
Suara deburan ombak laut memenuhi suasana hening di sebuah kamar yang terdapat sepasang manusia sedang tertidur sambil memeluk satu sama lain.
Sampai di salah satu mereka membuka matanya. Orang yang ternyata Damian melihat pemandangan pertama kali dia bangun adalah Charlotte yang sedang tertidur sambil membenamkan wajahnya di dada polosnya.
Damian yang melihat dibuat tersenyum, ia merasa senang karena untuk kedua kalinya dirinya menjadi orang pertama untuk Charlotte. Meskipun sebagian hatinya merasa bersalah membuat Charlotte memaksanya melakukan ' itu'. Damian memandang tubuh Charlotte yang telah banyak di hiasi oleh bercak keunguan di seluruh tubuhnya.
" Sayang cepatlah hadir dan buatlah Mommy agar selalu di samping Daddy." ucap Damian dengan sendu sambil tangannya mengelus perut rata Charlotte.
Sedangkan Charlotte yang merasakan sentuhan di perutnya. Mulai membuka matanya dan seketika ia melotot melihat Damian yang sedang tidur di sampingnya dengan keadaan tubuh polos.
Charlotte langsung menyentak tangan Damian dengan kasar. Ia merasa marah karena dirinya bisa di tipu dengan kedok secangkir teh. Charlotte berusaha menutupi tubuhnya dengan selembar selimut putih dan pandangannya melihat sebuah bercak merah yang mengotori seprei itu.
Charlotte menghembuskan nafasnya lelah menghadapi sikap Damian.
" Anda sangat keterlaluan, Yang Mulia. Meskipun sekarang anda sudah mendapatkan tubuh saya. Tetap saja anda tidak bisa mendapatkan hati saya, dan lupakan kejadian kemarin." ucap Charlotte dengan tenang.
Setelah itu Charlotte langsung berdiri dan berjalan perlahan-lahan menuju kamar mandi.
BRAK....
__ADS_1
Setelah melihat Charlotte masuk ke dalam kamar mandi, Damian menghembuskan nafasnya lelah. Ia sudah melakukan segala cara supaya bisa bersama lagi dengan Charlotte. Tetapi sayangnya hati Charlotte yang mengeras seolah tidak membiarkan Damian untuk memasuki hatinya.
" Aku harus melakukan apa lagi Audrey supaya , kamu bisa menerima ku lagi? Apa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk mu mencintai ku lagi." ucap Damian yang tanpa sadar mengeluarkan setitik air mata penyesalan.
Penyesalan terdalam Damian adalah menyiakan seseorang yang mencintai mu dengan tulus. Menyiakan seseorang yang telah berusaha membuatkan sebuah keluarga mimpikan selama ini. Menyiakan seseorang yang telah memberikan mu seorang keturunan, sayangnya karena kebodohannya sendiri anaknya pergi selamanya.
" Aku menyesal, maafkan Daddy mu yang tidak berguna ini anakku, Daddy mohon jangan membenci Daddy hiks..." ucap Damian sambil menangis terisak-isak sambil menutupi wajahnya dengan tangannya, dan membiarkan air matanya meluncur bebas dari pelupuk matanya.
Untuk hari ini saja biarkan Damian mengeluarkan semua yang selama ini ia pendam. Mengingat sejak kecil dirinya sudah di didik keras supaya menjadi Raja yang benar. Bahkan seumur hidupnya ia harus mengendalikan ekspresi wajahnya dan tidak memperbolehkan untuk mengeluarkan semua kelemahannya.
Tanpa di sadari oleh Damian, Sedari tadi Charlotte mendengar semua ucapannya yang penuh nada penyesalan. Ia mendudukkan tubuhnya di lantai yang dingin sambil menelengkupkan wajahnya di lipatan tangannya sambil menangis terisak-isak.
...****************...
Suasana sarapan pagi ini terasa mencengam karena sedari tadi Charlotte terus saja menatap Damian tajam.
Damian yang sama sekali tidak terpengaruh oleh aura yang di keluarkan Charlotte hanya memakan sarapannya dengan tenang dan elegan.
Srekk....
__ADS_1
Srekk....
Charlotte mengiris daging steak yang ada di piring nya dengan kasar. Seolah ia sedang memotong tubuh seseorang.
Mendengar suara kebisingan dari arah seberangnya Damian mengangkat kepalanya dan memasang raut wajah polos membuat Charlotte wajahnya memerah padam menahan amarahnya.
BRAK....
" SUDAH CUKUP AKU MENUGGU DARI TADI, SEKARANG AKU INGIN TANYA SESUATU KEPADAMU...." jeda Charlotte karena ia sedang kehausan. Tangannya mengambil segelas air putih dan meminumnya.
Setelah bisa bernafas lega, Charlotte ingin melanjutkan ucapannya, sampai.
Drrt....Drrt....
Membuat tangan Charlotte mengepal erat karena ucapannya tertunda.
" Telepon sialan....
Continue....
__ADS_1