersenyum lebar.
Mereka semua yang mendengarnya tertawa bahagia membuat suasana di ruang makan terasa hangat.
__ADS_1
Countine....