
HALLO PARA ANAK BUAH KU HARI INI KITA AKAN MERENCANAKAN SESUATU YANG BESAR. KITA AKAN MENGHANCURKAN TAHTA RAJA MUDA DAMIAN HAHAHAHA." ucap nya sambil tertawa keras di lanjut oleh para anak buahnya.
Sedangkan Dominic dan Damian mendengarnya mengepalkan tangannya melihat bahwa salah satu keluarganya merupakan dalang di balik masalah akhir-akhir ini.
" Aku tidak percaya bahwa kedua pria itu gila tahta." gumam Damian dengan pelan.
" Aku setuju sekarang aku bisa mengingat bahwa pria itu adalah sopir yang pernah menabrak mobil ketika aku masih kecil. Dia juga dalang di balik luka ini." ucap Dominic sambil menyentuh bekas luka di sebagian wajahnya.
Damian melihat bekas luka dari kecelakaan yang merusak setengah wajah dari Dominic. Ia tahu selama ini Dominic telah melalui banyak penderitaan dan di pantas untuk mendapatkan kebahagiaan nya sekarang.
Damian menghela nafasnya sebelum berjalan maju ke depan dan memberikan sebuah tepukan tangan.
Plok...
Plok...
" Woah pidato yang bagus paman Arland anda sama sekali tidak ada perbedaan dengan paman Aland." ucap Damian dengan seringai keji di wajahnya.
__ADS_1
Pria itu yang bernama Arland melotot ke arah Damian.
" Suatu kehormatan bisa berjumpa dengan anda lagi keponakan bagaimana kabar keluarga mu. Saya harap mereka tidak dalam masalah besar." ucap Arland yang membalas seringai Damian.
Damian menggelengkan kepalanya sambil melihat sekelilingnya yang banyak sekali pria berotot dengan mengacungkan sebagian senjata mereka kepadanya.
" Apa maksud semua ini paman, apa saya melewatkan sesuatu?" tanya Damian dengan memasang wajah bingung.
" Tidak keponakan ku saya menyambut teman-teman di sini dengan bertujuan mengakhiri hidupmu. Habisi dia dan kita akan memiliki kekuasaan di Perancis." ucap Arland yang memerintahkan kepada anak buahnya untuk membunuh Damian.
Sontak saja anak buahnya langsung berlari dan mencoba menyerang Damian. Tetapi sayangnya sebelum mereka mendekat banyak orang-orang yang berpakaian jas hitam rapi dan berpakaian ala ninja menghampiri mereka dan membunuh mereka satu persatu.
Damian menembak orang di depannya tepat di dadanya sehingga tidak butuh waktu lama dia mati. Kemudian dengan langkah pelan Damian berjalan menghampiri Arland dengan pistol di kedua tangannya menembaki orang-orang yang berusaha menghalangi jalannya.
Arland yang melihat bahwa keadaan semakin mendesak mencoba menghubungi anak buah nya yang belum sampai. Tapi sebelum dia menelepon tiba-tiba saja.
DUAARR....
__ADS_1
Terdapat suara ledakan di tengah laut membakar sebuah kapal yang berisi penumpang anak buah Arland.
" TIDAK MUNGKIN." ucap Arland yang melihat keadaannya yang mendesak.
" Tidak ada yang tak mungkin untuk kau mati di hadapan ku." ucap Damian yang berdiri tidak jauh dari Arland sambil mengacungkan senjatanya.
Arland mengalihkan pandangannya menatap dendam Damian.
" Sayangnya ini bukan hari keberuntungan mu Raja karena asisten ku akan membunuhmu. Bunuh dia." ucap Arland kepada pria yang berada di belakangnya.
Pria itu langsung mengeluarkan pistol dan menembaki Damian. Tentu saja Damian berusaha untuk menghindar dan juga menembaki asisten Arland.
Sementara Arland berjalan mundur dan mencoba melarikan diri tapi sebelum dia menaiki kapal di hadapannya. Tiba-tiba saja kapal itu meledak membuat Arland tidak bisa melarikan diri.
" Kau ingin mencoba melarikan diri heh paman." ucap Dominic yang berjalan menghampiri Arland.
Arland membalikan badannya dan terkejut melihat seorang pria yang berusaha ia lenyapkan bertahun-tahun lalu.
__ADS_1
" Tidak mungkin seharusnya kau sudah mati....
Countine...