
Sejak kejadian yang mengharukan di pantai beberapa bulan yang lalu. Saat ini Charlotte akan bersiap-siap melakukan cek up ke dokter. Mengingat usia kandungannya yang sudah mencapai 8 bulan. Tinggal beberapa Minggu lagi akhirnya ia bisa melihat wajah dari bayinya.
Mengapa Charlotte tidak melakukan pemeriksaan di Dokter di istana?
Karena Charlotte hanya ingin seperti para ibu hamil yang lain. Selalu melakukan cek up bersama Suami meskipun mereka harus rela mengantri. Tapi untungnya Damian tidak keberatan meskipun sudah beberapa kali ia membujuk Charlotte untuk melakukan pemeriksaan ke Dokter istana agar isterinya tidak perlu mengantri.
Tapi sayangnya pemikiran tersebut langsung di tolak mentah-mentah oleh Charlotte. Akhirnya Damian hanya pasrah meskipun sebenarnya dia cukup menikmati kehidupan seperti rakyat biasa tanpa adanya perlakuan khusus sebagai Raja.
" Apa kau sudah siap, sayang?" tanya Damian yang saat ini menggunakan setelan kaos berwarna hitam dengan celana senada di tambahkan jaket hitam membuat kesan ketampanannya terlihat.
Bahkan Charlotte yang melihatnya mendengus ia seperti orang sedang kencan dengan adiknya.
" Kenapa kau memakai pakaian itu?" tanya Charlotte dengan datar.
Melihat wajah Charlotte yang sedang memandangi nya datar membuat Damian menyerngitkan dahinya bingung.
" Apa maksudmu sayang, ini setelan supaya orang tidak menyadari keberadaan ku lagipula nanti aku akan memakai kaca mata hitam dan masker supaya menutup wajahku." ucap Damian yang berterus terang.
__ADS_1
Charlotte yang mendengarnya menggangguk kepalanya.
Kemudian mereka pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaan kandungan Charlotte.
...****************...
Saat mereka berada di rumah sakit. Mereka berdua menjadi pusat perhatian di karenakan penampilan yang mereka kenakan sederhana.
Charlotte yang hanya menggunakan baju kemeja berwarna putih dan rok berwarna ungu dengan di tutupi cardingan berwarna cokelat dan Damian yang mengenakan setelan yang tadi tapi wajahnya di tutupi oleh masker dan kaca mata hitam.
Membuat orang-orang menatap Damian dengan curiga. Tapi Damian sama sekali tidak mempedulikan nya lagipula ia juga sengaja menutupi wajahnya supaya tidak di dekati oleh wanita-wanita gatal yang mencari perhatian dari nya.
" Sekarang giliran anda Mrs Hepburn." ucap salah satu perawat.
Langsung saja Charlotte berdiri berjalan menuju ruang dokter yang selalu di percaya untuk memeriksa keadaan nya yang diikuti Damian dari belakang. Karena Damian takut bagaimana jika tiba-tiba saja Charlotte terjatuh.
" Senang bertemu anda lagi, Yang Mulia." ucap sang Dokter yang di perkirakan berusia 25 tahun.
__ADS_1
" Saya juga senang bertemu anda Dokter Melda." ucap Charlotte sambil tersenyum tipis.
Dokter Melda merasa terhormat untuk di percayakan oleh Ratu memeriksa calon pewaris tahta masa depan Perancis.
" Silahkan berbaring, Yang Mulia." ucap Dokter Melda .
Setelah itu Charlotte dibantu Damian berbaring di atas ranjang pasien dan Dokter Melda membuka baju Charlotte sedikit. Kemudian ia mengoleskan gel di atas perut nya.
" Wah selamat, Yang Mulia. anak anda kembar." ucap Dokter Melda sambil tersenyum sumringah.
Charlotte dan Damian terkejut mendengar berita tersebut. Tapi tidak lama kemudian mata mereka berkaca-kaca.
Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Tuhan akan memberikan sepasang anak kembar untuk mereka.
Damian mengelus perut Charlotte dengan pelan dengan mata yang masih berkaca-kaca.
" Terima kasih telah memberikan hal yang sama sekali tidak aku duga." batin Damian.
__ADS_1
Continue...