Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
S2 Serangan Terhadap Ratu


__ADS_3

" Sialan... bagaimana mereka bisa bertemu, Apalagi dengan kembalinya anak sialan itu sudah susah-susah ku singkirkan ternyata dia masih bertahan hidup. Aku harus melakukan rencana untuk menyingkirkan mereka dan membuat tahta menjadi milikku seperti yang dilakukan oleh Kakak hahahaha...." ucap seorang pria paruh baya yang sedang tertawa terbahak-bahak mengenai rencananya.


.


.


.


" Tuan, Sepertinya dia sudah mulai pergerakan lagi. Kali ini dia akan mengumpulkan sekutu untuk melakukan pemberontakan di istana." ucap Asisten Dominic.


Dominic yang saat ini sedang ada di perusahaannya terdiam sambil memainkan pulpen yang ada di jari nya.


" Hubungi Raja Damian kita harus mendiskusikan sesuatu dan kita harus bergerak secara cepat supaya mereka tidak mendahului kita." ucap Dominic dengan topeng di wajah nya seperti biasanya.


Asisten tersebut menggangguk sebelum keluar dari ruang Dominic.


" Hah...ini semakin rumit tetapi mengapa aku memikirkan gadis itu ya. Semoga saja dia tidak mengandung akibat malam itu. Aku tidak ingin dia dalam bahaya." ucap Dominic sambil menghela nafasnya dan memutar kursi kerjanya menghadap langsung ke arah kota Paris yang indah.


...****************...


Charlotte yang hari ini sedang kunjungan di salah satu Panti sosial berangkat bersama mobil dan tiga mobil di belakangnya terdapat banyak Bodyguard untuk menjaganya.


Tetapi saat perjalanan menuju sana Charlotte melihat toko kue yang menyajikan kue yang sangat enak. Membuatnya merasa ketagihan sepertinya membawa beberapa kotak untuk anak-anak tidak ada salahnya.

__ADS_1


" Supir, kita berhenti di toko itu sebentar." ucap Charlotte kepada sopir yang berada di depannya.


" Baiklah, Yang Mulia. kalau begitu saya menepikan mobilnya terlebih dahulu." ucap Sopir sambil memakirkan mobil di pinggir jalan.


Setelah mobil nya berhenti Charlotte langsung segera bergegas keluar. Tidak lama setelah keluar dari mobil tiba-tiba saja.


Dor....


...****************...


" YANG MULIA, GAWAT TERJADI PENEMBAKAN KALI INI TARGETNYA RATU." ucap Sean sambil berteriak panik.


Damian yang mendengarnya langsung keluar dari ruangannya berjalan menuju keluar istana sambil memikirkan keadaan Charlotte. Ia takut ada sesuatu yang terjadi hal buruk kepada isterinya.


" Sialan, dia sudah berani menampakkan diri." batin Damian sambil terus mengumpat.


Mobil terus melaju sampai mereka sampai di tempat keberadaan Charlotte. Damian pun langsung turun berlari memasuki toko.


" Charlotte, kau baik-baik saja?" tanya Damian yang melihat saat ini isterinya sedang duduk bersama dengan seorang wanita muda.


Charlotte yang melihat kedatangan Damian tersenyum sambil menggangguk pelan.


" Tenang saja, tadi aku bisa menghindari peluru itu." ucap Charlotte sambil meminum teh dengan tenang.

__ADS_1


Damian yang mendengarnya bisa bernafas lega dan duduk di salah satu kursi yang ada di samping Charlotte.


" Jadi bagaimana keadaan ini bisa terjadi, kalian semuanya tidak becus menjaga Ratu." ucap Damian dengan marah.


Charlotte yang mengetahui Damian sedang marah langsung memegang tangannya untuk menenangkannya.


" Tenanglah, kau membuat semua orang ketakutan. Sekarang duduk dan aku akan menjelaskan semuanya." ucap Charlotte yang menuntun Damian untuk duduk.


Setelah Damian duduk ia melihat Charlotte yang menuntut penjelasan.


" Jadi begini.....


Flashback On...


Dor....


" RATU.." teriak para pengawal ketika melihat sebuah peluru yang menuju ke arah Charlotte.


Charlotte yang melihatnya langsung menghindar dengan cara menggulingkan tubuhnya. Kemudian pandangan Charlotte tertuju ke arah pria yang berlari ketakutan.


" Hehehe...butuh seratus tahun kau untuk melukai ku." ucap Charlotte sambil tertawa sinis.


Flashback off...

__ADS_1


Countine...


__ADS_2