
Kau akan terkejut setelah mendapatkan berita ini kakak." ucap Damian sambil membalas tatapan Dominic yang tidak kalah dingin.
" Berita apa?" tanya Dominic yang penasaran karena pastinya jaringan Damian lebih luas mengingat sekarang dia lah penguasa Perancis.
Damian mengambil sebuah dokumen yang berada di atas meja dan menyerahkannya kepada Dominic.
Dominic pun menerimanya dan ketika dia membaca nya bertapa terkejutnya melihat isinya.
" Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang sudah tidak bisa di tunda lagi atau seluruh daerah Perancis dalam bahaya." ucap Dominic yang menginginkan Damian untuk membuat rencana.
Damian memberikan isyarat kepada Dominic dan membisikan sesuatu. Sedangkan Dominic mendengarnya dengan baik-baik sebelum senyum miring terbit di wajahnya.
" Aku setuju dengan rencana itu, Jadi kapan kau akan melaksanakannya?" tanya Dominic kepada Damian.
" Besok." jawab Damian dengan ekspresi datar.
...****************...
__ADS_1
Charlotte memperhatikan Michaela yang duduk di seberangnya. Bisa dilihat bahwa Michaela sedang duduk bersama dengan nya.
" Anda tidak perlu gugup kepadaku Michaela, aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kita hanya menunggu para pria saja. Jadi makanlah kuenya pastinya anda sangat lapar dan jangan menolak nya karena anda butuh makan untuk calon bayi mu." ucap Charlotte yang menasehati Michaela.
Michaela yang mendengarnya menggangguk kepalanya sebelum mengambil sebuah cookies dan memakannya. Dirinya merasa gugup duduk di dekat Ratu dan sekarang dirinya berada di istana utama. Tempat yang dilarang untuk di masuki oleh orang umum.
" Jadi bagaimana apa kue nya enak?" tanya Charlotte kepada Michaela yang sudah memakan sebuah kue.
Michaela hanya bisa menjawab dengan anggukan kepalanya karena sangat menikmati kue yang di buat seorang koki istana. Jika saja dirinya merupakan orang yang mampu ia tidak perlu bekerja keras mencukupi kehidupannya.
" Kalian sudah kembali, apa kakak mu akan menginap malam ini?" tanya Charlotte yang menghampiri Damian.
Damian langsung merengkuh pinggang Charlotte dengan mesra.
" Terserah dia saja." ucap Damian sambil melirik ke arah Dominic yang tampaknya memperhatikan Michaela.
Michaela yang merasa di perhatikan langsung menundukkan kepalanya karena setiap bertatap dengan pria itu membuat jantung nya tidak sehat.
__ADS_1
Dominic memutuskan tatapannya ketika mengetahui bahwa adiknya memperhatikannya.
" Tidak, aku akan membawa nya kembali ke Mansion dan sudah ada Dokter yang aku hubungi untuk memeriksanya. Kau tidak keberatan." ucap Dominic kepada Damian.
" Tidak sama sekali, Tetapi aku hanya meminta bahwa kalian harus berhati-hati mengingat sepertinya musuh sudah mengetahui keberadaan mu." ucap Damian memperingati Dominic.
Dominic yang mendengarnya langsung memikirkan ucapan Michaela. Jika dia kembali ke Mansion sendiri pastinya tidak akan terjadi masalah misalnya ada pastinya dia akan mati di tangannya. Tapi ia tidak ingin membuat keberadaan Michaela dalam bahaya apalagi ada calon anaknya di dalam perut wanitanya.
" Damian, aku berubah pikiran lebih baik kami berada di istana saja. Karena aku takut musuh akan mengincar kami. Apalagi mereka sudah mengetahui bahwa aku masih hidup." ucap Dominic memutuskan untuk tinggal di istana.
Dirinya tidak ingin mengambil resiko yang membahayakan nyawa wanita dan calon anaknya.
Damian yang mendengarnya menggangguk kepalanya akhirnya kakak nya mengerti maksud ucapannya. Memang nya Damian sama sekali tidak menyetujui bahwa Dominic akan pulang, tapi sayangnya sifatnya yang keras kepala pastinya akan menolak nya.
" Rencana aku berhasil...
Countine...
__ADS_1