Second Chanced ( S1&S2)

Second Chanced ( S1&S2)
Masalah Selesai


__ADS_3

"Itu racun pelumpuh, selamat Zeline anda masuk ke dalam perangkap Hahahaha." ucap Charlotte sambil tertawa terbahak-bahak menikmati kesenangannya saat melihat musuhnya tidak berdaya di hadapannya.


Zeline yang mendengarnya mengepalkan tangannya. Tapi sedetik kemudian wajahnya sedih sambil memandang Charlotte dengan sorot mata terluka.


" Kau tega padaku Char, padahal kita adalah saudara tapi kenapa kau menunduh aku di hadapan Raja. Apa karena sekarang Raja sudah tidak mencintai mu." ucap Zeline yang masih mempertahankan rasa percaya dirinya. Bahwa Damian menyukainya.


Charlotte dan Damian saling melirik sebelum sedetik kemudian mereka tertawa di ikuti oleh yang lain. Bahkan Darius juga tertawa melihat kepercayaan Zeline.


" Hahahaha....kau terlalu percaya diri ular. Damian saja melihat mu dengan jijik mana mungkin dia menyukai mu Hahaha...." ucap Darius sambil tertawa dengan memegang perutnya.


" Cih... hahaha kau sangat menjijikan. Pengawal bawa dia ke penjara tergelap di istana ini. Tahan dia dengan keamanan super ketat. Dia tidak akan bisa mati sebelum melahirkan anaknya itu." ucap Damian sambil memerintah prajurit Militer membawa Zeline ke penjara bawah tanah.


" Baik, Yang Mulia." ucap mereka sambil menarik tangan Zeline.


Tentu saja Zeline langsung memberontak ketika tubuhnya di tarik paksa menuju penjara bawah tanah.


" LEPASKAN AKU. INGAT CHARLOTTE DAN DAMIAN AKU AKAN MEMBALAS PERBUATAN KALIAN SUATU HARI NANTI. KALIAN AKAN MENYESAL TELAH BERMAIN DENGAN SEORANG PUTERI HAHAHAHA....AYAH PASTI AKAN MENYELAMATKAN KU HAHAHA..." ucap Zeline sambil tertawa sampai tubuhnya menjauh.

__ADS_1


Charlotte yang mendengarnya menggelengkan kepalanya.


" Dia masih tidak bisa berubah juga, sungguh menjijikan." ucap Charlotte sambil berdecak.


Damian yang melihat kekesalan Charlotte membuatnya tersenyum. Karena baginya wajah Charlotte sangat menggemaskan di matanya. Kemudian Damian menarik pinggang Charlotte dan merengkuhnya.


" Apa kau sudah tenang?" tanya Damian kepada Charlotte.


Charlotte menggelengkan kepalanya bertanda ia belum puas.


" Entahlah, sebenarnya aku belum puas sebelum dia merasakan hal yang sama. Seperti apa yang terjadi padaku sebelumnya. Tapi mengingat sekarang dia sedang mengandung mungkin aku akan mengurungkan niatku. Sampai ia melahirkan." ucap Charlotte dengan tenang.


" Aku mendukung keputusan mu, Audrey." ucap Damian sambil mengelus bahu Charlotte.


Darius yang melihat kemesraan mereka dari jauh merasa senang karena akhirnya ia bisa menjaga Charlotte secara langsung. Tetapi tiba-tiba saja Darius menerima sebuah panggilan telepon dengan segera ia mengangkatnya. Bertapa terkejutnya dia mendengar bahwa ia harus menjadi Raja di karenakan Ayahanda nya sedang berbaring lemah di rumah sakit.


Tidak berapa lama Darius mematikan sambungan teleponnya. Kemudian dia berjalan mendekati Charlotte dan Damian.

__ADS_1


" CHAR." ucap Darius sambil memanggil Charlotte.


Charlotte mengangkat alisnya melihat Darius berjalan mendekat.


" Ada apa kakak?" tanya Charlotte kepada Darius.


" Ayahanda." ucap Darius sambil menampilkan ekspresi sedih.


...****************...


Seperti saat ini setelah di kabarkan bawa Raja Eduardo masuk ke rumah sakit. Darius di suruh untuk kembali ke Slovenia untuk menggantikan posisinya sebagai Raja.


Charlotte yang penasaran dengan kondisi Raja Eduardo memutuskan untuk ikut. Meskipun Damian sempat menolaknya karena saat ini Charlotte sedang hamil. Tetapi karena sikap keras kepala Charlotte yang tetap ingin ikut akhirnya dengan berat hati Damian mengijinkan dengan syarat dia ikut.


Sampai ketika ia berada di depan pintu kamar rawat Raja Eduardo. Charlotte menghela nafasnya sebelum membuka pintu nya.


Ceklek....

__ADS_1


Continue....


__ADS_2