
Trap...
Trap...
" Selamat siang Tuan." ucap seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan tuksedo hitam.
Sedangkan Tuan yang di sapa hanya menampilkan raut wajah dingin. Pria tersebut mengenakan setelan jas abu-abu dengan kemeja putih dan celana panjang yang berwarna senada dengan jasnya penampilan nya semakin lengkap dengan dasi abu-abu yang melingkar rapi di lehernya. Memancarkan seorang pria mapan.
" Saya ada urusan sebentar kau jaga Mansion dengan baik-baik." ucap nya sambil berjalan meninggalkan Mansion nya.
Mengendarai mobil mewahnya menuju ke sebuah pemakaman yang berada di pinggir kota Paris. Ia berjalan sambil menggenggam bunga mawar hitam menuju salah satu makan yang megah di antara makam yang lain.
" Aku datang kembali sudah cukup lama kita tidak bertemu, setelah kejadian 10 tahun yang lalu. Bahkan dia sudah memiliki keluarga yang bahagia seperti kau inginkan selama ini. Tapi sayangnya aku tidak akan membiarkan kebahagiaan mereka bertahan lama. Seperti bunga mawar hitam yang sudah di lumuri racun sekali pun aku akan menghancurkan seperti apa yang kau lakukan kepadaku." ucapnya sambil meletakkan bunga mawar hitam di atas makam.
" Karena sikap paranoid mu putera kesayangan mu akan menerima akibatnya." ucapnya yang kali ini menampilkan seringai licik.
Pria tersebut terus menatap makam tersebut. Sambil matanya melirik ke salah satu makan yang berada di samping makam yang sekarang ia berdiri.
__ADS_1
" Sekali lagi kalian akan menerima akibatnya telah mencampakkan saya." ucapnya sebelum melangkah meninggalkan makam.
...****************...
Sore ini Damian beserta Charlotte dan kedua anak mereka memutuskan untuk pergi ke negara lain untuk menghadiri pernikahan saudara Charlotte.
Sedari tadi Damian memperhatikan Charlotte yang sedang mengemasi barang-barang mereka ke dalam koper. Memang selama ini Charlotte sama sekali tidak mau seorang pun menyentuh barang-barang pribadinya bahkan untuk ke kamarnya saja ia harus menyeleksi para pelayan yang dapat di percaya untuk membersihkan nya.
Tapi Damian membiarkan saja selama itu masih baik.
Charlotte yang sedang memakai bedak melihat Damian di balik cermin. Entah kenapa Charlotte merasa setelah kembalinya dari markas rahasia itu sifat Damian berubah terlebih dia sering murung tanpa sebab. Ia sebenarnya ingin bertanya tapi sepertinya Damian butuh waktu untuk memberitahukan nya.
" Aku sudah siap kalau begitu kita bisa pergi sekarang." ucap Charlotte sambil tersenyum tipis.
Ceklek....
" Mommy Celli datang." ucap Celline yang melangkah masuk ke dalam kamar sambil memeluk boneka beruang kesayangannya dengan Darell yang mengikuti nya dari belakang.
__ADS_1
Damian yang melihat kedatangan kedua anak kembarnya langsung memeluknya.
" Apa kalian sudah mempersiapkannya semua barang-barang masing-masing?" tanya Damian kepada kedua anaknya.
" Sudah Dad, tadi kami di bantu oleh Bibi pengasuh." ucap Darell yang menjawab pertanyaan Damian.
Membuat Celline yang ingin menjawabnya cemberut karena sudah terlebih dahulu dijawab Kakak kembarnya.
" Darell lain kali biarkan aku yang menjawabnya." ucap Celline yang mengomeli Darell.
" Lain kali kau seharusnya lebih cepat untuk menjawabnya. Lebih baik kau mengaku saja aku lebih pintar daripada dirimu Celli." ucap Darell sambil tersenyum miring melihat Saudari kembarnya yang wajahnya sudah memerah padam.
Damian yang melihatnya hanya tersenyum tipis memperhatikan kedua anaknya yang sering berantem. Mengingatkan nya terhadap memori masa kecilnya.
Memori dimana ia diakui ketika Ayahnya membencinya.
Countine...
__ADS_1