Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Masih Belum Berakhir


__ADS_3

"APA KAU INGIN MENGETAHUI NYA RAJA?" tanya Aland sambil berteriak.


Damian yang melihatnya tanpa sadar mengangguk. Membuat Aland yang mendengarnya bersmirk.


" BAIKLAH, JIKA INGIN TAHU KARENA AKU MENCINTAI IBUMU." ucap Aland.


Deg....Deg ..


Damian yang mendengarnya matanya langsung terbelakak. Begitu juga dengan Charlotte.


" Andaikan ibumu tidak memilih menikah dengan Adik ku mungkin sekarang dia masih hidup." jeda Aland sambil tersenyum sendu.


Mengingat Ameria senyumannya yang indah mampu membuatnya merasa jatuh cinta.


" Karena itu aku merelakan tahta demi Adikku. Di karena aku ingin memiliki hidup yang bahagia bersama dengan Ameria. Tetapi hahahaha...." jeda Aland lagi sambil tertawa lirih.


Charlotte yang melihatnya pancaran mata Aland seperti dirinya di masa lalu. Ketika perasaan tulus cinta mereka tidak di balas.


Tidak lama kemudian Aland melanjutkan ceritanya.


" Tetapi setelah Arnold naik tahta dia malah melamar Ameria,dan dia menerimanya. Setelah itu hidupku penuh dendam. Apalagi setelah kepergian Ameria pasca melahirkan putera nya. Hidupku tidak arahnya sampai akhirnya aku memilih membalas dendam. Sekarang aku berhasil membalaskan dendam ku kepada Adik ku, dan sekarang giliran mu yang harus menyusul Arnold." ucap Aland sambil menodongkan pistol yang entah ia mendapatkan darimana.


Damian yang melihatnya berusaha tenang sebelum pandangannya melirik Charlotte. Charlotte yang melihatnya langsung menggangguk mengerti.

__ADS_1


" Tapi yang anda lakukan salah Paman? Entah apa alasan Ibuku memilih Ayahku daripada dirimu? Tetapi yang pasti aku tidak akan memaafkan mu." ucap Damian sambil menatap dingin Aland.


" Hahahaha sayangnya aku juga begitu membenci mu dan Ayahmu. Bagiku kalian adalah pembunuh Ayahmu." ucap Aland sambil tertawa.


Damian yang mendengarnya bersmirk sampai akhirnya ia berteriak.


" SEKARANG." teriak Damian.


Dor....


ARRGGH...


Peluru pistol tepat mengenai tangan Aland membuatnya melepaskan pistol yang berada di tangannya.


" Sampai di sini perjalanan anda Aland." ucap Damian dengan dingin tanpa menampilkan ekspresi nya sedikit pun.


Sedangkan Charlotte mencengkram tangan Aland dengan kuat.


" Sialan kalian berdua." ucap Aland yang mengumpat.


BRAK....


Tiba-tiba saja ada suara pintu di dobrak dan memperlihatkan Damian yang menondongkan pistol dan Charlotte yang mencengkram tangan Aland.

__ADS_1


" Apa kau baik-baik saja, Char?" tanyanya yang ternyata adalah Andrew beserta anak buahnya.


" Aku baik-baik saja dan cepat bawa orang ini ke pemerintah Inggris." ucap Charlotte yang memerintah bawahannya.


Mereka menganggukkan kepalanya sebelum memborgol tangan Aland. Aland sama sekali tidak memberontak tapi sebelum dia keluar. Dia mengatakan sesuatu.


" Awas saja kalian, saya pastikan ini belum berakhir. Terutama kau Ratu anda akan menyesal berurusan dengan saya." ucap Aland sambil tersenyum sinis.


...****************...


Setelah dari tempat itu akhirnya Charlotte memutuskan untuk kembali ke istana bersama Damian. Tapi sedari tadi Damian hanya terdiam sambil menyandarkan kepalanya di jendela.


" Apa kau baik-baik saja?" tanya Charlotte sambil mengalihkan pandangannya.


" Tentu saja." ucap Damian dengan acuh tanpa menolehkan kepalanya ke Charlotte.


Charlotte yang mendengarnya hanya bisa menghembuskan nafasnya lelah. Ia tahu bahwa saat ini batin Damian terasa terguncang. Setelah mengetahui bahwa pamannya yang telah membuat Ayah nya meninggal.


Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa Damian seperti memiliki dendam terhadap pamannya?


Apa sebenarnya terjadi di antara mereka?


" Aku harus mencari tahu....

__ADS_1


Continue....


__ADS_2