Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Extra Chapter ( Zeline Gila )


__ADS_3

" Zeline, kau tidak akan bisa menyerang ku bahkan untuk keluar dari penjara ini." ucap Damian sambil menatap Zeline.


Setelah itu Damian sedikit memundurkan langkahnya sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya. Ia mengeluarkan sebuah suntikan yang sudah berisi sebuah cairan di dalamnya.


Zeline yang melihat apa yang akan dilakukan Damian langsung berteriak-teriak.


" ARRGGH....LEPASKAN AKU .... LEPASKAN AKU...." teriak Zeline ketika melihat Damian berjalan menuju ke arahnya.


" Aku tidak membunuh mu, tapi sepertinya kau harus mengeluarkan bayi itu." ucap Damian sambil matanya tertuju kepada perut buncit Zeline.


Karena dirinya sudah mengetahui bahwa bayi yang berada di perut Zeline sudah tidak bisa berkembang lagi, dan harus di keluarkan secepatnya agar tidak membahayakan nyawa dari sang calon ibu.


Mendengar ucapan Damian, Zeline langsung mengarahkan pandangannya tertuju kepada perutnya sampai akhirnya ia tertawa.


" HAHAHAHA......KAU INGIN BUNUH BAYI SIALAN...BUNUH SAJA SETELAH ITU KITA BISA BERSAMA SELAMA NYA HAHAHA...." ucap Zeline yang berteriak sambil tertawa.

__ADS_1


Damian yang mendengarnya menggelengkan kepalanya sungguh tidak bisa di percaya melihat bagaimana raut wajah senang Zeline. Ketika mendengar bahwa dia akan bunuh bayi itu. Dia memang iblis bahkan seorang induk binatang tidak akan memperlakukan calon anaknya dengan kejam. Sekarang Damian merasa menyesal pernah menyukai wanita di hadapannya, dan bersyukur dia kasih kesempatan kedua agar tidak lagi mencintai wanita di hadapannya.


" Aku tidak akan pernah mencintaimu bahkan aku jijik melihatmu." ucap Damian dengan dingin sambil langkahnya terus ke depannya.


Zeline yang mendengarnya merasa marah sebelum kembali tertawa.


" HAHAHAHA....KAU SEPERTINYA TELAH TERJEBAK DALAM PERANGKAP WANITA SIALAN ITU, AKU AKAN MEM... ARRGGH...." ucap Zeline yang terpotong ketika merasakan tangannya sakit melihat Damian yang menyuntikkannya di bagian lengan.


Damian tidak ingin membuang-buang waktu akhirnya dengan cepat ia menyuntik Zeline dengan suntikan bius di bagian lengan. Setelah tidak berapa Zeline langsung tidak sadarkan diri.


Kemudian setelah itu Damian berjalan keluar dari ruang penjara.


Melihat tawa dari Raja yang menyeramkan dengan cepat Sean menggangguk kepalanya. Damian langsung berjalan keluar setelah merasa urusannya di sini sudah selesai.


" Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu ketenangan keluarga ku. Jika itu terjadi bersiap-siap saja mereka akan merasakan hal yang kejam daripada neraka itu sendiri." batin Damian sambil menyeringai.

__ADS_1


...****************...


Ketika Damian masuk ke dalam kamarnya dia melihat Charlotte yang sedang duduk di teras balkon sambil meminum secangkir teh. Damian berjalan perlahan-lahan mendekati Charlotte dan menutupi matanya dengan kedua telapak tangan nya.


" Damian, lepaskan tanganmu dari mataku." ucap Charlotte datar ketika ia merasakan seseorang menutupi kedua matanya.


Damian yang mendengarnya terkekeh pelan sambil melepaskan telapak tangannya dari mata Charlotte. Kemudian ia berjongkok yang pandangan nya tertuju keperut bulat Charlotte.


Damian mengelusnya dengan lembut dan merasakan bahwa Anak-anaknya sedang menyambut kedatangan dengan sebuah tendangan.


" Hallo Anak-anak Daddy, apa kalian di sana baik-baik saja hmm." ucap Damian dengan lembut.


Tidak lama kemudian ada dua tendangan dari dalam perut Charlotte seolah-olah mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.


Charlotte yang melihat interaksi Damian dan calon Anak-anaknya tersenyum sebelum pandangannya tertuju ke matahari tenggelam.

__ADS_1


" Semoga kebahagiaan ini selama nya."


Continue...


__ADS_2