Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Dugaan


__ADS_3

Setelah kejadian itu semua tampak sudah normal. Damian yang mulai melaksanakan tugasnya sebagai Raja. Setelah kepergian Raja Arnold sebulan yang lalu.


Begitu juga dengan Charlotte yang sudah melaksanakan pertemuan-pertemuan dan acara pembukaan tempat sosial.


Tetapi entah kenapa sejak beberapa hari yang lalu Charlotte merasakan tubuhnya sangat tidak bertenaga. Bahkan setiap pagi dia merasakan perasaan mual yang luar biasa.


Seperti pagi ini Charlotte berdiri di depan wastafel sambil memuntahkan cairan air.


Hueek....


Hueek....


Damian yang baru saja selesai berpakaian langsung masuk ke kamar mandi. Setelah mendengar ada suara muntahan dari kamar mandi.


BRAK....


" Audrey, kau baik-baik saja, Apa perlu aku panggilkan Dokter?" tanya Damian dengan perasaan khawatir melihat Isterinya yang tampaknya wajahnya pucat.


Charlotte yang melihat kedatangan Damian berusaha berdiri. Meskipun saat ini tubuhnya masih lemah.


" Aku baik-baik saja. Mungkin ini hanya flu biasa." ucap Charlotte dengan tenang.


Tetapi sayangnya Damian tidak yakin melihat kondisi Charlotte sekarang.

__ADS_1


" Apa, Yang Mulia. tidak ada ada jadwal hari ini?" tanya Charlotte yang sepertinya mengalihkan pembicaraan.


Damian yang sebenarnya mengetahui bahwa Charlotte mengalihkan pembicaraan.


" Apa kau yakin?" tanya Damian sambil menatap intens Charlotte.


Charlotte hanya mampu menggangguk kepalanya karena saat ini ia masih terasa mual.


Damian menghela nafasnya melihat sifat keras kepala Charlotte.


" Baiklah, Tetapi jika kamu masih merasa sakit. Aku akan segera panggilkan Dokter istana." ucap Damian yang mengalah.


Sekali lagi Charlotte hanya mampu menggangguk kepalanya sambil tersenyum. Damian membalas senyuman Charlotte dan kemudian ia mencium keningnya dengan lembut.


" Aku harus pergi sekarang." ucap Damian yang langsung keluar.


" Tidak mungkin."


...****************...


Saat ini Charlotte beserta beberapa pengawal dan rombongan berkunjung ke sebuah panti asuhan yang berada di pinggiran kota.


Panti Asuhan ini menampung 13 anak laki-laki dan 12 anak perempuan. Mereka akan di berikan pangan, kesehatan, sampai Pendidikan ke jenjang yang tinggi oleh pemerintahan. Asalkan mereka memiliki sebuah bakat.

__ADS_1


Kunjungan Charlotte kali ini adalah melihat kelayakan fasilitas dari panti asuhan ini, dan Charlotte cukup puas melihat nya.


" Mrs, anda sangat merawat baik fasilitas yang berada di panti asuhan." ucap Charlotte yang memuji.


" Terima kasih, Yang Mulia. Ratu atas pujian anda, saya yakin kali ini anda akan puas dengan pertunjukan dari para anak-anak panti." ucap Mrs sambil tersenyum.


Charlotte menggangguk kepalanya sambil matanya melihat sekeliling panti. Seakan mengingatkan nya dengan kehidupannya semasa kecil yang di besarkan sebuah panti yang begitu jauh dari kota. Bahkan panti tersebut sangat kurang layak untuk di huni. Sampai akhirnya Charlotte sendiri yang mensponsori panti itu, dan sekarang panti itu menjadi bagus dan terawat.


" Dengan senang hati saya akan melihatnya." ucap Charlotte dengan ramah.


...****************...


Selesai dari panti asuhan Charlotte akan kembali ke istana sebelum akhirnya matanya tertuju kepada sebuah Apotek.


" Berhenti di Apotek depan." perintah Charlotte kepada supir.


" Apa anda baik-baik saja, Yang Mulia. Apa perlu panggilkan Dokter istana untuk memeriksa anda?" tanya Supir dengan khawatir.


" Tidak perlu, dan tolong jangan beritahukan kepada Raja saya tidak ingin membuat beliau khawatir. Apa anda mengerti?" ucap Charlotte dengan tatapan tajam.


Membuat Supir yang melihatnya merasa ketakutan dan akhirnya ia pun menggangguk kepalanya.


Charlotte yang melihatnya hanya diam sebelum keluar dari mobil mewahnya. Ia menghela nafasnya untuk mengurangi perasaan ketakutan dengan dugaan nya beberapa hari ini.

__ADS_1


" Semoga tidak sesuai dugaan.....


Continue...


__ADS_2