
Charlotte terus beryanyyi tanpa menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikan nya dengan tatapan sendu.
" Apa aku salah telah membencinya?" tanya Raja Eduardo yang ternyata tidak sengaja melihat Charlotte memainkan piano sambil bernyanyi.
Sebenarnya setelah bertemu dengan Darius Raja Eduardo memutuskan untuk ke suatu ruangan yang penuh akan kenangannya bersama dengan Ratunya. Tapi dirinya tidak menduga bahwa di sana ada seseorang yang telah mengakibatkan isterinya, cintanya, dan sebagian hidupnya meninggalkan nya selamanya.
Dengan perlahan Raja Eduardo membuka pintunya dan masuk ke dalamnya di sana dirinya bisa melihat jelas Charlotte yang terus menyanyi tanpa menyadari kehadirannya. Tapi yang membuat nya terpaku adanya jejak air mata di mata Charlotte.
Sedangkan Charlotte bernyanyi sambil mengingat kenangannya di kehidupannya yang terdahulu dimana ia yang mengharapkan sebuah kasih sayang dari keluarganya dan cinta dari Suaminya semua terhancur lembur seperti dirinya kehilangan calon anaknya. Tetapi Charlotte juga mengingat kenangannya saat kembali ke masa lalu kehidupannya sekarang dirinya bisa mendapatkan kasih sayang dari orang tua angkatnya walaupun hanya sementara, bisa mendapatkan sahabat yang selalu mengerti dirinya. Kehidupannya sekarang tidak sekelam kehidupan nya yang lalu. Sekarang ia hanya ingin bertekad menghancurkan seseorang yang membuatnya kehilangan sebagian dari hidupnya.
Sampai beberapa menit kemudian lagu pun selesai. Charlotte pun berhenti beryanyyi ia membuka matanya sambil tatapan nya kosong ke arah piano.
Plok...
Plok....
" Suara mu lumayan juga." ucap Raja Eduardo sambil bertepuk tangan.
__ADS_1
Mendengar suara seseorang membuat Charlotte terkejut ia mengalihkan pandangannya ke Raja Eduardo yang berdiri beberapa meter darinya. Charlotte langsung menghapus air matanya yang masih mengalir dan berdiri sambil membungkuk sedikit badannya.
" Yang Mulia." ucap Charlotte memberi salam dengan kepala menunduk.
Raja Eduardo tidak menjawab salam Charlotte ia berjalan melewatinya dan duduk di kursi di depan yang tadi Charlotte gunakan.
" Buat apa kamu berada di sini, tempat ini terlarang untukmu masukin?" tanya Raja Eduardo dengan tajam.
Charlotte yang mendengarnya diam-diam memutar bola matanya malas.
" Sialan, aku juga sudah tahu bahwa kau melarang tempat ini untuk aku masukin." batin Charlotte.
Sampai dimana Raja Eduardo mencegah Charlotte pergi.
" Tunggu." ucap Raja Eduardo yang entah mengapa mencegah Charlotte.
Charlotte yang mendengarnya dengan perlahan membalikan badannya sambil kepalanya terus menunduk. Melihat hal itu membuat Raja Eduardo risih karena menurutnya sifat Charlotte tidak seperti jika berada di samping Darius. Malah sekarang tatapan mata Charlotte yang ketakutan seakan dirinya merupakan seorang penjahat.
__ADS_1
Raja Eduardo menghembuskan nafasnya lelah sambil memijit pelipisnya.
" Sejak kapan kamu bisa bermain piano?" tanya Raja Eduardo dengan ketus
" Heh..." respon Charlotte sambil memiringkan kepalanya dengan polos.
Melihat tatapan polos Charlotte dalam hati Raja Eduardo merasa senang sekaligus ia melihat isterinya yang berdiri di hadapannya sekarang.
" Apa kamu tidak ingin menjawabnya?" tanya Raja Eduardo yang sekarang nada bicaranya tidak seketus tadi.
" Char belajar piano sejak masih kecil. Ketika Char berusia 5 tahun untuk pertama kalinya Char bermain untuk para donatur. Sampai dimana Char di adopsi oleh Daddy dan Mommy dari panti asuhan. Mereka selalu mengajarkan Char piano untuk melanjutkan cita-cita mereka sebagai pianis." ucap Charlotte sambil menundukkan kepalanya seolah ia mengingat kejadiannya saat masih kecil.
Raja Eduardo yang mendengarnya merasakan perasaan marah dan kecewa pada dirinya sendiri. Menurutnya tidak seharusnya ia membuang anak yang sudah susah payah isterinya lahirkan. Apa disana Isterinya akan memaafkannya.
Sedangkan Charlotte yang melihat ekspresi Raja Eduardo dalam hati menyeringai.
" Hahahaha....terus iba kepadaku supaya aku bisa mendapatkan yang seharusnya ku dapatkan....
__ADS_1
Continue ...