
Setelah mengetahui bahwa anak di kandung nya merupakan anak kembar. Membuat Charlotte terus mengembangkan senyumannya. Ia sama sekali tidak menyangka setelah melewati banyak liku permasalahan Tuhan baik hati memberikannya sebuah anugerah.
Damian yang melihat bahwa Charlotte tersenyum membuat nya senang. Ia juga tidak menyangka bahwa dia akan menjadi Ayah bagi anak kembar hal itu membuatnya sangat bahagia sampai-sampai dirinya ingin mencetak 10 lembar foto USG calon anaknya.
Tentu saja hal itu langsung di tolak oleh Charlotte.
" Ingat satu foto saja sudah cukup, jangan sampai kau memboroskan uang. Ingat sebentar lagi aku akan melahirkan. Jadi kita membutuhkan biaya yang banyak."
Mengingat perkataan Charlotte membuat Damian merasa geli. Bagaimana tidak Charlotte mengatakan nya seolah-olah dia hanya orang biasa. Hei dia bahkan mampu membeli sebuah pulau dengan uang pribadinya. Ingat dia merupakan Raja sekaligus pengusaha sukses.
Ketika Damian sedang berkendara tiba-tiba saja handphonenya berbunyi. Karena hal itu Damian harus memakirkan mobilnya ke tempat aman. Dirinya tidak ingin mengambil resiko menelepon sambil berkendara yang bisa membahayakan keselamatan Isteri dan juga Anak-anaknya.
Kemudian Damian mengangkat panggilan telepon nya. Charlotte yang sedari tadi memperhatikan Damian di buat heran dengan ekspresi marah yang di tampilkan.
Setelah beberapa menit kemudian Damian mematikan teleponnya dengan perasaan marah. Karena Sean mengatakan bahwa saat ini Zeline ingin melakukan bunuh diri dengan sebuah pisau entah dapat darimana. Untung saja hal itu bisa di cegah oleh salah satu penjaga penjara khusus.
__ADS_1
" Damian, apa kau baik-baik saja?" tanya Charlotte sambil memasang wajah khawatir.
" Aku baik-baik saja, sayang. Tapi sayangnya kita harus kembali ke istana ada sesuatu yang harus ku urus." ucap Damian sambil tersenyum tipis.
Charlotte yang mendengarnya sedikit kecewa karena sebenarnya setelah ini dia dan Damian akan membeli perlengkapan untuk bayi mereka. Tapi karena sekarang Damian ada urusan yang lebih penting mengingat dia adalah seorang Raja, dirinya tidak boleh egois karena di belakang mereka banyak rakyat yang masih membutuhkannya.
" Baiklah, kita akan pergi lain kali." ucap Charlotte yang berusaha tersenyum.
Damian tersenyum sambil mengelus surai putih Charlotte dan mengendarai mobilnya.
Setelah sampai di istana Damian langsung berjalan menuju penjara sambil membawa Asistennya. Sedangkan Charlotte memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Damian memang tidak memberitahukan kepada Charlotte tentang kejadian ini di karenakan takut mempengaruhi janin yang berada di dalam kandungan nya.
Sampai langkahnya terhenti di sebuah pintu besi yang memiliki penjagaan ketat.
__ADS_1
" Buka." ucap Damian memberikan perintah nya kepada Penjaga.
Penjaga itu langsung membuka pintu tersebut. Ketika Damian masuk ke dalamnya ia melihat keadaan Zeline yang sangat memperihatinkan. Bajunya yang dulunya mewah dan mahal sekarang hanya dress putih yang menutupi nya semata kaki.
Tapi Damian sama sekali tidak mempedulikan keadaan Zeline. Mengingat kesalahannya yang tidak bisa di maafkan.
" Sepertinya kau sudah bosan hidup, Zeline." ucap Damian dengan tatapan dingin.
Zeline yang mendengar suara seseorang mendongakkan kepalanya. Ketika tahu siapa yang mendatangi nya ia langsung berteriak dan berusaha menyerang Damian.
Tapi karena tangannya yang terikat rantai tersambung di dinding akhirnya semuanya sia-sia. Zeline sama sekali tidak bisa menyerang Damian.
Damian yang melihatnya tersenyum sinis ia seperti mendapatkan sebuah hiburan.
" Zeline, kau tidak akan bisa menyerang ku bahkan untuk keluar dari penjara ini." ucap Damian sambil menatap Zeline.
__ADS_1
Continue...